lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Chelsea vs AC Milan akan menghadirkan aroma sepak bola Eropa di jantung Jakarta. Dua raksasa lintas liga itu bertemu dalam pertandingan pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu, 8 Agustus 2026, mulai pukul 19.00 WIB.
Ini bukan sekadar laga pemanasan sebelum kompetisi Eropa bergulir. Chelsea datang dengan proyek baru bersama Xabi Alonso, sedangkan AC Milan berada di bawah kendali Rúben Amorim. Pertemuan di GBK sekaligus menjadi duel pertama kedua klub di Indonesia—bahkan pertandingan Chelsea melawan Milan yang pertama digelar di Asia.
Dua Pelatih Baru Menguji Racikannya
Chelsea datang ke Jakarta setelah menjalani rangkaian tur di Australia dan Hong Kong. The Blues membuka pramusim dengan kemenangan riuh 6-4 atas Western Sydney Wanderers, tetapi kemudian takluk tipis 0-1 dari Juventus di Hong Kong.
Laga Chelsea vs AC Milan menjadi kesempatan bagi Xabi Alonso untuk kembali menguji gagasan permainannya. Sejak mengambil alih kursi pelatih, Alonso mencoba menanamkan permainan progresif, penguasaan bola yang rapi, serta fleksibilitas taktik.
Sejumlah pemain utama masuk dalam rombongan Chelsea, antara lain Cole Palmer, Moises Caicedo, Joao Pedro, Nicolas Jackson, Jamie Gittens, Estevao Willian, Romeo Lavia, serta Liam Delap. Danny Welbeck dan Mykhailo Mudryk juga telah mendapat menit bermain saat menghadapi Juventus.
AC Milan tiba dengan modal dua hasil imbang. Rossoneri bermain 2-2 melawan Celtic di Glasgow, lalu menahan Inter Milan 1-1 dalam Derby della Madonnina yang dipindahkan ke Perth, Australia.
Rúben Amorim membawa barisan pemain yang tidak kalah mentereng. Luka Modrić, Rafael Leão, Christopher Nkunku, Ruben Loftus-Cheek, Fikayo Tomori, Youssouf Fofana, Samuele Ricci, dan Alexis Saelemaekers termasuk dalam rombongan tur ke Australia dan Indonesia.
Laga di GBK menjadi medan uji menarik. Chelsea memiliki energi pemain muda dan kecepatan di lini serang, sedangkan Milan membawa perpaduan daya ledak, kematangan, dan keterampilan mengelola tempo.
GBK Menjadi Panggung Reuni Dua Raksasa
Bagi Chelsea, Jakarta bukan kota asing. The Blues pernah datang pada 2013 dan mengalahkan BNI Indonesia All-Stars dengan skor 8-1 di stadion yang sama. Eden Hazard, John Terry, Ramires, Romelu Lukaku, Demba Ba, dan Bertrand Traore ikut meramaikan pesta gol tersebut.
Chelsea melalui laman resminya mengenang kunjungan itu sebagai salah satu penyambutan paling bergairah yang pernah diterima klub dalam sebuah tur. Lebih dari 80.000 penonton saat itu memenuhi GBK.
AC Milan memiliki ingatan yang lebih jauh. Rossoneri pernah tampil di GBK pada 1994 menghadapi Persib Bandung. Setelah lebih dari tiga dasawarsa, klub peraih tujuh gelar kompetisi utama Eropa itu kembali menyapa pendukungnya di Indonesia.
Indonesia bahkan disebut AC Milan sebagai negara dengan jumlah pendukung Rossoneri terbanyak ketiga di dunia. Berdasarkan data Nielsen yang dikutip laman resmi AC Milan, jumlah penggemarnya di Indonesia diperkirakan mencapai 40 juta orang.
Pertemuan besok juga mempertemukan dua warisan besar Eropa. Chelsea datang sebagai juara Piala Dunia Antarklub dan dua kali kampiun Liga Champions. AC Milan membawa sejarah tujuh gelar di panggung utama Eropa.
Tiket pertandingan dijual melalui kanal resmi yang ditautkan klub dan platform GOERS, dengan ketersediaan mengikuti stok terakhir. Bagi penonton yang tidak datang ke GBK, seluruh rangkaian pramusim Chelsea dijadwalkan tersedia melalui layanan CFC+, dengan pembatasan wilayah mengikuti ketentuan penyiaran.
Sabtu malam, GBK tidak hanya menjadi bangunan beton yang dijejali puluhan ribu penonton. Stadion kebanggaan Indonesia itu akan berubah menjadi pertemuan dua warna, dua tradisi, dan dua kekuatan sepak bola Eropa. Chelsea vs AC Milan—Jakarta mendapat panggung yang jarang datang dua kali. (NS/AS)







