Wanita Bandung Disekap 3 Tahun, Ditemukan Luka Berat dan Buta

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG.  Kasus wanita Bandung disekap menjadi perhatian publik setelah perempuan berinisial YTT, warga asal Antapani, Kota Bandung, yang lama menetap di Rancaekek, Kabupaten Bandung, ditemukan dalam kondisi luka berat di Rumah Sakit Hasan Sadikin atau RSHS Bandung.

YTT diduga menjadi korban penganiayaan berat dan penyekapan oleh pria berinisial TH, yang disebut sebagai kekasihnya. Kasus ini kini ditangani Polda Jawa Barat setelah keluarga korban membuat laporan pada Jumat, 12 Juni 2026.

Awal YTT Hilang Setelah Kenal TH

Kronologi kasus wanita Bandung disekap ini bermula dari perkenalan YTT dengan TH sekitar tahun 2023. Berdasarkan keterangan keluarga, keduanya disebut mulai saling mengenal setelah menghadiri sebuah acara konser musik di kawasan Tritan Point.

Sebelum menjalin hubungan dengan TH, YTT dikenal masih rutin pulang ke rumah keluarganya di Rancaekek. Saat itu, korban disebut bekerja di kawasan Pasteur, Kota Bandung, dan tinggal di indekos.

Namun setelah hubungan tersebut berjalan, komunikasi YTT dengan keluarga perlahan terputus. Keluarga menyebut korban tidak lagi pulang seperti biasanya. Bahkan, selama kurang lebih tiga tahun, keberadaan YTT tidak diketahui secara pasti.

Pada masa itu, keluarga sempat menerima kabar yang menyebut YTT berada di Jakarta. Namun komunikasi tersebut dinilai janggal karena tidak seperti kebiasaan korban. Keluarga juga sempat menyebarkan informasi pencarian YTT melalui media sosial.

Upaya pencarian itu justru disebut sempat mendapat tekanan. Pihak keluarga mengaku pernah diminta menghapus unggahan pencarian korban setelah informasi tersebut mulai tersebar di media sosial.

Pesan Misterius Mengarah ke RSHS Bandung

Titik terang kasus ini muncul pada Rabu, 10 Juni 2026. Keluarga menerima informasi bahwa YTT berada di IGD RSHS Bandung. Kabar tersebut membuat keluarga langsung mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi korban.

Awalnya, keluarga mendapat informasi bahwa YTT menjadi korban kecelakaan. Namun setelah tiba di RSHS Bandung, keluarga terkejut melihat kondisi korban yang mengalami luka berat.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban mengalami luka berat di bagian kepala, wajah, kaki, serta luka ringan di tangan. Korban juga disebut mengalami gangguan penglihatan, sulit berbicara, dan sulit berjalan.

Setelah korban mulai bisa berkomunikasi, keluarga memperoleh keterangan bahwa luka-luka tersebut diduga bukan akibat kecelakaan, melainkan akibat penganiayaan yang dialami selama korban tidak diketahui keberadaannya.

Dari sinilah kasus wanita Bandung disekap mulai terbuka. Keluarga kemudian melaporkan dugaan penganiayaan berat tersebut ke Polda Jawa Barat.

Kos Cinunuk Cileunyi Ikut Jadi Sorotan

Selain kronologi hilangnya korban, lokasi indekos di wilayah Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, juga ikut menjadi perhatian.

Ketua RW setempat menyebut Y dan T tidak pernah melaporkan identitas mereka kepada pengurus lingkungan saat tinggal di rumah kos tersebut. Bahkan, Ketua RT disebut sempat meminta dokumen identitas penghuni, tetapi permintaan itu tidak dipenuhi.

Alasan bahwa penghuni hanya akan tinggal sementara justru dinilai perlu menjadi perhatian. Sebab, pendataan penghuni kos penting untuk mengantisipasi persoalan keamanan, ketertiban lingkungan, maupun potensi masalah hukum.

Fakta ini membuat kasus wanita Bandung disekap tidak hanya menjadi perkara dugaan kriminal, tetapi juga membuka sorotan terhadap pengawasan kos dan kontrakan di wilayah Bandung.

Pendataan penghuni kos kerap dianggap urusan administratif biasa. Namun dalam kasus ini, celah kecil semacam itu bisa menjadi titik gelap yang membuat keberadaan seseorang sulit terlacak dalam waktu lama.

Polda Jabar Selidiki TH

Polda Jawa Barat telah menerima laporan keluarga korban. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/1145/VI/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT tertanggal 12 Juni 2026.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi kini menyelidiki dugaan penganiayaan berat dan penyekapan yang dialami YTT.

Dalam laporan polisi, TH disebut sebagai terlapor. Terlapor diduga melakukan penganiayaan menggunakan tangan kosong, benda tumpul, hingga senjata tajam. Selain luka fisik, sejumlah barang berharga milik korban juga dilaporkan hilang.

Dugaan tindak pidana dalam kasus ini dikaitkan dengan Pasal 466 KUHP tentang penganiayaan berat. Namun, hingga proses penyelidikan berjalan, seluruh pihak tetap harus menghormati asas praduga tak bersalah.

Kasus wanita Bandung disekap kini menjadi perhatian luas karena memuat banyak sisi sekaligus: keluarga yang kehilangan kontak selama tiga tahun, pesan misterius yang mengarah ke RSHS Bandung, kondisi korban yang memprihatinkan, serta sorotan terhadap pendataan penghuni kos di Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Bagi keluarga, yang paling utama saat ini adalah keadilan untuk YTT. Sementara bagi publik, kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan tidak selalu dimulai dari hal besar. Kadang, ia bermula dari satu pertanyaan sederhana: siapa yang tinggal di sebelah kita? (M/AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Dingo Belanda Tumbang di Tangan Pejuang Karangresik

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Roda-roda kendaraan lapis baja itu berhenti...

Pengakuan Belanda: Jalur Ciamis–Cirebon adalah Jalur Kematian

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Belanda datang dengan pasukan terlatih, kendaraan...

Perlawanan Pelajar Ciamis Bikin Belanda Kewalahan

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada 1947, sejumlah pelajar Ciamis berangkat bukan...

Ade Hendar: Tasikmalaya Bukan Tempat Mengungsi, tapi Pusat Kendali

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota...

Di Tengah Kecamuk Perang, Payung Geulis Tetap Dilukis

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada 28 Juni 1948, beberapa perajin di...

PRIANGAN TIMUR

Gudang di Hegarsari Kota Banjar Terbakar, Damkar Bergerak Cepat Lakukan Pemadaman

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Sebuah gudang di lingkungan Hegarsari, Kecamatan...

Kebakaran Ruko di Banjarsari Ciamis, Toko Elektronik Hangus dan Kerugian Capai Rp1,5 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran melanda sebuah ruko yang digunakan...

Kebakaran Kandang Ayam di Panawangan Ciamis, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran melanda sebuah kandang ayam milik...

32 Pramuka Garut Dijadwalkan Dilepas Menuju Jambore Nasional 2026

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Sebanyak 32 Pramuka Garut dijadwalkan menjalani pelepasan resmi...

Lowongan Kerja Tasikmalaya untuk BIM Designer dan Cost Estimator Tutup 10 Agustus

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Lowongan kerja Tasikmalaya untuk posisi BIM Designer serta...

JAWA BARAT

Larangan Knalpot Brong di Jabar, Sejauh Mana Penertibannya?

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Penertiban knalpot brong di Jabar...

Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73 Persen, Siapa Menikmati?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ekonomi Jabar tumbuh 5,73 persen pada triwulan...

Batu Karas Surf Festival: Berselancar di Atas Gelombang 2,9 Meter Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Batu Karas Surf Festival memasuki hari kedua...

Kali Cileungsi Tercemar, Dampaknya Mengalir hingga Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Kali Cileungsi tercemar. Hasil pengujian laboratorium menemukan sejumlah...

Terungkap! Vendor Proyek SixNine Padel Tebang 10 Pohon Demi Videotron

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG – Fakta baru terungkap dalam kasus...

Jelang Reaktivasi Bandara Husein, KDM Siapkan Wajah Baru Cihampelas Bandung

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Kawasan Cihampelas, salah satu ikon wisata...

Terungkap! Dugaan Pencabulan Murid Sukabumi oleh Oknum Guru Ngaji.

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI – Kasus Pencabulan Murid Sukabumi yang...

Diduga Salah Paham, Santri Karawang Dituduh Begal hingga Derita Luka Bakar

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Seorang santri berusia 17 tahun di...

Olahraga

Popular Categories