lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. PSGC Ciamis gagal mempertahankan tren positif di Stadion Galuh setelah ditundukkan Semen Padang FC dengan skor 0-2 pada pekan ketiga Pegadaian Championship 2026/2027, Sabtu (26/9/2026).
Semen Padang sudah menunjukkan ancamannya sejak awal pertandingan. Stefano Lilipaly menjadi salah satu pemain yang paling aktif membuka ruang dari sisi kanan dan beberapa kali membuat pertahanan PSGC kerepotan.
Tekanan tersebut menghasilkan gol pada menit ke-14.
Lilipaly bergerak dari sisi kanan sebelum mengirimkan umpan kepada Ilija Spasojevic. Penyerang Semen Padang itu kemudian menuntaskan peluang menjadi gol.
Gol sempat diperiksa melalui VAR karena terdapat dugaan posisi offside dalam proses terciptanya gol. Setelah pemeriksaan, wasit tetap mengesahkan gol tersebut.
PSGC tertinggal 0-1.
Bonilla Nyaris Samakan Kedudukan
Tertinggal satu gol membuat PSGC meningkatkan tekanan.
Johan Josue Bonilla menjadi pemain yang paling sering membuka peluang bagi Laskar Galuh. Pada menit ke-23, gelandang tersebut melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti.
Bola gagal dijangkau kiper Semen Padang, tetapi justru membentur tiang gawang.
Peluang berikutnya datang dari situasi bola mati. Bonilla kembali menjadi eksekutor setelah dilanggar pemain Semen Padang.
Namun, tendangannya masih melambung tipis di atas mistar.
PSGC juga berusaha memanfaatkan keberadaan Ezechiel N’Douassel di lini depan. Hanya saja, penyerang asal Chad itu mendapat pengawalan ketat Igor Cukovic dan pemain belakang Semen Padang lainnya.
Setiap kali menerima bola, Ezechiel langsung mendapat tekanan sehingga sulit memperoleh ruang untuk melakukan penyelesaian.
Lilipaly kembali mengancam
Memasuki pertengahan babak pertama, Semen Padang tetap mampu menjaga tekanan.
Lilipaly bahkan sempat mencetak gol kedua pada menit ke-31 setelah menerima umpan datar dari Zulkifli.
Namun, gol tersebut dianulir karena Lilipaly berada dalam posisi offside.
Ancaman pemain berpengalaman tersebut belum berhenti. Lilipaly kembali terlibat dalam sejumlah serangan Semen Padang dan menjadi salah satu sumber kreativitas tim tamu.
Pada menit ke-36, Lilipaly mendapat kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap Minhyeok.
Semen Padang kemudian memperoleh peluang melalui tendangan bebas, tetapi eksekusi Lilipaly masih membentur pagar hidup.
PSGC sendiri mendapat peluang pada masa tambahan waktu babak pertama. Ezechiel menerima umpan matang dari Bonilla dan mencoba menyelesaikannya.
Terjadi kontak dengan kiper Semen Padang sehingga wasit sempat menggunakan VAR.
Setelah pemeriksaan, tidak ditemukan pelanggaran. Permainan pun kembali dilanjutkan.
Sampai turun minum, Semen Padang tetap unggul 0-1.
PSGC gagal membalikkan keadaan
Memasuki babak kedua, PSGC mencoba mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan.
Namun, Semen Padang mampu mempertahankan keunggulannya sekaligus memanfaatkan ruang yang terbuka ketika PSGC mulai lebih agresif menyerang.
Efektivitas menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
PSGC beberapa kali mampu membawa bola mendekati area pertahanan Semen Padang, tetapi peluang yang diperoleh tidak berujung gol.
Sementara Semen Padang akhirnya mampu menambah keunggulan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 2-0.
Hasil ini membuat Semen Padang membawa pulang tiga poin dari Stadion Galuh sekaligus menjaga catatan positif mereka pada awal kompetisi. 1
Bagi PSGC, kekalahan tersebut menjadi pekerjaan rumah setelah sebelumnya berhasil mengalahkan Sumsel United 2-0 di Stadion Galuh.
Laskar Galuh selanjutnya harus membenahi efektivitas penyelesaian akhir. Peluang sudah tercipta, tetapi belum cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.
Sementara itu, Semen Padang menunjukkan bahwa pengalaman pemain seperti Lilipaly dan Spasojevic dapat menjadi pembeda ketika pertandingan berjalan ketat. (FSL/HS)







