lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sumur bor Setiamulya mulai dikerjakan di Kelurahan Setiamulya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, sebagai fasilitas baru untuk memasok air bersih ke permukiman warga. Perkembangan proyek tersebut dipublikasikan pada Minggu, 6 September 2026, dan menjadi salah satu program pengadaan air bersih yang dijalankan melalui kerja sama anggota Komisi VI DPR RI Mulan Jameela dengan PT Pertamina.
Pengerjaan dilakukan dengan mengebor sumber air yang nantinya direncanakan tersambung ke kawasan permukiman. Sampai 7 September 2026, informasi yang dipublikasikan belum menyebut kedalaman pengeboran, kapasitas produksi air, jumlah rumah yang akan dilayani, maupun kapan fasilitas itu mulai dapat digunakan warga.
Air dari Sumur Akan Disalurkan ke Permukiman
Program sumur bor Setiamulya merupakan bagian dari pengadaan fasilitas air bersih di daerah pemilihan yang mencakup Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut.
Mulan menyatakan pembangunan fasilitas tersebut dilakukan bersama Pertamina sebagai salah satu mitra kerja Komisi VI DPR RI. Menurut keterangan yang dipublikasikan Fraksi Gerindra DPR RI, air dari hasil pengeboran di Setiamulya selanjutnya akan dialirkan menuju permukiman warga setempat.
Program serupa direncanakan berlanjut di sejumlah desa atau kelurahan lain di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya serta Kabupaten Garut. Namun, publikasi tersebut belum merinci titik berikutnya, jumlah fasilitas yang akan dibangun, ataupun jadwal penyelesaiannya.
Kebutuhan terhadap sumber air menjadi isu yang relevan di Kota Tasikmalaya selama musim kemarau. Pemerintah Kota Tasikmalaya sebelumnya telah memasukkan ancaman kekeringan sebagai salah satu persoalan kewilayahan yang perlu diantisipasi ketika memasuki musim kemarau. Hal itu dibahas dalam Forum Lurah Kota Tasikmalaya pada 29 Juni 2026.
Setiamulya Berada di Kecamatan Tamansari
Data Pemerintah Kota Tasikmalaya menempatkan Kelurahan Setiamulya di wilayah Kecamatan Tamansari. Lokasi tersebut menjadi salah satu kawasan yang kini mendapat tambahan fasilitas sumber air melalui sumur bor Setiamulya.
Pembangunan sumur bor dapat menjadi sumber tambahan air bagi warga setelah pengeboran menghasilkan debit yang memadai dan jaringan penyalurannya selesai. Namun, publikasi program hingga 7 September belum memberikan data mengenai hasil uji debit maupun kualitas air. Karena itu, manfaat aktual fasilitas tersebut masih perlu dilihat setelah pembangunan dan sistem distribusinya selesai.
Keterangan yang tersedia juga belum menjelaskan skema pengelolaan sumur setelah diserahkan untuk digunakan masyarakat, termasuk pihak yang bertanggung jawab atas pemeliharaan fasilitas.
Tahapan berikutnya yang menentukan adalah penyelesaian pengeboran, pengujian sumber air, dan pemasangan jaringan menuju permukiman. Setelah tahapan tersebut selesai, jumlah warga yang benar-benar menerima pasokan dari fasilitas baru itu dapat diketahui secara lebih pasti. (NS/AS)







