Surat Edaran Gubernur Jabar, Siaga Abu Vulkanik

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Langkah tersebut dituangkan Gubernur Jawa Barat melalui Surat Edaran Nomor 119/KS.01.01/DINKES tertanggal 6 September 2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat Jawa Barat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Surat edaran itu ditujukan Pemprov Jawa Barat kepada seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Barat. Isinya meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapan berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, kebencanaan, lingkungan hidup hingga transportasi.

Instruksi tersebut dikeluarkan untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat apabila sebarannya mencapai wilayah Jawa Barat.

Puskesmas hingga Rumah Sakit Diminta Siaga

Sektor kesehatan menjadi salah satu perhatian utama dalam surat edaran tersebut.

Gubernur meminta kepala dinas kesehatan di masing-masing daerah mengaktifkan kesiapsiagaan puskesmas, rumah sakit, pos kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Ketersediaan tenaga kesehatan, ambulans, oksigen, pulse oximeter, obat-obatan, masker atau respirator serta alat pelindung diri juga diminta dipastikan.

Selain kesiapan fasilitas, dinas kesehatan diperintahkan melakukan pemantauan harian terhadap gangguan kesehatan yang berpotensi muncul akibat paparan abu vulkanik.

Gangguan yang dipantau antara lain masalah pernapasan, asma atau PPOK, iritasi mata, gangguan kulit, cedera serta dampak kesehatan lainnya.

Sekolah Bisa Terapkan Pembelajaran Daring

Dampak abu vulkanik juga menjadi perhatian terhadap aktivitas pendidikan.

Dinas pendidikan diminta meningkatkan perlindungan peserta didik dan warga satuan pendidikan sekaligus memberikan edukasi mengenai bahaya abu vulkanik serta cara melindungi kesehatan.

Dalam kondisi tertentu, kepala sekolah di wilayah dengan intensitas sebaran abu vulkanik yang tinggi dapat mengambil keputusan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring dari rumah.

Keputusan tersebut harus mempertimbangkan kondisi di lapangan dan arahan dari instansi yang berwenang.

Sekolah juga diminta melakukan penyesuaian atau penghentian sementara kegiatan maupun aktivitas luar ruangan apabila kondisi sebaran abu dan kualitas udara berpotensi membahayakan kesehatan.

BPBD Diminta Siapkan Posko dan Ruang Aman

Kesiapsiagaan tidak hanya dibebankan kepada sektor kesehatan dan pendidikan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di daerah masing-masing diminta menyiapkan posko serta lokasi pengungsian atau ruang aman.

Koordinasi lintas sektor juga diperkuat untuk memastikan respons kedaruratan dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup bersama BMKG, BPBD dan instansi terkait diminta memantau kualitas udara, terutama konsentrasi PM2,5 dan PM10.

Informasi mengenai kondisi kualitas udara juga diminta disampaikan secara berkala kepada masyarakat.

Kelompok Rentan Jadi Perhatian

Pemerintah daerah juga diminta memberikan perlindungan khusus kepada kelompok yang lebih rentan terhadap dampak abu vulkanik.

Kelompok tersebut meliputi bayi dan anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, penyandang disabilitas, pekerja luar ruangan serta masyarakat dengan penyakit kronis.

Di sektor lainnya, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas PUPR, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta instansi terkait diminta menjaga keselamatan lalu lintas, kebersihan fasilitas umum dan ruas jalan.

Pembersihan abu vulkanik juga harus dilakukan dengan metode yang tidak membuat abu kembali beterbangan dan berpotensi terhirup masyarakat.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Gubernur juga memberikan sejumlah arahan langsung kepada masyarakat.

Warga diminta tetap tenang namun waspada terhadap kondisi lingkungan. Pada wilayah dengan intensitas abu vulkanik tinggi, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan sedapat mungkin tetap berada di dalam rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

Untuk perlindungan pernapasan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker, dengan prioritas KN95 atau masker lain yang tersedia dan mampu menutup hidung serta mulut dengan baik.

Kacamata juga dianjurkan saat berada di luar ruangan untuk melindungi mata dari paparan partikel abu.

Abu yang menempel di rumah maupun lingkungan sebaiknya dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan agar tidak kembali beterbangan.

Masyarakat juga diminta melindungi sumber air dan makanan dari paparan abu vulkanik.

Yang tak kalah penting, warga diminta mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Apabila setelah terpapar abu mengalami gangguan pernapasan, sesak napas, nyeri dada, iritasi mata, gangguan kulit atau gejala berat lainnya, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Dengan keluarnya surat edaran tersebut, Pemprov Jawa Barat menempatkan kesiapsiagaan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, sekaligus meminta pemerintah kabupaten dan kota memastikan perlindungan masyarakat berjalan sesuai kondisi di wilayah masing-masing. (HS)

Abu Vulkanik anak Krakatau - lintas priangan

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Sampai Bandung, Pemkot Siapkan Mitigasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan sebaran abu vulkanik Anak Krakatau mencapai wilayah Kota Bandung. Wali Kota Bandung...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Santri Tarbiyatul Ummah Tasikmalaya Ditempa Jadi Pemilih Cerdas

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. “Mengapa dalam setiap pemilu sering terjadi bagi-bagi uang...

Sumur Bor Setiamulya Mulai Dikerjakan untuk Pasok Air Bersih Warga

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sumur bor Setiamulya mulai dikerjakan di Kelurahan...

Persikotas Nusantara Belum Tentukan Kandang Liga 3, Banjar-Ciamis Dijajaki

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Persikotas Nusantara belum menentukan stadion kandang untuk...

Garut Plaza Diaktifkan Kembali, Pemkab Bidik Perdagangan dan UMKM

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Garut Plaza kembali didorong menjadi pusat aktivitas...

Kebakaran Gunung Guntur dan Cikuray Tak Masuk Cagar Alam

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Kebakaran Gunung Guntur dan Gunung Cikuray di...

JAWA BARAT

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Sampai Bandung, Pemkot Siapkan Mitigasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan langkah...

Bandara Husein Sastranegara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau, Estimasi hingga Pukul 16.00 WIB

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Operasional Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung...

200 Becak Listrik Cirebon Dibagikan, Pemkot Siapkan Dukungan Pengisian Daya

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Sebanyak 200 unit becak listrik Cirebon telah...

Kebakaran Lahan Jawa Barat Capai 228,07 Hektare, Sukabumi Terluas

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Luas kebakaran lahan Jawa Barat mencapai 228,07...

Persib vs PSM di GBLA, 2.505 Personel Disiagakan dan Tiga Titik Disekat

lintaspriangan.com, BERITA PERSIB. Sebanyak 2.505 personel disiagakan untuk mengamankan pertandingan...

Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Mulai 6 September untuk Cegah Karhutla

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai di wilayah...

Dentuman Misterius Bandung, Badan Geologi Kaitkan Anak Krakatau, BMKG Sebut Skyquake

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Misteri suara dentuman misterius Bandung yang...

Angin Kencang Jawa Barat Berpotensi Terjadi 5–6 September, BMKG Ingatkan Pohon Tumbang

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Potensi angin kencang Jawa Barat masih...

Olahraga

Popular Categories