lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Festival Sastra Ciwidey 2026 mulai berlangsung di SMK Al-Wafa, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Sabtu, 26 September 2026. Festival yang digelar hingga Minggu, 27 September itu menghadirkan rangkaian kegiatan sastra, mulai dari lokakarya penulisan hingga diskusi karya dan sejarah lokal.
Pelaksanaan selama dua hari menjadikan Ciwidey sebagai ruang pertemuan penulis, pegiat literasi, pelajar, dan masyarakat yang mengikuti pembahasan mengenai perkembangan sastra. Agenda hari pertama antara lain mencakup lokakarya cerpen, diskusi puisi Jawa Barat, prosa, dan ekranisasi sastra.
Sastra Jawa Barat hingga Ekranisasi Dibahas
Rangkaian Festival Sastra Ciwidey tidak hanya berisi pembacaan atau pertunjukan karya. Sejumlah sesi dirancang dalam bentuk lokakarya dan diskusi dengan topik berbeda.
Lokakarya penulisan cerpen menjadi salah satu agenda yang disiapkan pada hari pertama. Festival juga membahas puisi Jawa Barat dan perkembangan prosa.
Topik lain adalah ekranisasi, yakni proses mengadaptasi karya sastra ke medium lain seperti film. Pembahasan tersebut membuka ruang untuk melihat hubungan antara karya tulis dengan medium audiovisual.
Festival berlangsung di kawasan Bandung Selatan yang selama ini juga memiliki sejarah dan aktivitas kesusastraan. Unsur lokal tersebut menjadi bagian dari materi yang dibawa ke dalam rangkaian kegiatan.
Selain membahas karya, penyelenggaraan festival diarahkan untuk mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem literasi. Peserta dapat mengikuti pembahasan mengenai proses kreatif sekaligus perkembangan sastra di Jawa Barat.
Berlangsung hingga 27 September
Festival Sastra Ciwidey dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 26–27 September 2026. Dengan demikian, kegiatan pada Sabtu menjadi pembuka sebelum rangkaian berikutnya dilanjutkan pada Minggu.
Pemilihan Ciwidey sebagai lokasi juga membawa kegiatan sastra ke wilayah Kabupaten Bandung bagian selatan, tidak terpusat di kawasan perkotaan Bandung.
Rangkaian yang menggabungkan lokakarya, diskusi, dan pembahasan sejarah lokal membuat festival memiliki cakupan lebih luas daripada pertunjukan karya semata. Namun, setiap sesi tetap memiliki tema dan narasumber sesuai agenda yang disusun penyelenggara.
Penyelenggaraan tahun ini membawa gagasan “menyalakan kawah literasi di Bandung Selatan”, dengan Ciwidey ditempatkan sebagai ruang kegiatan sastra selama akhir pekan.
Agenda Festival Sastra Ciwidey masih berlanjut pada Minggu, 27 September 2026. Karena kegiatan masih berlangsung, perkembangan dan hasil dari setiap sesi dapat diperbarui setelah seluruh rangkaian festival selesai. (NS/AS)







