lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Semen Padang FC datang ke Stadion Galuh Ciamis dengan pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya selesai. Di satu sisi, Kabau Sirah harus menghadapi striker PSGC Ciamis Ezechiel N’Douassel yang sedang tajam. Di sisi lain, Pelatih Semen Padang Nil Maizar masih harus membenahi konsentrasi pertahanan dan efektivitas lini depan timnya dalam laga PSGC Ciamis Vs Semen Padang pada pekan ketiga Pegadaian Championship 2026/2027, Sabtu (26/9/2026).
Dua persoalan itu menjadi bahan evaluasi Semen Padang sebelum menghadapi PSGC Ciamis.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 15.30 WIB di Stadion Galuh Ciamis.
Ezechiel menjadi ancaman nyata bagi Semen Padang. Striker asal Chad tersebut telah mencetak tiga gol dalam dua pertandingan PSGC, termasuk dua gol saat Laskar Singacala menundukkan Sumsel United 2-0 pada laga sebelumnya.
Namun bagi Nil Maizar, persoalan timnya tidak berhenti pada bagaimana menghentikan Ezechiel.
Nil Maizar masih ingat gol menit akhir PSIS
Semen Padang membawa hasil imbang 1-1 dari pertandingan melawan PSIS Semarang.
Hasil tersebut terasa kurang karena Semen Padang sebenarnya mampu mempertahankan keunggulan hingga mendekati akhir pertandingan.
Igor Cukovic membawa Kabau Sirah unggul lebih dulu. Namun PSIS mampu menyamakan kedudukan melalui Hari Nur Yulianto pada menit ke-89.
Nil Maizar menilai gol tersebut lahir karena pemain kehilangan fokus dalam penjagaan.
Menurutnya, tim sudah tampil baik selama sebagian besar pertandingan, tetapi satu momen kehilangan konsentrasi bisa mengubah hasil.
“Dalam sepak bola, tidak boleh satu detik saja kita kehilangan penjagaan, karena bola bisa masuk,” kata Nil Maizar saat mengevaluasi pertandingan tersebut.
Karena itu, aspek bertahan menjadi salah satu perhatian utama menjelang bertemu PSGC.
Apalagi lawan yang akan dihadapi memiliki striker yang sudah menunjukkan ketajamannya sejak awal kompetisi.
Tiga gol Ezechiel jadi perhatian
Ezechiel N’Douassel menjadi salah satu pemain yang secara khusus diperhitungkan Semen Padang.
Nil Maizar menyebut penyerang PSGC tersebut memiliki kualitas, kemampuan duel udara dan kondisi fisik yang bagus.
Karena itu, lini belakang Semen Padang diminta tidak memberikan ruang terlalu banyak kepada Ezechiel.
“Kita punya taktikal dan strategi untuk menghadapi dia. Penjagaan harus diperhatikan dan difokuskan. Jangan sampai kehilangan fokus dan konsentrasi,” ujar Nil dalam konferensi pers jelang pertandingan, Jumat (25/9/2026).
Catatan Ezechiel memang cukup untuk membuat Semen Padang waspada.
Tiga gol PSGC sejauh ini semuanya lahir dari kaki striker tersebut. Dua gol di antaranya dicetak saat PSGC meraih kemenangan 2-0 atas Sumsel United di Stadion Galuh.
Artinya, lini pertahanan Semen Padang tidak boleh mengulangi kesalahan kehilangan penjagaan di menit-menit akhir.
Bukan cuma pertahanan, lini depan juga disorot
Nil Maizar juga mengakui ada pekerjaan rumah di sektor serangan.
Semen Padang baru mencetak dua gol dari dua pertandingan awal kompetisi. Gol tersebut masing-masing dicetak Ari Maring dan Igor Cukovic.
Situasi tersebut membuat efektivitas lini depan ikut masuk dalam evaluasi.
Nil tidak ingin persoalan produktivitas hanya dibebankan kepada satu pemain.
Menurutnya, sepak bola merupakan permainan kolektif. Ketika lini depan tidak mencetak gol, evaluasi memang diperlukan, tetapi kondisi tersebut juga harus dilihat bersama dengan performa tim secara keseluruhan.
“Lini depan ya nanti kita evaluasi juga. Tapi sama saja, tim lawan juga punya pemain depan yang tidak cetak gol. Kalau lini depan tidak cetak gol sering dibilang mandul, kalau pertahanan kebobolan dibilang tidak bagus, dinamika sepak bola memang seperti itu,” ujar Nil.
Meski begitu, ia memastikan evaluasi tetap dilakukan.
“Sebenarnya performa anak-anak masih dalam batas normal, tetapi evaluasi tetap kita lakukan. Itu pasti,” katanya.
Waktu persiapan Semen Padang terbatas
Pekerjaan Nil Maizar semakin menantang karena waktu persiapan menuju Ciamis cukup singkat.
Semen Padang baru bermain menghadapi PSIS pada Minggu (20/9), kemudian menjalani persiapan untuk pertandingan ketiga.
Tim juga harus menempuh perjalanan darat sekitar tujuh jam dari Jakarta menuju Ciamis.
Nil menyebut timnya hanya memiliki waktu efektif sekitar dua hari untuk mematangkan aspek taktikal.
“Memang kita punya sisa waktu hanya dua hari. Mudah-mudahan semua kelemahan dan kekurangan kita bisa diperbaiki dan tidak terjadi di pertandingan melawan Ciamis,” kata Nil.
Dengan kondisi tersebut, pembenahan yang dilakukan tidak bisa terlalu banyak.
Fokusnya adalah menjaga organisasi permainan, memperbaiki konsentrasi dan memastikan pemain memahami cara menghadapi PSGC.
Semen Padang tak mau remehkan PSGC
Pemain Semen Padang Rezaldi Hehanusa memastikan timnya tidak memandang PSGC sebagai lawan yang mudah.
Menurutnya, Laskar Singacala memiliki komposisi pemain yang berkualitas.
Keberadaan sejumlah pemain jebolan Akademi Persib juga menjadi perhatian.
“Kita tidak menganggap enteng lawan, tim yang bagus. Kita respect terhadap mereka dan sudah mempersiapkan untuk melawan PSGC Ciamis,” ujar Rezaldi.
Meski demikian, Semen Padang tetap datang dengan target tiga poin.
“Insyaallah pertandingan besok bisa berjalan seru dan kita bisa meraih kemenangan di Ciamis. Tekad kita bisa bawa tiga poin,” tegasnya.
PSGC punya momentum di Stadion Galuh
PSGC memiliki modal penting menjelang pertandingan.
Setelah kalah 1-2 dari Persikad Depok pada pertandingan pertama, tim asuhan Herry Kiswanto merespons dengan kemenangan 2-0 atas Sumsel United.
Dua gol Ezechiel dalam pertandingan tersebut membawa PSGC meraih kemenangan perdana setelah promosi ke Pegadaian Championship 2026/2027.
Kemenangan tersebut juga membuat PSGC memiliki tiga poin dari dua pertandingan.
Semen Padang berada dalam situasi serupa dalam hal perolehan poin. Kabau Sirah meraih kemenangan 1-0 atas Persiraja Banda Aceh pada laga pertama, kemudian bermain imbang 1-1 melawan PSIS.
Kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin dari dua laga awal.
Perbedaannya, PSGC akan bermain di kandang sendiri.
Ezechiel vs dua pekerjaan rumah Semen Padang
Duel di Stadion Galuh akhirnya tidak hanya mempertemukan PSGC dengan Semen Padang.
Ada pertarungan lain yang tak kalah menarik.
Di satu sisi, PSGC memiliki Ezechiel yang sudah mencetak tiga gol.
Di sisi lain, Nil Maizar datang dengan dua catatan yang harus segera dibenahi: konsentrasi pertahanan dan produktivitas lini depan.
Jika pertahanan Semen Padang kembali kehilangan fokus, Ezechiel bisa menjadi pemain yang paling siap memanfaatkan celah.
Sebaliknya, jika lini depan Kabau Sirah mampu lebih efektif, PSGC juga harus bekerja keras menjaga keunggulan di kandang.
Nil Maizar sudah mengetahui ancaman utama PSGC.
Kini tantangannya adalah memastikan evaluasi yang dilakukan setelah laga melawan PSIS benar-benar terlihat ketika menghadapi Laskar Singacala.
Laga PSGC Ciamis vs Semen Padang di Stadion Galuh, Sabtu (26/9/2026), akan menjadi ujian berikutnya. (FSL/HS)







