Rata-Rata Lama Sekolah di Priangan Timur: Terendah di Tasikmalaya, Kesenjangan Gender Terlebar di Garut

lintaspriangan.com, BERITA PRIANGAN TIMUR. Hari Guru Sedunia yang diperingati setiap 5 Oktober menjadi momentum untuk melihat kembali wajah pendidikan, bukan hanya dari ruang kelas dan nasib para guru, tetapi juga dari seberapa lama masyarakat memperoleh pendidikan formal.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan adanya jarak yang cukup lebar antarwilayah di Priangan Timur.

Hari Guru Sedunia 2026 sendiri diperingati pada Senin, 5 Oktober. UNESCO tahun ini mengangkat tema “Standing with teachers: 60 years of protecting the profession, advancing its status and shaping our futures”, sekaligus menandai 60 tahun Rekomendasi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO)/UNESCO 1966 tentang Status Guru.

Berdasarkan hasil pengolahan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dipublikasikan BPS Jawa Barat, rata-rata lama sekolah penduduk berusia 15 tahun ke atas di enam kabupaten/kota Priangan Timur pada 2025 adalah:

Kota Tasikmalaya: 9,66 tahun
Kota Banjar: 9,09 tahun
Kabupaten Ciamis: 8,53 tahun
Kabupaten Pangandaran: 8,23 tahun
Kabupaten Garut: 8,22 tahun
Kabupaten Tasikmalaya: 8,15 tahun

Dengan demikian, Tasikmalaya yang dimaksud sebagai daerah dengan rata-rata lama sekolah terendah dalam perbandingan ini adalah Kabupaten Tasikmalaya, dengan angka 8,15 tahun.

Angka tersebut terpaut 1,51 tahun dibanding Kota Tasikmalaya yang mencapai 9,66 tahun.

Perbedaan itu menarik karena kedua wilayah sama-sama menyandang nama Tasikmalaya, bahkan berbatasan langsung. Namun dari indikator lama sekolah, jaraknya setara sekitar satu setengah tahun pendidikan formal.

Hanya Kota Tasikmalaya Melampaui Rata-rata Jawa Barat

BPS mencatat rata-rata lama sekolah penduduk berusia 15 tahun ke atas Jawa Barat pada 2025 mencapai 9,46 tahun.

Artinya, dari enam kabupaten/kota yang dibandingkan di Priangan Timur, hanya Kota Tasikmalaya dengan 9,66 tahun yang berada di atas rata-rata Jawa Barat.

Kota Banjar berada di posisi kedua dengan 9,09 tahun, tetapi masih terpaut 0,37 tahun dari angka provinsi.

Sementara Ciamis berada pada 8,53 tahun, Pangandaran 8,23 tahun, Garut 8,22 tahun, dan Kabupaten Tasikmalaya 8,15 tahun.

BPS mendefinisikan rata-rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas sebagai rerata waktu yang telah ditempuh penduduk berumur 15 tahun ke atas dalam menyelesaikan seluruh jenjang pendidikan formal yang pernah dijalani.

Dalam penghitungannya, jenjang pendidikan dikonversikan ke dalam tahun sekolah. Tamat Sekolah Dasar (SD), misalnya, dihitung enam tahun, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sembilan tahun, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) 12 tahun.

Karena itu, angka 8,15 tahun di Kabupaten Tasikmalaya tidak berarti setiap warga berhenti sekolah tepat pada tahun kedelapan. Angka tersebut merupakan nilai rata-rata dari keseluruhan penduduk yang menjadi cakupan penghitungan.

Garut Punya Kesenjangan Gender Terlebar

Potret lain muncul ketika data pendidikan dibedah berdasarkan jenis kelamin.

Dalam tabel Komponen Indeks Pembangunan Gender (IPG) — Rata-rata Lama Sekolah tahun 2025, BPS mencatat laki-laki di Kabupaten Garut memiliki rata-rata lama sekolah 8,20 tahun, sedangkan perempuan 7,51 tahun.

Selisihnya mencapai 0,69 tahun, terbesar di antara enam daerah Priangan Timur.

Urutan kesenjangan rata-rata lama sekolah laki-laki dan perempuan di Priangan Timur adalah:

Garut: 0,69 tahun — laki-laki 8,20; perempuan 7,51.
Kota Banjar: 0,67 tahun — laki-laki 9,26; perempuan 8,59.
Pangandaran: 0,53 tahun — laki-laki 8,42; perempuan 7,89.
Kota Tasikmalaya: 0,38 tahun — laki-laki 9,79; perempuan 9,41.
Kabupaten Tasikmalaya: 0,27 tahun — laki-laki 8,12; perempuan 7,85.
Ciamis: 0,16 tahun — laki-laki 8,33; perempuan 8,17.

Ciamis dengan demikian memiliki jarak paling kecil antara rata-rata lama sekolah laki-laki dan perempuan di Priangan Timur.

Menariknya, kesenjangan Garut sebesar 0,69 tahun juga sedikit lebih lebar dibanding kesenjangan tingkat Jawa Barat. Pada 2025, BPS mencatat rata-rata lama sekolah laki-laki Jawa Barat sebesar 9,46 tahun, sedangkan perempuan 8,81 tahun, atau berbeda 0,65 tahun.

Data berdasarkan jenis kelamin tersebut berasal dari seri Komponen IPG Rata-rata Lama Sekolah, sedangkan pemeringkatan enam daerah pada bagian awal menggunakan indikator rata-rata lama sekolah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Keduanya merupakan seri statistik BPS yang berbeda sehingga angka pada masing-masing seri perlu dibaca sesuai indikatornya.

Ada Puluhan Ribu Warga Belajar melalui PKBM

Potret pendidikan Priangan Timur menjadi lebih menarik ketika data BPS tersebut disandingkan dengan data administratif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Data Referensi Pendidikan Kemendikdasmen per 3 Oktober 2026 mencatat puluhan ribu peserta didik di Priangan Timur mengikuti pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Jumlahnya:

Kabupaten Garut: 38.857 peserta didik
Kabupaten Tasikmalaya: 9.890 peserta didik
Kabupaten Ciamis: 9.803 peserta didik
Kota Tasikmalaya: 2.430 peserta didik
Kabupaten Pangandaran: 1.856 peserta didik
Kota Banjar: 1.105 peserta didik.

Angka Garut mencolok. Jumlah peserta didik PKBM di daerah itu hampir empat kali jumlah di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.

Namun angka tersebut tidak dapat langsung diterjemahkan sebagai jumlah anak putus sekolah. Peserta PKBM dapat berasal dari latar belakang pendidikan dan usia yang berbeda. Besarnya populasi masing-masing daerah juga berbeda.

Data tersebut lebih tepat dibaca sebagai gambaran besarnya ruang pendidikan nonformal yang hidup di masing-masing wilayah.

Garut Punya 619 Layanan Kesetaraan

Gambaran itu semakin terlihat dalam data program pendidikan kesetaraan Kemendikdasmen.

Garut tercatat memiliki 619 program atau layanan kesetaraan, terdiri dari 104 Paket A, 236 Paket B, dan 279 Paket C.

Jumlah itu jauh lebih banyak dibanding daerah lain di Priangan Timur.

Kabupaten Tasikmalaya memiliki 138 layanan, terdiri dari 22 Paket A, 57 Paket B, dan 59 Paket C.

Kabupaten Ciamis memiliki 97 layanan: 15 Paket A, 41 Paket B, dan 41 Paket C.

Kota Tasikmalaya memiliki 48 layanan: 8 Paket A, 20 Paket B, dan 20 Paket C.

Kota Banjar memiliki 37 layanan: 6 Paket A, 15 Paket B, dan 16 Paket C.

Sementara Pangandaran memiliki 31 layanan, terdiri dari 5 Paket A, 13 Paket B, dan 13 Paket C.

Paket A merupakan pendidikan kesetaraan setingkat SD, Paket B setingkat SMP, sedangkan Paket C setingkat SMA.

Data ini membuka sisi lain dari pembicaraan tentang rata-rata lama sekolah. Pendidikan tidak selalu berhenti ketika seseorang keluar dari jalur sekolah formal. Ada pendidikan kesetaraan yang menyediakan jalan untuk kembali melanjutkan jenjang pendidikan.

Garut, misalnya, berada pada posisi kedua terendah dalam rata-rata lama sekolah penduduk 15 tahun ke atas, sekaligus memiliki kesenjangan rata-rata lama sekolah laki-laki dan perempuan terbesar di Priangan Timur.

Pada saat yang sama, Garut juga tercatat memiliki ekosistem pendidikan kesetaraan terbesar secara jumlah: 619 layanan, dengan 38.857 peserta didik tercatat di PKBM.

Dua kelompok data tersebut tidak serta-merta memiliki hubungan sebab-akibat. Namun ketika dibaca berdampingan, keduanya menunjukkan bahwa persoalan pendidikan tidak selesai hanya dengan melihat berapa banyak sekolah formal yang berdiri.

Pertanyaan lainnya adalah: apa yang terjadi ketika seseorang tidak dapat menuntaskan pendidikan melalui jalur formal, dan seberapa luas jalan untuk membawanya kembali belajar?

Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Berada di Dua Ujung

Salah satu kontras paling mencolok justru terjadi di Tasikmalaya.

Kota Tasikmalaya menempati posisi tertinggi di Priangan Timur dalam rata-rata lama sekolah penduduk 15 tahun ke atas dengan 9,66 tahun. Pada saat yang sama, Kabupaten Tasikmalaya berada di posisi terbawah dengan 8,15 tahun.

Selisih 1,51 tahun antara dua wilayah bertetangga tersebut menunjukkan bahwa persoalan pendidikan tidak cukup dibaca berdasarkan kedekatan geografis.

Data Kemendikdasmen juga memperlihatkan besarnya skala pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya. Per 3 Oktober 2026, tercatat 370.111 peserta didik dalam basis data pendidikan Kemendikdasmen. Kota Tasikmalaya tercatat 154.417 peserta didik.

Besarnya jumlah peserta didik tentu tidak dapat dibandingkan mentah-mentah sebagai ukuran keberhasilan karena jumlah penduduk dan luas wilayah kedua daerah berbeda.

Namun angka tersebut memperlihatkan besarnya tantangan yang harus ditangani Kabupaten Tasikmalaya: menjaga ratusan ribu peserta didik tetap memperoleh akses pendidikan sekaligus memperbaiki akumulasi capaian pendidikan masyarakat yang saat ini tercermin dalam rata-rata lama sekolah.

Ketersediaan sekolah, akses transportasi, kondisi ekonomi keluarga, karakter wilayah perkotaan dan perdesaan, hingga kemampuan mempertahankan anak tetap berada dalam pendidikan formal dapat ikut membentuk capaian suatu daerah. Namun data rata-rata lama sekolah sendiri tidak menjelaskan penyebab perbedaan tersebut sehingga faktor penyebabnya membutuhkan data dan kajian tersendiri.

Data ini juga tidak dapat dibaca sebagai “nilai” bagi guru di masing-masing daerah. Rata-rata lama sekolah menggambarkan akumulasi perjalanan pendidikan masyarakat dalam waktu panjang dan dipengaruhi banyak faktor di luar proses belajar mengajar di sekolah.

Namun tepat pada Hari Guru Sedunia, angka-angka tersebut memberikan satu cermin penting: kesempatan mengenyam pendidikan di Priangan Timur belum menghasilkan capaian yang seragam.

Di satu kawasan yang secara geografis saling berdekatan, Kota Tasikmalaya sudah mencatat rata-rata lama sekolah 9,66 tahun. Hanya melintasi satu batas administrasi, Kabupaten Tasikmalaya masih berada pada 8,15 tahun.

Di Garut, pekerjaan rumah lainnya terlihat dari jarak pendidikan laki-laki dan perempuan yang menjadi paling lebar di antara daerah-daerah Priangan Timur. Di sisi lain, puluhan ribu orang tercatat belajar melalui PKBM, menunjukkan bahwa ruang belajar juga berlangsung di luar bangku sekolah formal.

Hari Guru Sedunia pada akhirnya bukan hanya kesempatan berbicara tentang siapa yang berdiri di depan kelas.

Ada pertanyaan yang lebih panjang: berapa lama masyarakat bisa bertahan dalam pendidikan, apakah kesempatan itu telah dirasakan secara setara oleh laki-laki dan perempuan, dan ketika seseorang terlempar dari jalur sekolah formal, apakah jalan untuk kembali belajar tersedia cukup lebar? (NS/AS)

[td_block_2 limit="7" offset="1" category_id=""]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Dua Event Jawa Barat Digelar 4 Oktober, Jazz di Bandung dan Trail Run di Garut

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Dua event Jawa Barat berlangsung...

Kecelakaan Kapal Nelayan Tasikmalaya Dua Nelayan Ditemukan Tewas, Operasi SAR Berakhir

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pencarian dua nelayan yang hilang akibat...

Operasi Bibir Sumbing Gratis di Tasikmalaya Berlanjut 4 Oktober

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Operasi bibir sumbing dan celah langit-langit...

Insentif SPPG Berubah Jadi Rp2.000 per Porsi Mulai 5 Oktober

lintaspriangan.com, BERITA PRIANGAN TIMUR. Skema insentif SPPG dalam Program...

Krisis Air Bersih Warga Warung Cikopi Buat Kebutuhan Sehari-hari Tersendat

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Krisis Air Bersih Warga Warung Cikopi...

JAWA BARAT

Dua Event Jawa Barat Digelar 4 Oktober, Jazz di Bandung dan Trail Run di Garut

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Dua event Jawa Barat berlangsung...

Jembatan Paledang-Pasir Jaya Capai 95 Persen, Ditargetkan Diresmikan Pertengahan Oktober

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Pembangunan Jembatan Paledang-Pasir Jaya di Kota...

2.300 Lowongan Kerja Subang Dibuka, Pendaftaran Operator BYD Berakhir 4 Oktober

lintaspriangan.com, BERITA SUBANG. Sebanyak 2.300 lowongan kerja Subang tersedia...

Gempa Sukabumi M 4,2 Terasa hingga Cianjur, Pusat Gempa di Laut

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Gempa Sukabumi bermagnitudo 4,2 terjadi pada...

PT Wemade Indonesia Jaya di Bongas Kulon, Dari Lapangan Kerja Lokal hingga Pasar Amerika

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Di tengah berkembangnya kawasan industri di...

Papandayan Jazz Festival 2026 Dimulai Hari Ini, Ruth Sahanaya hingga Diskoria Tampil di Bandung

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Papandayan Jazz Festival 2026 dimulai di The...

Proyek Data Center AI Jatiluhur Disetop, AMDAL dan PBG Belum Rampung

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Pembangunan data center AI Jatiluhur di Kabupaten...

Santunan PT Wemade Indonesia Jaya, Sejumlah Anak Yatim di Bongas Kulon Terima Sembako dan Uang Saku

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Kepedulian terhadap masyarakat sekitar mulai ditunjukkan...

Olahraga

Popular Categories