lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Potensi angin kencang Jawa Barat masih berlaku pada Sabtu, 5 September 2026, dan diprakirakan berlanjut hingga Minggu, 6 September. Informasi potensi cuaca ekstrem tiga harian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencantumkan Jawa Barat dalam kategori angin kencang pada kedua tanggal tersebut.
Peringatan itu berlaku pada tingkat provinsi. Dalam tabel tiga harian terbaru, BMKG tidak mencantumkan Jawa Barat dalam kategori angin kencang untuk 7 September. Karena itu, masyarakat perlu mengikuti pembaruan prakiraan dan peringatan dini yang lebih spesifik untuk kabupaten atau kota masing-masing.
Angin Kencang Jawa Barat Muncul di Tengah Kondisi Kemarau
Potensi angin kencang Jawa Barat terjadi ketika sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam kondisi relatif kering. BMKG memprakirakan pada Dasarian I hingga III September 2026, sebagian besar wilayah Indonesia mengalami curah hujan rendah hingga menengah pada kisaran 0–150 milimeter per dasarian.
Untuk wilayah Jawa, curah hujan kurang dari 50 milimeter per dasarian diprakirakan cukup dominan. BMKG mengaitkan kondisi kering tersebut dengan terbatasnya ketersediaan uap air di atmosfer serta pengaruh El Niño kategori sangat kuat dan Indian Ocean Dipole atau IOD positif. Kedua fenomena itu disebut mendukung berkurangnya suplai kelembapan menuju wilayah Indonesia.
Meski kemarau masih dominan, kondisi kering tidak berarti seluruh wilayah akan bebas dari hujan atau cuaca lokal yang berubah cepat. BMKG menyebut hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal.
Prakiraan mingguan BMKG yang diterbitkan 3 September sebelumnya juga memasukkan Jawa Barat sebagai salah satu wilayah dengan potensi angin kencang pada periode 4–6 September. Pembaruan tiga harian per 5 September tetap mempertahankan potensi tersebut untuk Jawa Barat pada 5 dan 6 September.
BMKG Ingatkan Risiko Pohon dan Baliho Tumbang
BMKG meminta masyarakat mewaspadai dampak yang dapat muncul ketika angin kencang atau cuaca buruk terjadi. Risiko yang perlu diperhatikan antara lain pohon atau dahan tumbang, papan reklame roboh, genangan, serta sambaran petir.
Masyarakat juga diimbau tidak berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan yang kondisinya rapuh ketika cuaca memburuk. Informasi cuaca perlu dipantau secara berkala karena peringatan pada tingkat kabupaten, kota, atau kecamatan dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer.
Selain potensi angin kencang Jawa Barat, BMKG mengingatkan dampak musim kemarau berupa udara lebih kering, kebutuhan menjaga kecukupan cairan tubuh, serta meningkatnya kewaspadaan terhadap kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan. Masyarakat diminta menghindari pembakaran sampah atau pembukaan lahan dengan api di kawasan yang mudah terbakar.
Untuk periode 5 September, tabel potensi cuaca ekstrem BMKG juga mencantumkan angin kencang di sejumlah provinsi lain, antara lain Banten, Bengkulu, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Sumatera Barat. Namun, detail waktu dan lokasi kejadian tetap bergantung pada perkembangan cuaca di masing-masing wilayah. (NS/AS)







