Videotron Maut Majalengka Sudah Goyang 32 Jam, Penanganan Lambat?

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Tragedi Videotron Maut Majalengka di Bundaran Cigasong ternyata tidak sepenuhnya terjadi tanpa tanda. Struktur berukuran besar itu dilaporkan sudah bergoyang sejak Kamis, 23 Juli 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, sebelum akhirnya roboh pada Jumat, 24 Juli 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Artinya, berdasarkan rentang waktu dalam keterangan saksi, tanda bahaya diduga sudah terlihat sekitar 32 jam sebelum videotron roboh. Namun, area di sekitarnya disebut hanya ditutup sebagian. Kendaraan masih dapat melintas hingga seorang pengendara perempuan tertimpa konstruksi dan meninggal dunia.

Bergoyang Sejak Kamis Pagi

Aditya, penjaga toko di sekitar Bundaran Cigasong, mengaku telah melihat videotron tersebut bergoyang sejak Kamis pagi. Ia bahkan sempat merekam kondisinya sekitar pukul 10.00 WIB.

- Advertisement -

Menurut kesaksiannya, bagian pondasi penyangga juga terlihat bermasalah. Semennya disebut telah terlepas dan terdapat bagian yang retak. Keterangan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang.

Setelah kondisi itu diketahui, sebagian bahu jalan di sekitar videotron reportedly mulai ditutup. Namun, penutupan tidak dilakukan secara menyeluruh sehingga kendaraan tetap bisa melintas di dekat struktur yang tidak stabil.

“Langsung ada penutupan jalan, bahu jalan, ya sebagian. Tapi tidak sampai ditutup full,” kata Aditya, sebagaimana diberitakan AFU.id.

Videotron itu akhirnya roboh pada Jumat petang ketika angin kencang melanda kawasan tersebut. Struktur videotron menimpa seorang pengendara sepeda motor yang sedang melintas.

Korban diketahui bernama Wina Apriyanti, perempuan berusia 18 tahun asal Desa Hegarmanah, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka. Korban dievakuasi ke RSUD Majalengka, tetapi nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Bupati Akui Penanganan Terlambat

Bupati Majalengka Eman Suherman membenarkan bahwa videotron tersebut telah menunjukkan tanda tidak stabil sebelum roboh.

Ia mengatakan petugas sebenarnya telah berupaya melakukan antisipasi dan mencari bantuan untuk menangani konstruksi itu. Namun, penanganannya diduga terlambat.

Menurut Eman, proses perbaikan masih berlangsung ketika dirinya melintas di kawasan tersebut. Akan tetapi, videotron akhirnya roboh sebelum penanganan selesai.

Pernyataan itu memunculkan pertanyaan penting: jika kondisi konstruksi sudah membahayakan dan proses perbaikan belum selesai, mengapa arus kendaraan di sekitar videotron tidak ditutup sepenuhnya?

Penutupan total mungkin menimbulkan kemacetan. Namun, kemacetan dapat diurai, sedangkan nyawa tidak memiliki jalur putar balik.

Polisi Selidiki Kemungkinan Kelalaian

Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP Udiyanto mengatakan polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.

Polisi juga akan mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam pemeliharaan maupun penanganan videotron sebelum roboh.

“Insyaallah diusut tuntas,” kata Udiyanto.

Hingga Sabtu, 25 Juli 2026 dini hari, polisi belum mengumumkan identitas pemilik maupun pengelola videotron tersebut. Penyidik masih mengumpulkan fakta sebelum memanggil pihak pengelola atau pemilik.

Karena itu, belum dapat disimpulkan siapa yang bertanggung jawab dalam tragedi Videotron Maut Majalengka. Status kepemilikan, perizinan, usia konstruksi dan riwayat pemeliharaannya juga belum terbuka kepada publik.

Angin Kencang Bukan Satu-satunya Penyebab

Majalengka memang sedang menghadapi periode angin kencang. Beberapa hari sebelum kejadian, BMKG mengingatkan potensi angin kencang di wilayah Ciayumajakuning untuk periode 22–24 Juli 2026.

Bupati Majalengka juga menyebut pemerintah daerah telah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan menghadapi musim angin. Angin kencang di Majalengka biasanya meningkat pada periode Juli hingga September.

Kondisi tersebut dapat menjadi faktor pemicu robohnya videotron. Namun, angin belum dapat dinyatakan sebagai penyebab tunggal sebelum hasil pemeriksaan teknis dikeluarkan.

Apalagi, terdapat keterangan bahwa videotron sudah bergoyang sejak sehari sebelumnya, pondasinya diduga retak, dan petugas telah melakukan upaya perbaikan.

Polisi perlu menelusuri izin konstruksi, kelayakan teknis, jadwal pemeriksaan, riwayat perawatan, penerima laporan pertama, hingga alasan jalan tidak ditutup total. Kecepatan angin saat kejadian juga harus dibandingkan dengan spesifikasi ketahanan struktur.

Bupati Eman Suherman kini menginstruksikan pemeriksaan terhadap seluruh reklame di Kabupaten Majalengka. Langkah itu penting untuk mencegah peristiwa serupa.

Namun, evaluasi setelah jatuhnya korban tidak boleh berhenti sebagai respons seremonial. Publik berhak mengetahui mengapa tanda bahaya yang terlihat puluhan jam sebelumnya tidak diikuti pengamanan maksimal. Sebab yang roboh bukan hanya videotron, tetapi juga keyakinan bahwa ruang publik telah diawasi dengan semestinya. (AS)

[abiba_quick_ads id="38307"]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

PAN Usung Asep Rahmat sebagai Calon Wabup Ciamis, PKS Tunggu Keputusan Internal

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Ciamis...

Nanang Permana Dorong Petani Muda Ciamis Berinovasi, Semangka Berpotensi Hasilkan Rp60 Juta

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Budidaya semangka yang dikembangkan petani muda...

Petani Muda Ciamis Sulap Lahan Kering Jadi Kebun Semangka, Potensi Panen 3 Ton

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Lahan kering yang selama ini...

Tabligh Akbar HSN 2026 di Ciamis Hadirkan Ustaz Abdul Somad dan Das’ad Latif

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Dua penceramah nasional, Prof. KH. Abdul...

Khitanan Massal Tasikmalaya Digelar di RSUD Dewi Sartika, BAZNAS Bantu 25 Peserta

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kegiatan khitanan massal Tasikmalaya berlangsung di...

JAWA BARAT

Majalengka Creative Festival 2026 Masuki Hari Terakhir, UMKM hingga Karya Digital Dipamerkan

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Majalengka Creative Festival 2026 dijadwalkan memasuki...

Festival Nyawang Bulan Bandung Digelar 24 Oktober 2026, Hadirkan Kuliner Tradisional dan Kesenian Sunda

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Festival Nyawang Bulan Bandung edisi Oktober...

Pawai Jampana Bandung 2026 Digelar Hari Ini, Libatkan 30 Kecamatan dengan Rute 1,3 Kilometer

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pawai Jampana Bandung dijadwalkan berlangsung pada...

Kebakaran Gunung Ciremai Belum Padam Total, Petugas Buat Sekat Bakar dan Siapkan Pemadaman Udara

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Kebakaran Gunung Ciremai di kawasan Taman...

Tangisan Anak Surili di Tengah Karhutla Ciremai, Petugas Selamatkan Primata Langka

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Di tengah kebakaran hutan dan...

Perizinan Dapur MBG di Depok, Data PBG dan Pengawasan SPPG Perlu Dibuka

lintaspriangan.com, BERITA DEPOK. DEPOK — Perizinan bangunan dapur program...

BMKG Peringatkan Banjir Rob Jawa Barat hingga Awal November 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Motor Trail di Lahan Kosong Bekasi Bikin Heboh, Siapa Pemilik Sebenarnya?

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Deretan sepeda motor trail yang terparkir...

Olahraga

Kategori Populer