lintaspriangan.com,ย REFERENSI PRIANGAN.ย Pencari kerja Kota Tasikmalaya pada 2025 didominasi oleh lulusan SMA/SMK. Berdasarkan publikasi Kota Tasikmalaya Dalam Angka 2026, jumlah pencari kerja terdaftar di Kota Tasikmalaya mencapai 2.818 orang.
Dari jumlah tersebut, pencari kerja dengan pendidikan terakhir SMA/SMK tercatat sebanyak 2.416 orang. Angka ini menunjukkan bahwa kelompok lulusan sekolah menengah menjadi bagian terbesar dalam data pencari kerja terdaftar. Kalau dunia kerja ibarat pintu, maka lulusan SMA/SMK sedang menjadi rombongan paling panjang di depan gerbang.
Lulusan SMA/SMK Paling Banyak Mencari Kerja
Dominasi lulusan SMA/SMK dalam data pencari kerja Kota Tasikmalaya terlihat sangat mencolok. Dari total 2.818 pencari kerja terdaftar, sebanyak 2.416 orang berasal dari kelompok pendidikan SMA/SMK. Artinya, sekitar 85,7 persen pencari kerja terdaftar berada pada kelompok pendidikan tersebut.
Sementara itu, pencari kerja dari kelompok pendidikan DIV/S1/S2/S3/Profesi tercatat 305 orang. Kelompok DI/DII/DIII sebanyak 66 orang, lulusan SMP sebanyak 25 orang, dan lulusan SD sebanyak 6 orang.
Berikut ringkasan pencari kerja Kota Tasikmalaya 2025 berdasarkan pendidikan terakhir:
| Pendidikan Terakhir | Jumlah Pencari Kerja |
|---|---|
| SD | 6 orang |
| SMP | 25 orang |
| SMA/SMK | 2.416 orang |
| DI/DII/DIII | 66 orang |
| DIV/S1/S2/S3/Profesi | 305 orang |
| Total | 2.818 orang |
Data ini penting karena menunjukkan bahwa pasar kerja di Kota Tasikmalaya sangat berkaitan dengan transisi lulusan sekolah menengah ke dunia kerja. Kelompok SMA/SMK menjadi penanda penting: apakah keterampilan yang diperoleh di sekolah sudah sesuai dengan kebutuhan industri, perdagangan, jasa, dan sektor ekonomi lokal.
Dari sisi wilayah, Mangkubumi menjadi kecamatan dengan jumlah pencari kerja terdaftar paling banyak, yakni 383 orang. Setelah itu ada Tawang 321 orang, Purbaratu 318 orang, Cihideung 317 orang, Indihiang 297 orang, Cibeureum 266 orang, Cipedes 248 orang, Bungursari 245 orang, Kawalu 220 orang, dan Tamansari 203 orang.
Data per kecamatan ini bisa menjadi bahan awal untuk melihat wilayah mana yang membutuhkan perhatian lebih dalam layanan ketenagakerjaan, pelatihan, informasi lowongan, dan penguatan akses kerja. Namun, angka pencari kerja terdaftar belum tentu menggambarkan seluruh pengangguran di lapangan, sebab tidak semua orang yang mencari kerja mendaftarkan diri ke dinas terkait.
Penempatan Kerja Belum Separuh dari Pencari Kerja
Data yang sama mencatat penempatan atau pemenuhan tenaga kerja di Kota Tasikmalaya pada 2025 sebanyak 1.424 orang. Jika dibandingkan dengan 2.818 pencari kerja terdaftar, jumlah penempatan tersebut setara sekitar 50,5 persen.
Untuk kelompok SMA/SMK, jumlah penempatan tenaga kerja tercatat 1.161 orang. Angka ini masih jauh lebih rendah dibanding jumlah pencari kerja SMA/SMK yang mencapai 2.416 orang. Dengan kata lain, masih ada jarak besar antara jumlah lulusan sekolah menengah yang mencari kerja dan jumlah yang berhasil ditempatkan.
Berikut ringkasan penempatan tenaga kerja Kota Tasikmalaya 2025 berdasarkan pendidikan:
| Pendidikan Terakhir | Penempatan/Pemenuhan Tenaga Kerja |
|---|---|
| SD | 11 orang |
| SMP | 41 orang |
| SMA/SMK | 1.161 orang |
| DI/DII/DIII | 57 orang |
| DIV/S1/S2/S3/Profesi | 154 orang |
| Total | 1.424 orang |
Data ini menunjukkan bahwa isu ketenagakerjaan Kota Tasikmalaya tidak cukup dibaca dari jumlah pencari kerja saja. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan daerah dalam mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Kondisi ini menjadi relevan bagi banyak pihak. Bagi pemerintah, data pencari kerja bisa menjadi dasar untuk memperkuat pelatihan kerja, bursa kerja, kerja sama dengan perusahaan, dan program penempatan tenaga kerja. Bagi sekolah, terutama SMA dan SMK, data ini bisa menjadi bahan evaluasi terhadap kesiapan lulusan masuk dunia kerja. Bagi orang tua dan siswa, data ini menjadi pengingat bahwa ijazah penting, tetapi keterampilan, jejaring, dan informasi lowongan juga menentukan.
Kota Tasikmalaya memiliki basis ekonomi yang cukup kuat di sektor perdagangan, jasa, industri pengolahan, transportasi, dan usaha kecil. Karena itu, tantangan berikutnya adalah memastikan lulusan muda tidak hanya lulus sekolah, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan ekonomi kota.
Dengan 2.818 pencari kerja terdaftar dan 1.424 penempatan tenaga kerja pada 2025, data pencari kerja Kota Tasikmalaya menjadi salah satu indikator penting untuk membaca arah pembangunan sumber daya manusia. Angkanya memang tampak sederhana di tabel, tetapi di baliknya ada ribuan orang yang sedang mengetuk pintu masa depan.
Referensi Kota Tasikmalaya lainnya:






















