lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Hasil Skotlandia vs Maroko di laga kedua Grup C Piala Dunia 2026 berakhir dengan skor 0-1. Maroko menang tipis lewat gol cepat Ismael Saibari saat pertandingan baru berjalan dua menit.
Pertandingan Skotlandia vs Maroko berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 05.00 WIB. Laga ini langsung panas sejak awal karena Maroko tidak memberi waktu bagi Skotlandia untuk bernapas. Baru dua menit laga berjalan, Singa Atlas sudah mencuri gol yang pada akhirnya menjadi pembeda sampai peluit akhir.
Gol tersebut lahir dari umpan terobosan Brahim Diaz. Bola masuk ke area kotak penalti Skotlandia, lalu Ismael Saibari menyelesaikannya dengan tenang. Skor berubah menjadi 0-1 untuk Maroko ketika sebagian pemain Skotlandia bahkan seperti belum benar-benar menemukan irama permainan.
Kemenangan ini menjadi hasil penting bagi Maroko. Setelah sebelumnya menahan Brasil 1-1, Maroko kini menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim pengganggu di Grup C. Mereka datang dengan kualitas permainan yang matang, sabar, dan cukup tajam saat mendapat celah.
Gol Menit Kedua Mengubah Arah Laga
Gol cepat Ismael Saibari menjadi titik balik paling penting dalam pertandingan ini. Skotlandia yang semula bisa saja bermain lebih sabar, dipaksa mengejar sejak awal. Masalahnya, mengejar Maroko bukan pekerjaan sederhana.
Maroko justru terlihat lebih nyaman setelah unggul. Mereka tidak terburu-buru menambah gol, tetapi mengendalikan pertandingan lewat penguasaan bola dan aliran operan yang rapi. Dalam catatan statistik, Maroko unggul penguasaan bola 59 persen berbanding 41 persen milik Skotlandia.
Dominasi itu juga terlihat dari jumlah tembakan. Maroko melepaskan 12 tembakan, sementara Skotlandia hanya mencatat enam tembakan. Lebih tajam lagi, Maroko memiliki dua tembakan tepat sasaran, sedangkan Skotlandia tidak mencatat satu pun tembakan ke arah gawang.
Ini menjadi gambaran paling jelas dari laga tersebut. Skotlandia memang berusaha menekan, terutama pada babak kedua, tetapi serangan mereka lebih banyak berhenti sebelum benar-benar mengancam penjaga gawang Maroko.
Skotlandia mendapat kartu kuning melalui Andrew Robertson pada menit ke-65. Sementara Maroko juga sempat mendapat kartu kuning melalui Diop pada menit ke-23. Namun secara umum, laga ini lebih banyak ditentukan oleh efektivitas serangan awal dan kontrol permainan Maroko.
Maroko Menang Tipis, Tapi Statistik Bicara Banyak
Skor 0-1 mungkin terlihat tipis. Namun statistik menunjukkan Maroko lebih layak keluar sebagai pemenang. Nilai gol yang diekspektasikan atau xG Maroko mencapai 0,97, lebih tinggi dari Skotlandia yang hanya mencatat 0,54.
Maroko juga unggul dalam jumlah kesempatan besar. Mereka menciptakan tiga peluang besar, sedangkan Skotlandia hanya satu. Sentuhan di kotak penalti lawan juga lebih banyak dimiliki Maroko, yakni 26 kali berbanding 20 milik Skotlandia.
Dari sisi akurasi operan, Maroko juga lebih rapi. Mereka mencatat 90 persen akurasi operan dari 601 umpan sukses dalam 671 percobaan. Skotlandia berada di angka 85 persen dengan 388 operan sukses dari 455 percobaan.
Perbedaan ini menjelaskan mengapa Skotlandia sulit membongkar pertahanan Maroko. Mereka tidak kekurangan tenaga, tetapi kurang tajam di area akhir. Ibarat sudah sampai depan pintu, tapi lupa bawa kunci. Bolanya ada, tekanannya ada, ancamannya minim.
Pelatih Skotlandia mencoba melakukan sejumlah perubahan pada babak kedua. Ben Gannon-Doak masuk menggantikan Kieran Tierney pada menit ke-60. Lyndon Dykes dan Kenny McLean juga masuk pada menit ke-71. Namun pergantian itu belum cukup untuk mengubah hasil.
Maroko juga melakukan penyegaran menjelang akhir laga. Sofiane Rahimi, Chadi Talbi, dan Amaimouni masuk pada menit ke-84, disusul El Mourabet pada menit ke-90. Pergantian itu membuat Maroko tetap kuat menjaga keunggulan sampai pertandingan selesai.
Dengan hasil Skotlandia vs Maroko 0-1 ini, Singa Atlas menunjukkan wajah berbeda. Mereka tidak menang besar, tetapi menang dengan cara yang dewasa. Gol cepat, kontrol bola, pertahanan rapat, lalu menutup laga tanpa memberi Skotlandia tembakan tepat sasaran.
Bagi Skotlandia, kekalahan ini menjadi peringatan keras. Kemenangan atas Haiti pada laga pertama belum cukup menjadi jaminan. Saat menghadapi tim dengan kualitas teknis lebih tinggi seperti Maroko, satu kesalahan di awal laga bisa menjadi hukuman yang bertahan sampai akhir pertandingan.
Maroko kini semakin percaya diri dalam persaingan Grup C Piala Dunia 2026. Singa Atlas membuktikan bahwa mereka bukan hanya kuat di atas kertas, tetapi juga mampu menyelesaikan laga sulit dengan kepala dingin. (AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

