lintaspriangan.com, REFERENSI PRIANGAN. Kemiskinan Kabupaten Ciamis pada tahun 2025 menunjukkan tren menurun. Berdasarkan publikasi Kabupaten Ciamis Dalam Angka 2026, persentase penduduk miskin di Kabupaten Ciamis tercatat sebesar 7,19 persen.
Angka tersebut turun dibandingkan tahun 2024 yang berada di posisi 7,39 persen. Secara jumlah, penduduk miskin Kabupaten Ciamis pada 2025 tercatat sebanyak 88,72 ribu orang. Turun memang kabar baik, tetapi 88 ribu lebih warga bukan angka kecil. Dalam data, itu statistik. Dalam kehidupan nyata, itu dapur, sekolah anak, biaya berobat, dan harga beras.
Penduduk Miskin Ciamis Turun pada 2025
Data kemiskinan Kabupaten Ciamis dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pola naik turun. Pada 2018, jumlah penduduk miskin tercatat 85,72 ribu orang dengan persentase 7,22 persen. Pada 2019, jumlahnya turun menjadi 79,41 ribu orang atau 6,65 persen.
Namun pada 2020, jumlah penduduk miskin kembali naik menjadi 91,39 ribu orang dengan persentase 7,62 persen. Kenaikan berlanjut pada 2021 menjadi 96,60 ribu orang atau 7,97 persen.
Setelah itu, tren mulai bergerak turun. Pada 2022, penduduk miskin Ciamis tercatat 93,96 ribu orang atau 7,72 persen. Pada 2023 turun menjadi 90,84 ribu orang atau 7,42 persen. Pada 2024 kembali turun tipis menjadi 90,79 ribu orang atau 7,39 persen. Lalu pada 2025 turun lagi menjadi 88,72 ribu orang atau 7,19 persen.
Berikut ringkasan data kemiskinan Kabupaten Ciamis:
| Tahun | Garis Kemiskinan | Jumlah Penduduk Miskin | Persentase Penduduk Miskin |
|---|---|---|---|
| 2018 | Rp357.382 | 85,72 ribu | 7,22 persen |
| 2019 | Rp363.750 | 79,41 ribu | 6,65 persen |
| 2020 | Rp378.108 | 91,39 ribu | 7,62 persen |
| 2021 | Rp389.676 | 96,60 ribu | 7,97 persen |
| 2022 | Rp405.294 | 93,96 ribu | 7,72 persen |
| 2023 | Rp442.108 | 90,84 ribu | 7,42 persen |
| 2024 | Rp467.497 | 90,79 ribu | 7,39 persen |
| 2025 | Rp483.644 | 88,72 ribu | 7,19 persen |
Data tersebut menunjukkan bahwa dalam empat tahun terakhir, kemiskinan Kabupaten Ciamis bergerak turun setelah sempat berada di titik tinggi pada 2021. Namun, penurunan angka kemiskinan tetap perlu dibaca hati-hati karena garis kemiskinan juga terus naik dari tahun ke tahun.
Garis Kemiskinan Ciamis Terus Naik
Garis kemiskinan Kabupaten Ciamis pada 2025 tercatat sebesar Rp483.644 per kapita per bulan. Artinya, penduduk dengan rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah batas tersebut masuk kategori miskin menurut ukuran BPS.
Garis kemiskinan Ciamis terus mengalami kenaikan. Pada 2018, garis kemiskinan berada di angka Rp357.382. Pada 2020 naik menjadi Rp378.108. Pada 2023 mencapai Rp442.108. Lalu pada 2025 menjadi Rp483.644 per kapita per bulan.
Kenaikan garis kemiskinan ini penting dipahami. Angka tersebut bukan standar hidup nyaman, melainkan batas minimum untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan. Jadi, ketika garis kemiskinan naik, itu memberi tanda bahwa biaya dasar kehidupan juga ikut bergerak.
Selain jumlah dan persentase penduduk miskin, data kemiskinan juga perlu dibaca melalui indeks kedalaman dan indeks keparahan kemiskinan. Pada 2025, indeks kedalaman kemiskinan Kabupaten Ciamis tercatat 0,71. Angka ini turun dari 0,99 pada 2024. Sementara itu, indeks keparahan kemiskinan turun dari 0,20 pada 2024 menjadi 0,11 pada 2025.
Penurunan dua indeks tersebut menunjukkan bahwa kondisi penduduk miskin pada 2025 relatif membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pekerjaan besar tetap ada: memastikan warga yang sudah keluar dari garis kemiskinan tidak kembali jatuh ketika harga kebutuhan pokok naik, pendapatan keluarga terganggu, atau pekerjaan tidak stabil.
Data kemiskinan Kabupaten Ciamis penting untuk membaca arah kebijakan sosial dan ekonomi daerah. Pemerintah daerah dapat menggunakannya untuk mengevaluasi program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi keluarga, pelatihan kerja, akses pendidikan, kesehatan, dan perlindungan bagi kelompok rentan.
Bagi masyarakat, data ini membantu melihat kondisi Ciamis secara lebih utuh. Kemiskinan bukan hanya urusan angka di tabel, tetapi gambaran tentang daya tahan ekonomi keluarga. Karena itu, penurunan kemiskinan perlu terus dijaga agar tidak hanya tampak baik dalam laporan, tetapi juga terasa di dapur warga.
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

