lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran melanda sebuah ruko yang digunakan sebagai toko elektronik dan peralatan rumah tangga di Dusun Neglasari, Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Senin (10/8/2026) dini hari.
Peristiwa kebakaran ruko di Banjarsari tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Berdasarkan laporan Pemerintah Kecamatan Banjarsari, api diduga berasal dari MCB yang mengalami korsleting listrik.
Kobaran api kemudian mengakibatkan bagian dalam bangunan mengalami kerusakan hingga hangus terbakar.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan bangunan beserta barang-barang yang berada di dalam toko menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
Toko Elektronik Mengalami Kerusakan Berat
Ruko yang terdampak berada di RT 001/RW 001, Dusun Neglasari, Desa Banjarsari. Bangunan tersebut digunakan sebagai tempat usaha yang menjual berbagai produk elektronik dan peralatan rumah tangga.
Bagian dalam ruko dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat kebakaran. Kondisi tersebut membuat aktivitas usaha di lokasi untuk sementara terdampak.
Setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, sejumlah unsur langsung melakukan penanganan di lokasi. Petugas melakukan asesmen sekaligus mengamankan area untuk mencegah masyarakat mendekati lokasi yang terdampak kebakaran.
Damkar Dikerahkan dari Sejumlah Pos
Upaya penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Kecamatan Banjarsari, Pemerintah Desa Banjarsari, Polsek Banjarsari, Koramil, Babinsa, Babinmas, hingga masyarakat setempat.
Petugas pemadam kebakaran juga dikerahkan dari sejumlah wilayah, yakni Damkar Pos WMK Banjarsari, Pos WMK Rancah, serta Damkar Banjar.
Keterlibatan sejumlah unsur tersebut dilakukan untuk menangani kondisi di lokasi sekaligus memastikan area sekitar tetap aman.
Sementara itu, kebutuhan yang dilaporkan pascakebakaran berupa material bangunan untuk mendukung penanganan terhadap bangunan yang mengalami kerusakan.
Hingga laporan ini dibuat, tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut. Adapun penyebab kebakaran masih disebut sebagai dugaan korsleting listrik pada MCB berdasarkan laporan awal.
Besaran kerugian sekitar Rp1,5 miliar juga masih berupa perkiraan dan dapat berubah setelah dilakukan pendataan serta asesmen lebih lanjut terhadap bangunan dan barang-barang yang terdampak. (HS)







