Ketika Wartawan Harus Curiga pada Hal yang Terlihat Biasa

lintaspriangan.com, KELAS WARTAWAN. Tidak semua berita besar datang dengan suara gaduh. Kadang ia justru muncul diam-diam, menyamar sebagai peristiwa biasa yang lewat begitu saja di depan mata banyak orang.

Di situlah insting wartawan diuji.

Seorang wartawan yang hanya mengandalkan permukaan akan melihat apa yang tampak. Tapi wartawan yang tajam akan bertanya lebih jauh: adakah sesuatu yang tersembunyi di balik peristiwa ini?

Dalam dunia jurnalistik ada istilah news sense, semacam “indra keenam” wartawan untuk mencium nilai berita. Para ahli jurnalistik sejak lama mengingatkan bahwa wartawan bukan cuma tukang catat peristiwa. Tugasnya juga membaca makna di balik sebuah kejadian. Jadi bukan sekadar bertanya “apa yang terjadi?”, tetapi juga “kenapa ini bisa terjadi?” dan “siapa yang sebenarnya sedang bergerak di balik layar?”.

Belum lama ini, publik membaca kabar tentang kunjungan Gubernur Jawa Barat ke sebuah sekolah di Kota Tasikmalaya. Sekilas, itu tampak seperti agenda biasa di sela kegiatan resmi. Tidak ada penyambutan besar. Tidak ada panggung megah. Bahkan nyaris tidak ada tanda bahwa kunjungan itu telah dirancang sebelumnya.

Namun justru karena terlihat terlalu biasa, seorang wartawan seharusnya mulai curiga.

Mengapa seorang gubernur tiba-tiba datang ke sekolah yang sedang berpolemik? Mengapa sesampainya di lokasi ia langsung menyinggung inti persoalan tanpa banyak basa-basi? Dan yang lebih menarik, mengapa solusi yang diberikan terasa begitu cepat dan tepat sasaran?

Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya dianggap spontanitas pemimpin. Tetapi bagi wartawan, detail-detail seperti itu adalah sinyal adanya proses yang tidak terlihat di permukaan.

Dalam ilmu komunikasi ada teori yang menjelaskan bahwa informasi yang sampai ke publik sebenarnya sudah melewati banyak “gerbang”. Ada proses, ada komunikasi internal, ada pihak yang bekerja diam-diam sebelum sebuah peristiwa akhirnya muncul di depan kamera. Karena itu wartawan yang tajam tidak gampang puas hanya dengan apa yang terlihat di permukaan.

Dari rasa curiga itulah penelusuran dimulai. Sedikit demi sedikit muncul fakta bahwa sebelum kunjungan itu terjadi, ternyata sudah ada komunikasi dan langkah yang lebih dulu bergerak di belakang layar. Ada pihak yang datang lebih awal, ada proses yang berjalan tanpa sorotan, ada gerak senyap yang tidak terlihat kamera.

Di sinilah pentingnya insting.

Wartawan yang baik tidak hanya menulis apa yang terjadi di depan mata, tetapi juga mencoba memahami apa yang terjadi sebelum peristiwa itu muncul ke publik.

Karena sering kali, berita yang sebenarnya justru berada di belakang panggung.

Sayangnya, banyak wartawan muda hari ini terlalu cepat puas pada permukaan. Baru melihat konferensi pers, sudah merasa menemukan berita. Baru mendengar pernyataan pejabat, langsung menulis tanpa mencoba menggali lapisan berikutnya.

Padahal, pekerjaan wartawan bukan sekadar menjadi mesin pencatat ucapan.

Walter Lippmann, wartawan sohor dari Amerika, pernah mengingatkan bahwa apa yang dipahami masyarakat sering kali hanyalah gambaran yang dibentuk media. Karena itu wartawan harus hati-hati. Jangan sampai hanya menjadi pengeras suara narasi yang sudah disiapkan orang lain.

Wartawan adalah pembaca situasi.

Ia harus mampu merasakan kejanggalan kecil. Ia harus peka pada detail yang tampak sepele. Sebab berita besar sering lahir dari pertanyaan sederhana: “Mengapa ini bisa terjadi?”

Insting seperti itu tidak muncul tiba-tiba. Ia terbentuk dari kebiasaan mengamati, membaca konteks, dan berani mempertanyakan sesuatu yang dianggap biasa oleh orang lain.

Kisah lain bisa kita lihat dari cerita tentang pendakian Gunung Everest oleh Edmund Hillary dan Tenzing Norgay.

Selama bertahun-tahun, dunia lebih banyak mengenal Edmund Hillary sebagai tokoh utama penakluk Everest. Namanya masuk buku sejarah, diwawancarai media internasional, dan mendapat penghargaan besar.

Namun wartawan yang memiliki kepekaan human interest akan melihat pertanyaan lain: siapa sosok yang berjalan bersamanya?

Di situlah nama Tenzing Norgay muncul.

Ia bukan sekadar pemandu biasa. Ia adalah orang yang ikut menentukan keberhasilan ekspedisi tersebut. Namun dunia nyaris tidak menyorotnya sebesar Hillary.

Dalam dunia media ada juga teori yang menjelaskan bahwa media sering menentukan siapa yang dijadikan pusat perhatian dan siapa yang hanya menjadi figuran dalam cerita. Itulah yang disebut framing. Media memilih sudut pandang, menentukan tokoh utama, lalu tanpa sadar membentuk cara publik melihat sebuah peristiwa.

Di sinilah wartawan kembali diuji. Apakah ia hanya akan mengikuti sorotan mayoritas? Ataukah ia mampu melihat tokoh-tokoh yang tersembunyi di balik berita besar?

Karena kadang, sosok paling penting justru bukan orang yang berdiri paling depan di podium.

Wartawan yang tajam tidak hanya mengejar siapa yang paling terkenal. Ia juga mencari siapa yang paling berpengaruh dalam sebuah peristiwa.

Itulah sebabnya insting menjadi salah satu senjata terpenting dalam dunia jurnalistik.

Data bisa dipelajari. Teknik menulis bisa dilatih. Tetapi kepekaan membaca situasi hanya tumbuh jika wartawan mau terus mengasah rasa ingin tahunya.

Curiga di sini tentu bukan berarti berpikir negatif terhadap semua hal. Curiga dalam dunia jurnalistik berarti tidak mudah puas pada jawaban permukaan. Selalu ada dorongan untuk menggali lebih dalam, memeriksa ulang, dan mencari sisi lain yang belum terlihat.

Sebab dunia hari ini dipenuhi informasi yang bergerak cepat. Semua orang bisa menulis apa yang tampak. Semua orang bisa mengutip pernyataan. Semua orang bisa mengunggah video.

Tetapi tidak semua orang mampu membaca makna di balik sebuah peristiwa.

Dan di situlah wartawan sejati dibedakan.

Ketika orang lain melihat kunjungan biasa, wartawan melihat pola.

Ketika orang lain hanya melihat tokoh utama, wartawan mencari siapa yang terlupakan.

Ketika orang lain berhenti pada permukaan, wartawan terus menggali ke dasar.

Karena sering kali, berita terbaik bukanlah yang paling keras terdengar, melainkan yang paling tersembunyi di balik hal-hal yang terlihat biasa. (AS)

kebakaran pabrik Losarang

Kebakaran Pabrik Losarang Padam Setelah Penanganan Berjam-jam, Penyebab Belum Dipastikan

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Kebakaran pabrik Losarang melanda Gedung 3 PT Food Packaging Jaya di Kawasan Industri Wiratama Indramayu Perkasa, Desa Muntur, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Kamis...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Samsat Outlet Langensari Dibuka, Warga Tak Perlu ke Pusat Kota Banjar Bayar Pajak Kendaraan

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Samsat Outlet Langensari mulai beroperasi di...

KKN Gradasi Garut Diterjunkan ke 16 Lokasi, Rata-Rata Sekolah Warga 7,86 Tahun

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. KKN Gradasi Garut 2026 mulai diterjunkan ke...

PSGC Ciamis Jalani Laga Kandang Pertama, Hadapi Sumsel United Sore Ini

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. PSGC Ciamis akan menjalani laga kandang pertamanya...

345 Kuota Magang Nasional Tasikmalaya Masuk Tahap Hasil Seleksi, Mulai 21 September

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peserta Magang Nasional Tasikmalaya sudah dapat mengecek...

Tokutei Ginou Tasikmalaya Dibuka hingga 2 Oktober, Sasar Lulusan SMK

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Penanaman Modal,...

JAWA BARAT

Tambang Karawang Ditutup setelah Tiga Peringatan, Empat Syarat Harus Dipenuhi

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup operasional tambang Karawang...

Kebakaran Pabrik Losarang Padam Setelah Penanganan Berjam-jam, Penyebab Belum Dipastikan

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Kebakaran pabrik Losarang melanda Gedung 3 PT Food...

Pendakian Gunung Gede Pangrango Masih Ditutup, Belum Ada Jadwal Pembukaan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Pendakian Gunung Gede Pangrango masih berada...

Rute Medan-Bandung Dibuka, 140 Penumpang Turun di Bandara Husein

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Rute Medan-Bandung yang dilayani Super Air Jet...

Pocari Run Bandung Diikuti 15 Ribu Pelari, Jalan Buka-Tutup Mulai Pukul 05.00 WIB

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pocari Run Bandung mulai digelar Sabtu, 19...

Ruang Kerja Jadi Lokasi, 3 Siswi PKL Diduga Dicabuli Pejabat Dishub Sukabumi

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Ruang kerja yang semestinya menjadi tempat...

PMI Kabupaten Cirebon Siapkan Bank Plasma, Legalitas Lahan Masih Diproses

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon menyiapkan...

Enam Kecamatan Jadi Sentra Bawang Merah Cirebon, Produksi Turun Jadi 32.094 Ton

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Enam kecamatan menjadi sentra bawang merah Cirebon,...

Olahraga

Popular Categories