lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Sebanyak 1.500 bibit mangrove Pangandaran jenis Rhizophora ditanam di kawasan Pelabuhan Cikidang, Kabupaten Pangandaran, dalam kegiatan konservasi pesisir yang digelar pada 26 September 2026. Informasi penanaman tersebut dipublikasikan penyelenggara pada 2 Oktober 2026.
Kegiatan itu melibatkan PT Suzuki Indomobil Sales, Pandu Laut Nusantara, Susi Air, nelayan, perwakilan institusi pendidikan, serta komunitas lokal. Menurut keterangan penyelenggara, sebanyak 75 orang mengikuti rangkaian penanaman di kawasan pelabuhan tersebut.
Penanaman Dilanjutkan Setelah Program 2024
Penanaman mangrove Pangandaran di Pelabuhan Cikidang merupakan kelanjutan The Indonesian Coastal Greenbelt Project yang dimulai pada 2024. Dalam program sebelumnya, penyelenggara mencatat 10.000 tanaman telah ditanam di kawasan Pangandaran dan Madasari.
Rincian program 2024 terdiri atas 7.000 Scaevola taccada atau tanaman yang disebut penyelenggara sebagai mangrove pasir dan 3.000 Rhizophora. Penanaman saat itu dilakukan di kawasan Pantai Pangandaran dan perairan Madasari.
Pada 2026, sebanyak 1.500 bibit Rhizophora kembali ditanam di Pelabuhan Cikidang. Jika dihitung berdasarkan angka yang dipublikasikan penyelenggara untuk dua tahap tersebut, keseluruhan tanaman yang telah ditanam dalam rangkaian program sejak 2024 mencapai 11.500 tanaman.
Pelabuhan Cikidang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu kawasan aktivitas perikanan masyarakat setempat. Penyelenggara menyebut penanaman diarahkan untuk mendukung perlindungan kawasan pesisir dari abrasi serta menjaga ekosistem di sekitar pantai.
Nelayan dan Komunitas Lokal Dilibatkan
Selain penanaman, peserta mendapat penjelasan mengenai teknik menanam dan merawat mangrove. Kegiatan juga menghadirkan Ketua Rukun Nelayan Dusun Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Sugito, untuk membagikan pengalaman pengelolaan kawasan konservasi mangrove.
Chief of Operation PT ASI Pudjiastuti Aviation atau Susi Air, Melinasary Amini, dalam keterangan resmi menyebut kolaborasi penanaman di Pangandaran telah berlangsung sejak 2024. Ia juga menekankan pentingnya pemeliharaan setelah bibit ditanam.
Program mangrove Pangandaran sebelumnya juga disebut dalam profil perusahaan Suzuki 2025 sebagai bagian dari kegiatan lingkungan perusahaan. Dokumen itu mencatat penanaman 10.000 tanaman di kawasan Pangandaran dan Madasari pada November 2024.
Penanaman 1.500 bibit di Pelabuhan Cikidang menambah lokasi kegiatan konservasi dalam program tersebut. Namun, keterangan resmi terbaru belum memuat data mengenai tingkat hidup tanaman dari penanaman sebelumnya maupun target keberhasilan bibit yang ditanam pada 2026.
Karena itu, perkembangan program berikutnya akan bergantung pada pemantauan dan perawatan setelah penanaman, bukan hanya jumlah bibit yang ditanam pada hari kegiatan. (NS/AS)
