Tragedi Maut Berulang di Bendung Manganti Ciamis, Pengamanan Dipertanyakan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Tragedi maut kembali terjadi di Bendung Manganti Ciamis. Seorang anak berinisial K (7) meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Citanduy, kawasan Desa Bantardawa, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Minggu, 26 Juli 2026.

Kematian K tidak bisa dipandang semata-mata sebagai kecelakaan yang berdiri sendiri. Penelusuran Lintas Priangan menemukan tragedi serupa pernah merenggut nyawa seorang anak di sekitar Bendung Manganti pada Juni 2024.

Dua anak meninggal dalam rentang sekitar dua tahun. Lokasinya sama, korbannya sama-sama anak, dan keduanya datang ke kawasan tersebut bersama teman-temannya.

- Advertisement -

Pengulangan itu memunculkan pertanyaan lebih besar: sejauh mana kawasan Bendung Manganti diamankan dari aktivitas yang dapat membahayakan anak?

Berawal dari Bersepeda Bersama Teman

Peristiwa terbaru bermula sekitar pukul 06.30 WIB. K bersama tiga temannya bersepeda menuju kawasan Bendung Manganti.

Saat itu, debit Sungai Citanduy dilaporkan sedang surut. Kondisi tersebut memunculkan bagian-bagian dasar sungai, bebatuan, serta kubangan air yang terlihat seperti tempat berenang.

K bersama seorang temannya berinisial R (12) kemudian mengalami kesulitan di air. R berhasil diselamatkan seorang pemancing yang berada di sekitar lokasi. Sementara itu, K tenggelam dan menghilang dari permukaan.

Teriakan teman-teman korban mengundang perhatian warga. Laporan kemudian diteruskan kepada aparat dan petugas penyelamatan.

Tim gabungan yang terdiri atas unsur pemadam kebakaran, kepolisian, TNI, Tagana, MDMC, relawan, dan warga melakukan penyisiran di sekitar aliran sungai. K ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah kemudian dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan sebelum diserahkan kepada keluarga.

Tragedi Serupa Terjadi pada 2024

Penelusuran arsip peristiwa Lintas Priangan menemukan seorang anak berinisial SA (13) juga meninggal setelah tenggelam di sekitar Bendung Manganti pada 6 Juni 2024.

SA merupakan warga Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Saat kejadian, korban berada di kawasan aliran Sungai Citanduy bersama tiga temannya.

Korban diduga kehilangan pijakan ketika berada di sekitar aliran sungai, kemudian terbawa arus dan tenggelam. Tim gabungan menemukan SA pada petang hari dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa 2024 dan 2026 memiliki pola yang nyaris sama. Korban sama-sama masih berusia anak, mendatangi kawasan bersama teman tanpa pendampingan orang dewasa, kemudian mengalami kesulitan di aliran Sungai Citanduy.

Kemiripan tersebut menunjukkan bahwa terdapat risiko berulang yang belum sepenuhnya berhasil diputus.

Air Surut Menyimpan Bahaya

Kondisi sungai yang sedang surut dapat menimbulkan kesan bahwa aliran air cukup aman untuk dimasuki. Padahal, permukaan yang tenang tidak selalu menggambarkan keadaan di bawahnya.

Kubangan dalam, bebatuan licin, perubahan kontur dasar sungai, serta arus pada bagian tertentu tetap dapat membahayakan. Anak-anak juga belum tentu mampu mengenali perbedaan antara permukaan dangkal dan titik yang tiba-tiba berubah dalam.

Bahaya menjadi semakin besar ketika kawasan sungai dapat dimasuki tanpa pendampingan dan tanpa pembatas fisik yang memadai.

Karena itu, tragedi terbaru tidak cukup dijawab hanya dengan imbauan agar anak-anak tidak berenang. Imbauan bergantung pada kepatuhan, sedangkan pagar, pembatas akses, rambu yang mencolok, dan penjagaan bekerja langsung mengurangi kesempatan seseorang mencapai titik berbahaya.

Siapa Menjaga Bendung Manganti Ciamis?

Bendung Manganti merupakan infrastruktur sumber daya air di wilayah Sungai Citanduy. Berdasarkan data resmi BBWS Citanduy, bendung tersebut berada di Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis.

Fungsinya terutama berkaitan dengan pengaturan air dan pelayanan irigasi. Namun, dalam perkembangannya, lingkungan sekitar bendung juga menjadi ruang yang sering didatangi masyarakat untuk berolahraga, memancing, bersantai, dan menikmati pemandangan.

Perubahan fungsi sosial inilah yang perlu direspons. Kawasan infrastruktur yang telah menjadi tempat berkumpul masyarakat membutuhkan standar pengamanan berbeda dibandingkan fasilitas yang sepenuhnya tertutup.

Pemeriksaan perlu dilakukan terhadap sejumlah aspek: jumlah dan posisi rambu larangan, keberadaan pagar pembatas, akses menuju dasar sungai, jadwal penjagaan, titik yang biasa digunakan untuk berenang, serta koordinasi antarlembaga.

Pembagian tanggung jawab juga harus diperjelas. Bendung merupakan infrastruktur sumber daya air, sedangkan keselamatan masyarakat di sekitarnya dapat bersinggungan dengan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat keamanan, dan pengelola bendung.

Tanpa pembagian tugas yang jelas, pengamanan berisiko berhenti pada imbauan. Ketika tragedi terjadi, semua datang melakukan pencarian. Namun, sebelum tragedi terjadi, belum tentu ada pihak yang benar-benar memastikan anak-anak tidak dapat memasuki zona berbahaya.

Dua tragedi maut dalam rentang sekitar dua tahun seharusnya menjadi peringatan serius. Evaluasi pengamanan Bendung Manganti Ciamis diperlukan agar lokasi tersebut tidak kembali memakan korban. (NS/AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Asep Rahmat Menuju Kursi Wabup Ciamis? Gerindra Masih Menunggu Keputusan Koalisi

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peluang Asep Rahmat untuk menjadi...

Herry Dermawan Soroti Pupuk Subsidi di Ciamis, 73 Unit Alsintan Disalurkan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Anggota DPR RI Fraksi Partai...

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga Banjaranyar Ciamis Ludes Terbakar

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran Banjaranyar Ciamis menimpa sebuah...

Polres Tasikmalaya Klaim Ungkap 100 Persen Kasus Orang Hilang

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. – Polres Tasikmalaya mengklaim berhasil mengungkap...

Kebakaran Lahan di Sukaraja Tasikmalaya, Api Sempat Terancam Merembet ke Permukiman

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kebakaran lahan Sukaraja Tasikmalaya di perkebunan...

JAWA BARAT

PMI Asal Bandung Barat Hilang Kontak di Dubai, Disnaker Surati Kemlu dan KP2MI

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten...

Sidak Underpass Cimahi Rp126 Miliar, Dedi Mulyadi Temukan Selisih Upah Pekerja hingga Rp20 Ribu

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemukan...

Gerakan Pangan Murah Cirebon Digelar 14 Oktober di Karyamulya, Mulai Pukul 09.00 WIB

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan,...

Bantuan Dedi Mulyadi Lewat WhatsApp Dipastikan Hoaks, Warga Diminta Waspada Modus Transfer Sesuai Usia

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Jabar Saber Hoaks mengingatkan masyarakat...

Polres Purwakarta Salurkan Air Bersih ke Sekolah dan Pesantren, Gunakan Kendaraan Taktis AWC

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Polres Purwakarta, Jawa Barat, menyalurkan bantuan...

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Sopir Taksi Online di Sumedang, Utang Rp25 Juta Jadi Dugaan Pemicu

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Polres Sumedang, Jawa Barat, mengungkap perkembangan penyidikan kasus...

Kasus Santriwati Bekasi, Pimpinan Ponpes Ditahan diduga Korban Lebih dari 10 Orang

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Polres Metro Bekasi Kota menahan...

Warga Cianjur Temukan Jenazah dalam Karung, Tali Melilit Leher Korban

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, digegerkan...

Olahraga

Kategori Populer