lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Dua nelayan Cipatujah hilang setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik di Perairan Pamoekan, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Hingga Kamis, 1 Oktober 2026, Ending dan Weli masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Selasa malam, 29 September 2026. Perahu ditumpangi tiga nelayan saat perjalanan kembali menuju daratan sebelum terbalik akibat gelombang tinggi. Seorang nelayan bernama Budi berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju pantai dan kemudian meminta pertolongan kepada warga.
Dua Tim Rescue Dikerahkan
Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung menerima informasi kejadian dari Satpolairud Tasikmalaya pada Rabu, 30 September 2026. Setelah berkoordinasi dan memvalidasi laporan dengan Pos SAR Pangandaran serta Satpolairud Tasikmalaya, dua tim rescue diberangkatkan dari Pos SAR Pangandaran dan Pos SAR Tasikmalaya.
Tim tersebut kemudian bergabung dengan unsur SAR lain untuk mencari Ending dan Weli di sekitar lokasi kejadian. Operasi pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, gelombang laut, dan keselamatan personel di lapangan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung Ade Dian Permana menyatakan pencarian terhadap kedua korban akan dioptimalkan dengan tetap memperhatikan keselamatan petugas. Operasi dilanjutkan mengikuti rencana pencarian dan perkembangan situasi di lapangan.
Pencarian nelayan Cipatujah hilang juga melibatkan unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah, kepolisian perairan, pemerintah kecamatan, serta personel SAR dari Pangandaran dan Tasikmalaya. Sejumlah area di sekitar lokasi hilangnya korban disisir untuk menemukan keduanya.
Gelombang Tinggi Jadi Pertimbangan Operasi
Perahu yang membawa ketiga nelayan terbalik di kawasan Perairan Pamoekan ketika mereka hendak kembali menuju daratan. Informasi dari aparat setempat menyebut gelombang tinggi menjadi faktor yang dihadapi saat kecelakaan maupun selama operasi pencarian.
Kondisi laut membuat keselamatan tim pencari menjadi salah satu pertimbangan dalam pengerahan personel dan perahu. Tim SAR menyesuaikan pencarian dengan kondisi gelombang serta cuaca di lokasi.
Kasus nelayan Cipatujah hilang itu memasuki hari kedua operasi pencarian pada Kamis. Pemerintah Kecamatan Cipatujah sebelumnya menyatakan akan melakukan pembahasan lanjutan apabila hingga 1 Oktober pencarian belum membuahkan hasil. Informasi mengenai perkembangan operasi selanjutnya akan disampaikan kepada keluarga korban.
Hingga informasi terakhir yang tersedia pada Kamis pagi, Ending dan Weli belum dilaporkan ditemukan. Tim SAR gabungan masih melanjutkan upaya pencarian di perairan sekitar Pamoekan, Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. (NS/AS)







