Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang membuat cerita perjuangan Cirebon terasa lebih luas dari yang selama ini kita kenal. Tertanggal 8 Agustus 1947, laporan itu mencatat keberadaan orang-orang Tionghoa yang menjadi anggota KRIS Cirebon.

Tidak disebutkan nama mereka dalam inventaris arsip yang terbuka untuk publik. Tidak pula dijelaskan apakah mereka memanggul senjata, bekerja di bagian logistik, menjadi penghubung, atau menjalankan tugas lainnya. Namun satu hal sudah sulit dibantah: pada masa ketika Republik sedang bertarung mempertahankan kemerdekaan, ada orang-orang Tionghoa yang tercatat sebagai bagian dari sebuah organisasi perjuangan di Cirebon.

Dan jejak itu tersimpan selama hampir delapan dekade hanya dalam beberapa baris arsip.

jejak heroik jabar - banner kesbangpol

Muncul Setelah Cirebon Jatuh ke Tangan Belanda

Waktu kemunculan laporan itu membuat catatan tersebut semakin penting.

Agresi Militer Belanda I dimulai pada 21 Juli 1947. Inventaris Kementerian Pertahanan mencatat bahwa pada 26 Juli 1947, Sekretaris Umum Pengurus Besar Masyumi Boerhanuddin Harahap mengirim laporan kepada Kementerian Pertahanan RI mengenai jatuhnya Kota Cirebon ke tangan Belanda. Arsip berikutnya merekam situasi akibat agresi militer Belanda pada 21 Juli hingga 4 Agustus 1947.

Artinya, laporan tentang anggota Tionghoa dalam KRIS Cirebon lahir hanya beberapa hari setelah Cirebon memasuki salah satu masa paling genting dalam revolusi.

Pada 8 Agustus 1947 itu, Kementerian Pertahanan Bagian V membuat laporan yang dalam inventaris ANRI diberi nomor 1715.

Deskripsinya sangat spesifik: laporan mengenai orang-orang Tionghoa yang menjadi anggota KRIS Cirebon serta daftar orang-orang Tionghoa yang masuk daftar hitam PAM di Salatiga. Dokumennya hanya satu lembar dan tercatat sebagai salinan.

Dua keterangan tersebut berada dalam satu deskripsi arsip, tetapi tidak boleh serta-merta dicampuradukkan. Orang Tionghoa anggota KRIS Cirebon tidak dapat dianggap sama dengan orang-orang yang masuk daftar hitam PAM di Salatiga. Inventaris hanya memberi tahu bahwa kedua informasi terdapat dalam satu laporan.

Justru bagian pertama itulah yang membuka pintu sejarah baru.

Siapa orang-orang Tionghoa anggota KRIS Cirebon itu?

jejak heroik jabar - banner kemenhaj

KRIS Bukan Nama Senjata

KRIS yang disebut dalam arsip bukan keris sebagai senjata tradisional.

KRIS merupakan singkatan dari Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi, sebuah badan perjuangan yang lahir pada awal Revolusi Kemerdekaan. Sumber pemerintah mengenai pejuang A.F. Lasut menyebut KRIS dibentuk di Jakarta oleh pemuda Sulawesi pada Oktober 1945 dan kemudian memiliki cabang, termasuk di Bandung. KRIS terlibat dalam perjuangan bersenjata mempertahankan Republik.

Museum Benteng Vredeburg juga memiliki koleksi yang berkaitan dengan pejuang KRIS, sedangkan koleksi Kementerian Kebudayaan merekam anggota KRIS menyambut Sam Ratulangi. Jejak tersebut menegaskan bahwa KRIS merupakan bagian nyata dari jaringan badan perjuangan pada masa revolusi.

Di sinilah catatan Cirebon menjadi menarik.

KRIS dikenal sebagai organisasi yang berakar pada masyarakat Sulawesi. Tetapi inventaris resmi Kementerian Pertahanan ternyata secara eksplisit menyebut adanya orang-orang Tionghoa yang menjadi anggota KRIS Cirebon.

Apakah mereka warga Tionghoa Cirebon? Apakah mereka memiliki hubungan keluarga atau jaringan dengan Sulawesi? Bagaimana proses mereka bergabung?

Inventaris arsip belum memberi jawabannya.

Karena itu, akan terlalu jauh bila langsung memberikan nama, pangkat, kesatuan tempur, atau kisah heroik tertentu kepada mereka. Bukti yang tersedia baru membawa kita sampai pada satu titik: mereka ada dan keanggotaan mereka tercatat oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia pada 1947.

Tetapi bahkan fakta sesederhana itu mempunyai arti besar.

jejak heroik jabar - banner kominfo

Republik Ternyata Diperjuangkan Banyak Wajah

Sejarah populer kadang bekerja seperti sorot lampu panggung. Beberapa nama terlihat sangat terang, sementara orang-orang lain tetap berada dalam gelap meskipun mungkin berdiri di panggung yang sama.

Jejak masyarakat Tionghoa dalam perjuangan Indonesia termasuk bagian yang tidak selalu mendapatkan ruang sebesar kisah-kisah utama revolusi. Kajian akademik tentang masyarakat Tionghoa pada masa revolusi juga menunjukkan bahwa keterlibatan mereka dalam perjuangan kemerdekaan memang ada, meskipun pengalaman komunitas Tionghoa pada periode tersebut sangat kompleks dan berbeda-beda menurut daerah.

Arsip Cirebon memberi satu keping tambahan pada mosaik itu.

Di tengah agresi Belanda, ketika Cirebon baru saja jatuh dan Republik sedang mempertahankan dirinya, identitas perjuangan rupanya tidak sesederhana garis etnis.

Ada pemuda Jawa.

Ada pemuda Sunda.

Ada orang Sulawesi dalam KRIS.

Dan sebuah laporan negara mengatakan: ada pula orang-orang Tionghoa di dalam KRIS Cirebon.

Nama mereka mungkin belum muncul.

Wajah mereka mungkin belum kita kenal.

Kisah tentang apa yang mereka lakukan juga masih menunggu penelusuran lebih jauh terhadap arsip nomor 1715 dan sumber-sumber sezaman lainnya.

Namun arsip itu telah menyelamatkan satu fakta kecil dari kemungkinan dilupakan: ketika kemerdekaan Indonesia harus dipertahankan, sebagian warga Tionghoa ternyata tidak hanya berdiri sebagai penonton di Cirebon.

Mereka tercatat berada di dalam barisan perjuangan.

Barangkali tugas generasi hari ini bukan buru-buru membuat mereka menjadi legenda.

Tugas pertama kita jauh lebih sederhana: mengembalikan mereka ke dalam cerita.

“Jangan biarkan kisah para pejuang ini terkubur untuk kedua kalinya—bukan oleh tanah, melainkan oleh lupa. Bagikan kepada anak-anak, keluarga, sahabat, dan generasi muda, agar mereka mengerti bahwa Merah Putih tidak berkibar sekadar karena angin, tetapi karena darah, air mata, dan nyawa yang dikorbankan. Sekali Anda membagikan kisah ini, Anda ikut menjaga api perjuangan tetap menyala dari generasi ke generasi.”

lintaspriangan.com
lowongan kerja IPB 2026 - lintas priangan

IPB University Buka 117 Lowongan Pegawai Kontrak, Ada 50 Formasi Dosen

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Peluang kerja di lingkungan perguruan tinggi kembali dibuka. IPB University menyediakan 117 formasi Pegawai IPB dengan Perjanjian Kerja (PIPK) atau pegawai...

JEJAK HEROIK JABAR

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

Dingo Belanda Tumbang di Tangan Pejuang Karangresik

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Roda-roda kendaraan lapis baja itu berhenti...

PRIANGAN TIMUR

Ari Lasso Tampil di Reuni Akbar SMAN 5 Tasikmalaya Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Musisi Ari Lasso dijadwalkan tampil dalam...

Blue Fire Gunung Papandayan, Akses Wisatawan Dibatasi hingga Pos 4

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Fenomena blue fire Gunung Papandayan yang teramati...

Penataan Dadaha Dipersoalkan DPRD Tasikmalaya, Ada Apa?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Penutupan Jalan Dadaha sudah berjalan lebih...

Penemuan Tengkorak di Bantarkalong Tasikmalaya, Polisi Turun Tangan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Niat seorang warga mencari sarang lebah...

Akhir Pekan Jawa Barat, Enam Agenda Wisata dan Budaya Digelar 26–27 September

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sedikitnya enam event Jawa Barat...

JAWA BARAT

Miras hingga Simulator Golf Lenyap, 5 Pejabat Lapas Cibinong Dicopot

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Ada yang berubah di Lapas Kelas...

IPB University Buka 117 Lowongan Pegawai Kontrak, Ada 50 Formasi Dosen

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Peluang kerja di lingkungan perguruan tinggi...

Gapura Pecinan Cirebon Diresmikan, Winaon Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Gapura Pecinan Cirebon di kawasan Jalan...

Festival Sastra Ciwidey 2026 Digelar Dua Hari di Bandung Selatan

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Festival Sastra Ciwidey 2026 mulai berlangsung...

378 Pelajar dari 27 Kabupaten/Kota Berlaga di Pentas PAI Jawa Barat

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sebanyak 378 pelajar SMP dari...

Dua Pria Jadi Tersangka, Polisi Bongkar Dugaan Bisnis Konten Asusila di Cirebon

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Sebuah video bermuatan konten asusila yang...

Akhir Pekan Jawa Barat, Enam Agenda Wisata dan Budaya Digelar 26–27 September

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sedikitnya enam event Jawa Barat...

Belanja Perubahan APBD Kota Cirebon 2026 Naik Rp54,27 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Belanja dalam Perubahan APBD Kota Cirebon 2026...

Olahraga

Popular Categories