Perlawanan Pelajar Ciamis Bikin Belanda Kewalahan

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada 1947, sejumlah pelajar Ciamis berangkat bukan menuju ruang kelas, melainkan ke medan gerilya. Buku-buku ditinggalkan. Masa muda yang semestinya dipenuhi rencana dan cita-cita dipertaruhkan demi sebuah Republik yang bahkan belum genap berusia dua tahun.

Mereka tahu siapa yang dihadapi. Belanda datang dengan tentara terlatih, kendaraan tempur, persenjataan modern, serta jaringan logistik yang tertata. Namun, para pelajar itu juga membawa sesuatu yang tidak dapat didatangkan dari negeri seberang: keberanian untuk menjaga tanah kelahiran dan keyakinan bahwa kemerdekaan tidak boleh dirampas kembali.

jejak heroik jabar - banner kesbangpol

Perlawanan Pelajar Ciamis

Ketika Agresi Militer Belanda I meletus pada Juli 1947, kota-kota penting mulai diduduki. Pasukan Republik terdesak keluar dari pusat pemerintahan, lalu membangun kantong-kantong pertahanan di pedalaman.

Di Ciamis, para pelajar yang tergabung dalam Batalyon III Tentara Pelajar ikut memikul tugas besar tersebut. Mereka tidak ditempatkan sebagai pelengkap di belakang garis pertempuran. Mereka menjadi bagian dari kekuatan bersenjata yang mengawasi pergerakan musuh, menghadang konvoi, dan mengacaukan jalur pasokan Belanda.

Pasukan Tentara Pelajar dibagi berdasarkan wilayah operasi. Kelompok II menjadikan kawasan Panjalu sebagai pangkalan dengan tugas mengganggu jalur Cirebon–Kawali–Ciamis. Sementara itu, Kelompok I bergerak dari Panaragan untuk mengusik perhubungan Ciamis–Cikoneng–Tasikmalaya serta jalur menuju Manonjaya.

Kedua kelompok berada dalam komando teritorial Gunung Sawal yang dipimpin Mayor Akil dengan Kapten Djuchro sebagai wakilnya.

Bentang alam Ciamis menjadi sekutu yang sangat berharga. Para pelajar mengenal jalan, lereng, kebun, sungai, dan perkampungan di sekitar Gunung Sawal lebih baik daripada serdadu Belanda. Mereka tahu tempat untuk mengintai, menentukan saat yang tepat untuk menyerang, kemudian menghilang sebelum balasan datang.

Mereka sadar tidak mungkin menantang Belanda dalam pertempuran terbuka. Kekuatan persenjataan terlalu timpang. Maka, para pelajar itu memilih siasat yang lebih cerdik: menyerang urat nadi musuh.

Jalan raya dipantau. Pergerakan kendaraan dibaca. Konvoi dihadang ketika memasuki medan yang sulit. Setelah serangan dilancarkan, para pejuang kembali menyusup ke perbukitan dan perkampungan.

Belanda mungkin mampu menduduki kota. Namun, setiap kali tentaranya meninggalkan pos pertahanan, jalan-jalan Ciamis seperti menyimpan ancaman yang tak kasatmata.

jejak heroik jabar - banner kemenhaj

Pelajaran Mahal di Jalanan Ciamis

Salah satu penghadangan paling keras terjadi di tanjakan Alinayin, Kawali. Catatan perjuangan Tentara Pelajar menyebut seorang komandan batalyon Belanda berpangkat mayor tewas dalam penyergapan tersebut.

Peristiwa itu memperlihatkan bahwa keberanian para pelajar tidak berdiri sendirian. Di belakangnya terdapat kemampuan membaca medan, disiplin bergerak, serta kecermatan memilih waktu serangan.

Di kawasan Sadewata, dua pejuang bernama Ruyatana dan Soeroyo juga tercatat berhasil memancing kendaraan lapis baja Belanda hingga melindas bahan peledak. Rantai kendaraan itu putus dan lajunya terhenti.

Kerusakan kendaraan mungkin masih dapat diperbaiki. Namun, ketakutan yang tumbuh di sepanjang jalur perjalanan jauh lebih sulit dipulihkan. Setiap tikungan dapat menyimpan penghadangan. Setiap tanjakan bisa berubah menjadi medan penyergapan.

Tekanan gerilyawan membuat perjalanan darat menuju Kawali semakin berisiko. Kesaksian pelaku sejarah bahkan menyebut pasukan Belanda di Kawali akhirnya harus menerima kiriman perbekalan melalui udara dengan parasut.

Pemandangan pasokan yang turun dari langit itu menjadi pertanda penting. Para pelajar bersenjata sederhana telah membuat tentara kolonial yang jauh lebih lengkap berhitung ulang setiap kali hendak menggunakan jalan darat.

Belanda datang untuk menundukkan Ciamis. Namun, di jalan-jalan itulah mereka justru menerima pelajaran mahal: keunggulan senjata tidak selalu berarti penguasaan medan.

jejak heroik jabar - banner kominfo

Pelajaran yang Dibayar dengan Nyawa

Perlawanan tersebut tentu bukan cerita kemenangan tanpa luka. Setiap serangan membawa kemungkinan bahwa sebagian dari mereka tidak akan kembali.

Pada Agustus 1947, Totong, Komandan Seksi Mortir Batalyon III Tentara Pelajar, gugur dalam pertempuran di kawasan Panjalu–Kawali. Kesaksian RH Atong Tjakradinata menyebut Ciomas sebagai tempat gugurnya Letnan Totong.

Sepanjang Juni 1947 hingga Februari 1948, sedikitnya sembilan anggota Kelompok II Tentara Pelajar tercatat gugur dalam berbagai operasi. Mereka adalah Endang Kachroni, Uyun, Sarifudin, Soediono, Totong Belawi, Suptandi, Umar, Abdurachman, dan Moch. Isya.

Nama-nama itu pernah memiliki keluarga yang menunggu kepulangan mereka. Mereka juga pernah mempunyai sekolah, sahabat, dan masa depan yang hendak diraih. Namun, sejarah menempatkan mereka pada sebuah pilihan yang jauh lebih besar daripada usia mereka sendiri.

Di tengah pertempuran, para pelajar putri bergerak dalam Seksi Kesehatan. Krisnani, Martini, Noeky, Surtini, dan Nani Sumarni merupakan beberapa nama yang tercatat. Mereka merawat pejuang terluka sekaligus memberikan pertolongan kepada warga.

Di medan perang, perjuangan memang tidak selalu terdengar seperti letusan senjata. Kadang-kadang, ia hadir melalui tangan yang membersihkan luka, menahan pendarahan, dan menjaga seseorang tetap hidup di tengah maut yang datang tanpa aba-aba.

Tanah Galuh Tidak Menyediakan Jalan Mudah bagi Penjajah

Para pelajar Panjalu tidak mengangkat senjata karena menganggap peperangan sebagai petualangan. Mereka bertempur karena kemerdekaan yang baru saja diraih sedang terancam direbut kembali.

Mereka sebenarnya memiliki banyak alasan untuk menghindar. Usia masih muda, persenjataan terbatas, musuh jauh lebih kuat, dan peluang pulang dengan selamat tidak pernah dapat dipastikan. Namun, mereka memilih tinggal di garis perjuangan.

Hari ini, nama mereka mungkin tidak selalu disebut ketika sejarah kemerdekaan dibicarakan. Akan tetapi, jalan-jalan yang menghubungkan Panjalu, Kawali, dan Ciamis menyimpan kesaksian bahwa Republik tidak hanya dipertahankan oleh pasukan besar dan tokoh-tokoh terkenal.

Republik juga dijaga oleh para pelajar Ciamis—anak-anak muda yang meninggalkan ruang kelas, memasuki hutan dan perbukitan, lalu membuat tentara kolonial kehilangan rasa aman di tanah yang hendak mereka kuasai.

Jejak perjuangan tersebut kini diabadikan melalui Monumen Perjuangan di kawasan Situ Lengkong Panjalu. Monumen itu bukan sekadar penanda masa silam. Ia berdiri sebagai pengingat bahwa kemerdekaan pernah dijaga oleh mereka yang bahkan belum sempat menikmati masa mudanya dengan utuh.

Para pelajar itu mempertaruhkan masa depan agar Indonesia tetap mempunyai masa depan.

Karena itu, bagi generasi Ciamis hari ini, mengenang mereka bukan hanya perkara menundukkan kepala setiap Agustus. Mengenang berarti memahami bahwa keberanian, kecintaan kepada tanah kelahiran, dan kesediaan membela kebenaran tidak pernah kehilangan tempat dalam setiap zaman.

Dahulu, para pelajar Ciamis membuat Belanda kewalahan dengan senjata yang terbatas. Kini, tugas generasi penerus jauh lebih sederhana, tetapi sama pentingnya: jangan membiarkan nama dan pengorbanan mereka tenggelam dalam lupa. (AS)

“Jangan biarkan kisah para pejuang ini terkubur untuk kedua kalinya—bukan oleh tanah, melainkan oleh lupa. Bagikan kepada anak-anak, keluarga, sahabat, dan generasi muda, agar mereka mengerti bahwa Merah Putih tidak berkibar sekadar karena angin, tetapi karena darah, air mata, dan nyawa yang dikorbankan. Sekali Anda membagikan kisah ini, Anda ikut menjaga api perjuangan tetap menyala dari generasi ke generasi.”

lintaspriangan.com
Wisuda OHAN

H. Aslim: Wisuda OHAN Bukan Sekadar Mencetak Hafidz, tapi Menyiapkan Masa...

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim menghadiri Wisuda OHAN (One Kelurahan One Hafidz) di Kota Tasikmalaya, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Pelantikan GEKRAFS Kota Tasikmalaya, H. Aslim: Ekonomi Kreatif Harus Naik Kelas

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pelantikan GEKRAFS Kota Tasikmalaya bukan sekadar menambah satu...

H. Aslim: Wisuda OHAN Bukan Sekadar Mencetak Hafidz, tapi Menyiapkan Masa Depan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim menghadiri...

Ohan Hafiz Tasikmalaya Wisuda 44 Peserta, 26 Tuntaskan Hafalan 30 Juz

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebanyak 44 peserta Ohan Hafiz Tasikmalaya Angkatan I...

Pendakian Gunung Garut Ditutup Sementara Selama Musim Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Kebijakan penutupan sementara pendakian gunung Garut memasuki...

Pangandaran Air Show 2026 Dimulai Hari Ini, Pesta Rakyat Gratis Digelar Malam

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pangandaran Air Show 2026 mulai digelar Jumat,...

JAWA BARAT

Kasus Kematian Wanita Cianjur, Pelaku ditangkap di Sukabumi

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR – Misteri kematian Imas Maska, perempuan...

PGRI Jabar Kawal Kasus Oknum Wartawan Sukabumi

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Kasus dugaan intimidasi terhadap Kepala SDN...

Sopir Pikap Cium Bau Aneh, Kardus Berisi Mayat Perempuan di Bandung Terbongkar

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Misteri penemuan jasad perempuan berinisial SM...

Dua ASN Disnaker Cimahi Ditahan, Dugaan Korupsi Program Pelatihan Kerja

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Program pelatihan dan produktivitas tenaga...

SIM Keliling Bandung 2 September Buka di ITC Kebon Kalapa dan Tenth Avenue

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Layanan SIM Keliling Bandung tersedia di dua...

Wanita dalam Kardus di Bandung, Tersangka Ditangkap Kurang dari Enam Jam

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Perkembangan kasus wanita dalam kardus di Kota...

Tak Diberi Pulus, Pria Mengaku Wartawan Ngamuk di SD Sukabumi

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Permintaan uang Rp100 ribu berujung keributan...

Misteri Kematian Perempuan di Mes Peternakan Ayam Cianjur

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Misteri kematian seorang perempuan yang ditemukan...

Olahraga

Popular Categories