lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Dampak erupsi Anak Krakatau masih mengganggu penerbangan pada Senin, 7 September 2026. Bandara Internasional Soekarno-Hatta bersama enam bandara lain memperpanjang penghentian sementara operasional penerbangan hingga pukul 08.59 WIB karena sebaran abu vulkanik masih menjadi pertimbangan keselamatan penerbangan.
Enam bandara lainnya adalah Halim Perdanakusuma di Jakarta, Radin Inten II di Lampung, Husein Sastranegara di Bandung, Budiarto di Tangerang, Pondok Cabe di Tangerang Selatan, serta M. Taufik Kiemas di Pesisir Barat, Lampung. Pengguna jasa penerbangan diminta memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.
Penutupan Berlanjut Memasuki 7 September
Penutupan pada Senin pagi merupakan perpanjangan dari pembatasan operasional yang diberlakukan sepanjang Minggu, 6 September 2026. Kementerian Perhubungan sebelumnya menyatakan delapan bandara terdampak ditutup hingga pukul 24.00 WIB setelah pemantauan sebaran abu vulkanik erupsi Anak Krakatau.
Delapan bandara yang tercatat dalam pembaruan Kementerian Perhubungan pada Minggu sore meliputi Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara, Budiarto, Pondok Cabe, Taufik Kiemas, dan Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan. Pembaruan pada Senin dini hari kemudian mencantumkan tujuh bandara yang masih menghentikan operasional hingga pukul 08.59 WIB.
Kementerian Perhubungan mencatat hingga Minggu pukul 17.06 WIB terdapat 1.558 penerbangan yang tertunda di delapan bandara terdampak dan sekitar 170.000 penumpang tertahan. Khusus Soekarno-Hatta, saat itu tercatat 963 penerbangan terdampak.
Data yang diperbarui pengelola Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 21.30 WIB mencatat 1.039 penerbangan terdampak di bandara tersebut, terdiri atas 746 penerbangan domestik, 272 internasional, dan 21 penerbangan kargo. Jumlah penumpang terdampak tercatat 166.351 orang.
Penanganan bagi penumpang antara lain dilakukan melalui penyediaan makanan dan minuman serta layanan bus. Pengelola Soekarno-Hatta juga menyiapkan bus gratis menuju Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya bagi penumpang terdampak.
Anak Krakatau Tetap Berstatus Siaga
Gangguan penerbangan terjadi meskipun episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berhenti pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. PVMBG mencatat episode tersebut berlangsung sekitar 25 jam sejak Jumat, 4 September pukul 23.07 WIB.
PVMBG tetap menetapkan Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga. Setelah episode erupsi menerus berhenti, satu erupsi susulan bertipe Strombolian tercatat pada Minggu pukul 03.53 WIB dengan durasi sekitar 30 detik. Pemantauan instrumental menunjukkan energi aktivitas vulkanik sempat meningkat pada 5 September sebelum menunjukkan tren penurunan pada 6 September.
Meski demikian, PVMBG menyatakan potensi letusan susulan masih tergolong tinggi. Ancaman yang dipantau antara lain lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta kemungkinan aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.
Dalam status Level III tersebut, masyarakat, wisatawan, dan pendaki diminta tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung. Dengan erupsi Anak Krakatau yang masih dipantau dan status penerbangan bersifat dinamis, calon penumpang perlu mengecek kembali jadwal serta status bandara sebelum melakukan perjalanan pada Senin pagi. (NS/AS)







