lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pelantikan GEKRAFS Kota Tasikmalaya bukan sekadar menambah satu organisasi baru di daerah.
Di balik pelantikan Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kota Tasikmalaya, ada pekerjaan yang jauh lebih besar: menghubungkan kreativitas masyarakat dengan pasar, membuka jejaring, memperkuat usaha, serta membuat potensi lokal memiliki nilai ekonomi yang semakin tinggi.
Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim memberikan perhatian khusus terhadap momentum tersebut. Terlebih, H. Aslim juga dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua Dewan Pembina DPC GEKRAFS Kota Tasikmalaya.
Sementara Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menjadi Ketua Dewan Pembina.
Hal tersebut disampaikan H. Aslim kepada Lintas Priangan, Jumat (4/9/2026), bertepatan dengan pelantikan pengurus DPC GEKRAFS Kota Tasikmalaya di Auditorium Gedung Creative Center (GCC), Dadaha.
“Pak Wali sebagai Ketua Dewan Pembina, saya Wakil Ketua Dewan Pembina,” kata H. Aslim.
H. Aslim juga menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada jajaran pengurus DPC GEKRAFS Kota Tasikmalaya yang resmi mengemban amanah organisasi.
“Selamat dan sukses atas pelantikan Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Namun setelah seremoni berakhir, tantangan sesungguhnya justru dimulai.
Pelantikan GEKRAFS Kota Tasikmalaya Datang pada Momentum Penting
Kehadiran GEKRAFS memiliki konteks yang kuat bagi Kota Tasikmalaya.
Kota ini sudah lama mempunyai modal berupa kreativitas yang tumbuh langsung dari masyarakat.
Ada bordir dan konveksi.
Ada kelom geulis.
Ada payung geulis.
Ada batik.
Ada kerajinan mendong dan bambu.
Ada produk kayu.
Dan tentu saja ada kuliner yang terus berkembang mengikuti perubahan selera pasar.
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bahkan mencatat delapan industri tersebut sebagai kekuatan unggulan Kota Tasikmalaya dan mendorong daerah ini menjadi salah satu simpul utama ekonomi kreatif di Priangan Timur dan Jawa Barat.
Karena itu, Pelantikan GEKRAFS Kota Tasikmalaya datang ketika ekosistem kreatif daerah sedang membutuhkan penguatan kelembagaan, kolaborasi dan perluasan akses pasar.
Potensinya sudah ada.
Pelakunya sudah tumbuh.
Produk-produknya sudah dikenal.
Pekerjaan berikutnya adalah membuat semuanya bergerak lebih cepat dan lebih terhubung.
Ada Ribuan Usaha dan Belasan Ribu Tenaga Kerja
Ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya juga bukan sektor kecil.
Data resmi dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tasikmalaya Tahun 2026 mencatat sebanyak 9.622 usaha industri kreatif pada subsektor kuliner, kriya dan fesyen.
Sektor tersebut menyerap sekitar 16.748 tenaga kerja, dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp86,59 miliar.
Angka itu memberikan gambaran bahwa ekonomi kreatif bukan sekadar urusan membuat produk yang unik atau mengikuti tren.
Di baliknya ada kehidupan ekonomi masyarakat.
Ada keluarga yang menggantungkan penghasilan.
Ada pekerja.
Ada pengusaha kecil.
Ada investasi.
Dan ada peluang membuka lapangan kerja baru.
Karena itu, organisasi ekonomi kreatif akan memperoleh makna ketika kehadirannya mampu menyentuh kebutuhan nyata para pelaku tersebut.
H. Aslim Bukan Sekadar Hadir
Posisi H. Aslim sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina GEKRAFS Kota Tasikmalaya membuat keterlibatannya memiliki dimensi yang berbeda.
Ia bukan hanya datang sebagai Ketua DPRD menghadiri sebuah undangan.
Ada peran pembinaan yang ikut melekat.
Komposisi Wali Kota Tasikmalaya sebagai Ketua Dewan Pembina dan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina sekaligus membuka ruang yang menarik bagi penguatan ekosistem ekonomi kreatif.
Sebab pelaku kreatif tidak hanya membutuhkan panggung.
Mereka membutuhkan ekosistem.
Membutuhkan akses.
Membutuhkan kepastian.
Membutuhkan ruang pemasaran.
Membutuhkan jejaring.
Dan dalam banyak kasus, mereka juga membutuhkan kebijakan publik yang mampu menciptakan iklim usaha lebih sehat.
Di sinilah posisi pemerintah, lembaga legislatif, komunitas dan pelaku usaha dapat saling melengkapi.
Ekonomi kreatif tidak akan tumbuh maksimal jika semua berjalan sendiri-sendiri.
Kreatif Saja Tidak Cukup
Zaman telah berubah.
Produk bagus belum tentu laku.
Barang berkualitas belum tentu dikenal.
Dan kreativitas hebat belum tentu otomatis berubah menjadi usaha yang kuat.
Hari ini seorang pelaku ekonomi kreatif juga dituntut memahami branding, pemasaran digital, jejaring distribusi, hak kekayaan intelektual hingga perubahan selera konsumen.
Karena itu, tantangan ekonomi kreatif bukan lagi sekadar bagaimana menciptakan produk.
Pertanyaannya sudah berubah menjadi:
Bagaimana produk Tasikmalaya memiliki nilai lebih dan mampu masuk ke pasar yang lebih luas?
Di sinilah GEKRAFS memiliki ruang untuk menunjukkan kegunaannya.
Bukan hanya menjadi tempat berkumpul para pelaku kreatif, tetapi menjadi simpul yang mempertemukan ide dengan kesempatan.
Mempertemukan produk dengan pasar.
Mempertemukan pelaku usaha dengan jejaring.
Dan mempertemukan potensi daerah dengan kebutuhan ekonomi masa depan.
GCC Harus Menjadi Rumah Kreativitas
Pelaksanaan Pelantikan GEKRAFS Kota Tasikmalaya di Gedung Creative Center Dadaha juga memiliki simbol tersendiri.
Gedung tersebut seharusnya tidak berhenti sebagai bangunan.
Creative Center memperoleh nilainya ketika benar-benar dipenuhi aktivitas kreatif.
Ketika ada anak muda bertemu dan bertukar gagasan.
Ketika pelaku usaha belajar memperbaiki produknya.
Ketika desainer berkolaborasi dengan perajin.
Ketika komunitas bertemu dengan pasar.
Ketika lahir produk baru.
Dan ketika gagasan akhirnya berubah menjadi nilai ekonomi.
Kementerian Ekonomi Kreatif sendiri telah mendorong optimalisasi Creative Center Kota Tasikmalaya sekaligus penguatan kelembagaan ekonomi kreatif daerah.
Dengan demikian, kehadiran GEKRAFS dapat menjadi salah satu bagian yang mengisi ruang tersebut dengan aktivitas nyata.
Tasikmalaya Punya Modal untuk Naik Kelas
Tasikmalaya sebenarnya tidak kekurangan identitas.
Produk kreatif daerah ini telah lama mempunyai karakter kuat.
Persoalannya adalah bagaimana karakter lokal tersebut dikemas sehingga memiliki daya saing yang semakin tinggi.
Kelom geulis jangan hanya dikenal karena tradisinya.
Bordir jangan berhenti sebagai produk lokal.
Payung geulis jangan hanya muncul sebagai dekorasi.
Kuliner jangan hanya ramai di pasar sekitar.
Semuanya memiliki peluang menjadi bagian dari identitas ekonomi Kota Tasikmalaya yang dibawa ke pasar lebih luas.
Kementerian Ekonomi Kreatif juga mencatat kunjungan wisatawan ke Kota Tasikmalaya pada 2025 mencapai 667.484 kunjungan.
Artinya, ekonomi kreatif juga memiliki peluang besar untuk berjalan beriringan dengan pariwisata.
Orang datang ke Tasikmalaya.
Mereka melihat budaya.
Menikmati kuliner.
Membeli produk.
Mengunggah pengalaman.
Lalu membawa nama Tasikmalaya pulang ke daerahnya.
Rantai sederhana seperti itulah yang pada akhirnya dapat menciptakan dampak ekonomi.
Pelantikan Adalah Titik Mulai
Karena itu, pekerjaan DPC GEKRAFS Kota Tasikmalaya baru saja dimulai.
Pelantikan memberikan legitimasi organisasi.
Tetapi manfaat organisasi baru akan diuji setelahnya.
Apakah semakin banyak pelaku kreatif memperoleh akses?
Apakah produk lokal semakin dikenal?
Apakah kolaborasi semakin mudah?
Apakah anak-anak muda semakin tertarik membangun usaha kreatif?
Dan apakah ekonomi kreatif benar-benar menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat?
Itulah ukuran yang jauh lebih penting daripada kemeriahan sebuah seremoni.
Bagi H. Aslim, amanah sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina menempatkannya dalam bagian dari perjalanan tersebut.
Bersama Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan sebagai Ketua Dewan Pembina serta jajaran pengurus GEKRAFS, terdapat pekerjaan besar untuk menjaga agar energi kreatif masyarakat tidak berhenti menjadi sekadar potensi.
Sebab Tasikmalaya sesungguhnya sudah memiliki kreativitas.
Yang dibutuhkan berikutnya adalah membuat kreativitas itu terkoneksi, bertumbuh, memiliki pasar, dan akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dan di situlah makna sebenarnya dari Pelantikan GEKRAFS Kota Tasikmalaya: bukan akhir sebuah seremoni, melainkan awal dari pekerjaan untuk membawa ekonomi kreatif daerah naik kelas. (NS/AS)







