lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Persaingan Indonesia dalam klasemen medali Asian Games 2026 kembali menarik perhatian setelah Kontingen Merah Putih menambah empat medali pada Sabtu (3/10/2026). Tambahan tersebut terdiri atas tiga perak dan satu perunggu.
Hasil itu belum cukup mengubah posisi Indonesia dari peringkat 15 klasemen medali Asian Games 2026. Namun, jarak dengan Taiwan yang berada satu tingkat di atasnya masih terbuka untuk dikejar.
Hingga Sabtu malam pukul 21.00 WIB, Indonesia mengoleksi lima medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Total 39 medali telah dibawa pulang kontingen Merah Putih dari Aichi-Nagoya.
Indonesia Tambah Empat Medali dalam Sehari
Tiga medali perak Indonesia datang dari tiga cabang olahraga berbeda, yakni sepak takraw, voli pantai, dan padel. Sementara satu perunggu juga disumbangkan padel.
Di sepak takraw, tim putra Indonesia harus puas dengan medali perak nomor quadrant setelah kalah dari Jepang dalam pertandingan tiga gim dengan skor 15-17, 15-9, 12-15.
Medali perak berikutnya datang dari voli pantai putra. Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi harus mengakui keunggulan pasangan Qatar, Cherif Samba/Ahmed Janko, dalam pertarungan tiga set.
Sementara itu, padel menjadi cabang olahraga yang menghasilkan dua medali sekaligus untuk Indonesia.
Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatani meraih perak setelah kalah dari pasangan Jepang Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto di final. Adapun Beatrice Gumulya/Novela Putria mengamankan perunggu usai menang telak atas pasangan Filipina.
Posisi Indonesia Masih di Bawah Taiwan
Tambahan empat medali tersebut belum mengangkat posisi Indonesia karena negara-negara lain juga terus mengumpulkan medali.
Indonesia berada di peringkat 15 dengan catatan lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Di atasnya terdapat Taiwan atau Chinese Taipei yang mengoleksi lima emas, 17 perak, dan 33 perunggu.
Dengan demikian, Indonesia masih tertinggal dalam jumlah medali perak maupun perunggu meski sama-sama mengantongi lima emas.
Malaysia berada di posisi 11 dengan sembilan emas, tujuh perak, dan 16 perunggu. Thailand juga masih jauh di depan Indonesia dengan 18 emas, 13 perak, dan 21 perunggu.
Sementara China masih kokoh di puncak klasemen dengan 169 emas, 89 perak, dan 83 perunggu. Jepang berada di posisi kedua, disusul Korea Selatan.
Daniel Marthin, Salah Satu Wajah Emas Indonesia
Di tengah pergerakan klasemen tersebut, nama Daniel Marthin menjadi salah satu sorotan dari kontingen Indonesia.
Daniel menjadi bagian dari pasangan Leo Rolly Carnando yang berhasil menyumbangkan dua medali emas untuk Indonesia. Emas pertama diraih dari nomor beregu putra, sedangkan emas kedua datang dari nomor ganda putra.
Pada final beregu putra, Leo/Daniel tampil penting ketika Indonesia menghadapi China. Mereka mengalahkan He Ji Ting/Liu Yi dengan skor 23-21, 21-10 sehingga kedudukan kembali imbang 2-2 sebelum Indonesia memastikan kemenangan.
Di nomor ganda putra, tantangan kembali datang dari China. Leo/Daniel menghadapi Liang Wei Keng/Wang Chang dalam partai final yang berlangsung ketat.
Setelah kehilangan gim pertama, pasangan Indonesia bangkit dan merebut dua gim berikutnya dengan skor 19-21, 21-13, 21-18 untuk memastikan medali emas.
Catatan tersebut membuat Daniel menjadi salah satu atlet Indonesia dengan dua emas pada Asian Games 2026. Laman PB Djarum juga mencatat dua emas Asian Games tersebut sebagai bagian dari prestasi terbaru Daniel.
Dari Klub hingga Pelatnas PBSI
Perjalanan Daniel menuju panggung Asian Games tidak berlangsung singkat.
Lahir di Jakarta pada 31 Juli 2001, Daniel mulai mengenal bulu tangkis ketika berusia tujuh tahun. Ia sempat mendapat pembinaan di klub Maxxer sebelum kemudian bergabung dengan PB Djarum.
Daniel masuk Pelatnas PBSI pada 2017. Di level senior, perjalanannya bersama Leo Rolly Carnando juga sempat mengalami perubahan.
Keduanya pernah dipisahkan pada 2024. Daniel kemudian berpasangan dengan Muhammad Shohibul Fikri, sedangkan Leo bermain bersama Bagas Maulana.
Namun, pasangan Leo/Daniel kembali dipertemukan pada 2026. Keputusan tersebut langsung menghasilkan rangkaian prestasi, termasuk gelar Thailand Open dan Taipei Open sebelum keduanya tampil di Asian Games.
Untuk pendidikan formal, informasi mengenai sekolah Daniel dari jenjang SD hingga perguruan tinggi belum banyak dipublikasikan. Profil PBSI yang dikutip Okezone juga lebih banyak mencatat perjalanan pembinaan olahraga Daniel dibandingkan riwayat pendidikan formalnya.
Indonesia Masih Punya Peluang Mengubah Klasemen
Posisi Indonesia di peringkat 15 belum menggambarkan berakhirnya perburuan medali. Sejumlah cabang masih menjadi sumber peluang bagi Merah Putih.
Namun, tantangannya bukan hanya menambah jumlah medali. Indonesia membutuhkan tambahan emas untuk mengerek posisi secara signifikan karena klasemen Asian Games menggunakan jumlah emas sebagai penentu utama peringkat.
Situasi tersebut membuat perolehan medali emas menjadi bagian paling penting dalam sisa persaingan.
Setelah menambah empat medali pada Sabtu, Indonesia kini memiliki 39 medali secara keseluruhan. Angka tersebut terdiri atas lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
Di satu sisi, jarak Indonesia dengan Taiwan masih terbuka. Di sisi lain, Malaysia dan Thailand menunjukkan bahwa persaingan negara-negara Asia Tenggara juga belum selesai.
Dengan pertandingan yang masih tersisa, klasemen Asian Games 2026 masih sangat mungkin berubah. Bagi Indonesia, tantangannya kini sederhana tetapi tidak ringan: mengubah peluang menjadi emas.(HS)
