Kali Cileungsi Tercemar, Dampaknya Mengalir hingga Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Kali Cileungsi tercemar. Hasil pengujian laboratorium menemukan sejumlah parameter kualitas air tidak memenuhi baku mutu lingkungan. Aliran yang terindikasi tercemar itu bahkan telah bergerak melintasi Bantargebang hingga Bekasi Selatan.

Temuan tersebut membuat persoalan Kali Cileungsi melampaui sekat administrasi. Air yang menghitam dan berbau menyengat diduga bermula dari wilayah Kabupaten Bogor, lalu mengalir membawa dampaknya ke Kota Bekasi. Sungai rupanya tidak mengenal garis batas pemerintahan; pencemarannya pun tak bisa diselesaikan dengan bekerja sendiri-sendiri.

Kali Cileungsi Tercemar, Logam Terlarut Turut Ditemukan

Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dugaan pencemaran dengan melakukan penelusuran, pemantauan, dan pengambilan sampel air.

Sampel air permukaan diambil dari Kali Cileungsi pada 20 Juli 2026. Dua hari kemudian, pengambilan sampel dilanjutkan di Kali Bekasi. Pasukan Katak DLH Kota Bekasi juga menyusuri aliran sungai pada 27 dan 30 Juli 2026 untuk mengetahui sebaran pencemaran.

Pemantauan di sekitar Cluster Richmond, Kota Wisata, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menemukan kondisi air berwarna hitam dan menguarkan bau menyengat.

Hasil pengujian laboratorium menunjukkan sejumlah parameter air tidak memenuhi baku mutu. Parameter tersebut meliputi total padatan tersuspensi atau TSS, kebutuhan oksigen biokimia atau BOD, oksigen terlarut atau DO, nikel terlarut, seng terlarut, tembaga terlarut, serta fecal coliform.

Temuan itu menunjukkan pencemaran bukan sekadar perubahan warna dan bau. Padatan tersuspensi dapat meningkatkan kekeruhan, sementara tingginya beban bahan organik dapat menggerus ketersediaan oksigen bagi kehidupan di dalam sungai. Keberadaan logam terlarut dan fecal coliform turut memperbesar risiko terhadap ekosistem maupun kesehatan masyarakat.

Berdasarkan pemantauan lanjutan, air yang terindikasi tercemar telah mencapai Pangkalan 6, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang. Alirannya kemudian terus bergerak menuju kawasan Delta Pekayon, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menyatakan titik awal yang diduga menjadi sumber pencemaran berada di wilayah administratif Kabupaten Bogor. Namun, sumber pencemar secara spesifik masih membutuhkan penelusuran dan pembuktian lebih lanjut.

Riwayat tekanan terhadap Kali Cileungsi sebenarnya bukan perkara baru. Pada Maret 2025, DLH Kabupaten Bogor bersama Satpol PP pernah menyegel tempat pemrosesan akhir sampah tidak berizin di Desa Cicadas dan Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri. Penindakan dilakukan setelah muncul pengaduan mengenai pembuangan sampah di bantaran Sungai Cileungsi.

Peristiwa tersebut tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan pencemaran terbaru. Namun, catatan itu menunjukkan bahwa kawasan aliran Kali Cileungsi telah lama menghadapi tekanan dari aktivitas manusia yang tidak sepenuhnya terkendali.

Penanganan Tak Boleh Berhenti pada Surat

DLH Kota Bekasi telah mengirimkan surat kepada Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, DLH Provinsi Jawa Barat, dan DLH Kabupaten Bogor. Koordinasi diminta untuk mempercepat penanganan pencemaran yang dampaknya telah melintasi batas wilayah.

Langkah tersebut penting, tetapi surat hanyalah pintu pertama, bukan titik akhir. Penanganan perlu dilanjutkan melalui pemeriksaan bersama dari hulu ke hilir, pelacakan saluran pembuangan, identifikasi kegiatan usaha di sepanjang aliran, serta pengujian tambahan pada titik-titik yang dicurigai.

Hasil laboratorium secara lengkap juga patut dibuka kepada masyarakat. Publik perlu mengetahui lokasi pengambilan sampel, kadar setiap parameter, tingkat pencemaran, serta kemungkinan dampaknya terhadap warga yang beraktivitas di sekitar sungai.

Jika sumber pencemaran telah ditemukan, penanganannya tidak cukup berhenti pada teguran administratif. Pemulihan lingkungan, penghentian sumber pencemar, dan penegakan hukum harus berjalan beriringan.

Kali Cileungsi merupakan bagian dari sistem aliran yang bermuara ke Kali Bekasi. Karena itu, kelalaian di wilayah hulu akan selalu menghadirkan tagihan bagi masyarakat di hilir. Air yang tercemar mungkin terus mengalir, tetapi tanggung jawab pemerintah tidak boleh ikut hanyut bersamanya. (NS/AS)

[td_block_2 limit="7" offset="1" category_id=""]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

1.500 Mangrove Pangandaran Ditanam di Pelabuhan Cikidang

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Sebanyak 1.500 bibit mangrove Pangandaran jenis...

Ekonomi Kreatif Tasikmalaya Dijajaki Bersama BI, Digitalisasi UMKM Masuk Pembahasan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pengembangan ekonomi kreatif Tasikmalaya menjadi salah satu...

Satlantas Pangandaran Tindak Truk ODOL hingga Pengendara Tanpa Helm

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Satlantas Pangandaran menindak sejumlah pelanggaran lalu lintas...

Infaq ASN Pangandaran “Serba 14”di Milangkala, Begini Penjelasannya

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Surat imbauan Pemerintah Kabupaten Pangandaran...

Rata-Rata Lama Sekolah di Priangan Timur: Terendah di Tasikmalaya, Kesenjangan Gender Terlebar di Garut

lintaspriangan.com, BERITA PRIANGAN TIMUR. Hari Guru Sedunia yang diperingati...

JAWA BARAT

Geger Video Rutan Depok Pesta Disko, 2 Petugas Diperiksa: Bagaimana Barang Terlarang Bisa Masuk?

lintaspriangan.com, BERITA DEPOK. Video sejumlah orang berjoget dengan suasana...

Dua Event Jawa Barat Digelar 4 Oktober, Jazz di Bandung dan Trail Run di Garut

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Dua event Jawa Barat berlangsung...

Jembatan Paledang-Pasir Jaya Capai 95 Persen, Ditargetkan Diresmikan Pertengahan Oktober

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Pembangunan Jembatan Paledang-Pasir Jaya di Kota...

2.300 Lowongan Kerja Subang Dibuka, Pendaftaran Operator BYD Berakhir 4 Oktober

lintaspriangan.com, BERITA SUBANG. Sebanyak 2.300 lowongan kerja Subang tersedia...

Gempa Sukabumi M 4,2 Terasa hingga Cianjur, Pusat Gempa di Laut

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Gempa Sukabumi bermagnitudo 4,2 terjadi pada...

PT Wemade Indonesia Jaya di Bongas Kulon, Dari Lapangan Kerja Lokal hingga Pasar Amerika

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Di tengah berkembangnya kawasan industri di...

Papandayan Jazz Festival 2026 Dimulai Hari Ini, Ruth Sahanaya hingga Diskoria Tampil di Bandung

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Papandayan Jazz Festival 2026 dimulai di The...

Proyek Data Center AI Jatiluhur Disetop, AMDAL dan PBG Belum Rampung

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Pembangunan data center AI Jatiluhur di Kabupaten...

Olahraga

Popular Categories