lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. PSGC Ciamis menunjukkan respons positif setelah kekalahan dari Semen Padang. Bertanding di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (3/10/2026), Laskar Singacala menaklukkan Persiku Kudus dengan skor 2-1 dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027.
Kemenangan PSGC Ciamis tidak diraih dengan mudah. Sempat unggul lebih dulu, tim asal Tatar Galuh itu harus menerima skor kembali imbang pada babak kedua sebelum akhirnya gol Cahaya mengembalikan keunggulan sekaligus mengunci tiga poin.
Hasil tersebut membuat PSGC kini mengoleksi enam poin dari empat pertandingan, hasil dua kemenangan dan dua kekalahan. Kemenangan di Bantul juga menjadi respons langsung setelah sebelumnya PSGC kalah 0-2 dari Semen Padang.
Ghani Fathir Buka Jalan Kemenangan PSGC
Persiku Kudus mencoba mengambil inisiatif sejak pertandingan dimulai. Namun, PSGC perlahan mampu keluar dari tekanan dan membangun serangan yang lebih terorganisasi.
Sejumlah peluang mulai tercipta. Aldi Imron sempat menguji penjaga gawang Persiku melalui tendangan dari luar kotak penalti. Setelah itu, Darrell dan Ezechiel juga mendapat kesempatan untuk membuka keunggulan.
Tekanan PSGC akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-25.
Ghani Fathir berhasil memanfaatkan celah di lini pertahanan Persiku setelah menerima umpan lambung. Berhadapan dengan penjaga gawang, Ghani mampu menuntaskan peluang tersebut menjadi gol.
PSGC pun memimpin 1-0.
Persiku berusaha memberikan respons sebelum turun minum. Namun, peluang yang didapat belum mampu mengubah kedudukan.
PSGC bahkan nyaris menggandakan keunggulan menjelang babak pertama berakhir. Tembakan Kaka Reda membentur tiang gawang sebelum bola kembali berada di sekitar area pertahanan Persiku.
Keunggulan 1-0 PSGC bertahan hingga turun minum.
Persiku Menyamakan Skor, PSGC Tidak Panik
Memasuki babak kedua, Persiku melakukan perubahan komposisi untuk meningkatkan tekanan. PSGC masih sempat mendapatkan peluang, tetapi penyelesaian akhir belum menghasilkan gol kedua.
Situasi berubah pada menit ke-54.
Serangan Persiku berawal dari umpan lambung Tegar yang diteruskan Barata. Bola kemudian sampai kepada Mufid yang berdiri dalam posisi cukup bebas.
Mufid tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan mencetak gol dari jarak dekat.
Skor berubah menjadi 1-1.
Gol penyama membuat pertandingan kembali terbuka. Persiku mencoba memanfaatkan momentum, sementara PSGC harus menemukan cara untuk kembali menguasai permainan.
Pelatih PSGC kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain. Athaya dan Surya masuk menggantikan Kevin dan Darrell, sebelum perubahan berikutnya dilakukan dengan memasukkan Cahaya dan Akmal Juanda.
Cahaya Muncul sebagai Penentu
Keputusan tersebut akhirnya memberikan hasil.
Lima menit setelah masuk lapangan, Cahaya berhasil mencetak gol yang kembali membawa PSGC unggul.
Gol tersebut lahir dari umpan datar yang kemudian diselesaikan Cahaya menggunakan kaki kiri.
PSGC berbalik memimpin 2-1.
Setelah kembali unggul, PSGC tidak sepenuhnya bermain bertahan. Laskar Singacala masih memiliki beberapa peluang untuk memperbesar jarak, termasuk melalui Akmal Juanda dan Athaya.
Namun, tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Persiku Mengejar, Pertahanan PSGC Bertahan
Persiku tidak berhenti mengejar gol penyama. Tekanan semakin terasa ketika pertandingan memasuki 10 menit terakhir.
Pada menit ke-81, Willian mencoba memanfaatkan situasi bola mati dengan sebuah tendangan akrobatik. Namun, penjaga gawang PSGC mampu menggagalkan peluang tersebut.
PSGC kemudian berusaha mengendalikan permainan melalui kombinasi umpan pendek. Athaya sempat mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan pada menit ke-87, tetapi bola masih melebar.
Memasuki masa tambahan waktu, Persiku kembali meningkatkan tekanan. PSGC harus menjaga konsentrasi agar keunggulan yang sudah berada di tangan tidak kembali terlepas.
Barisan pertahanan PSGC akhirnya mampu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Skor akhir Persiku Kudus 1-2 PSGC Ciamis.
Enam Poin dari Empat Pertandingan
Kemenangan atas Persiku Kudus membuat PSGC Ciamis mengumpulkan enam poin dari empat pertandingan. Catatan tersebut berasal dari dua kemenangan dan dua kekalahan.
Hasil di Bantul sekaligus menjadi jawaban PSGC setelah kekalahan dari Semen Padang pada pekan sebelumnya. Laskar Singacala kini memiliki momentum untuk kembali memperbaiki posisi dalam persaingan Pegadaian Championship 2026/2027.
Pelatih PSGC Heri Kiswanto menyebut evaluasi tetap diperlukan meski tim berhasil mengamankan tiga poin. Ia mengapresiasi permainan anak asuhnya yang mampu menjalankan target meraih kemenangan.
Pekerjaan PSGC belum selesai. Setelah kemenangan 2-1 atas Persiku Kudus, Laskar Singacala dijadwalkan menghadapi Adhyaksa FC Bekasi pada 10 Oktober 2026 di Stadion Patriot Chandra Bhaga.
Tiga poin dari Bantul menjadi modal penting bagi PSGC Ciamis. Yang menarik kini bukan lagi sekadar bagaimana Laskar Singacala menang, tetapi apakah momentum tersebut mampu dipertahankan pada pertandingan berikutnya. (FSL/HS)
