H. Aslim: Wisuda OHAN Bukan Sekadar Mencetak Hafidz, tapi Menyiapkan Masa Depan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim menghadiri Wisuda OHAN (One Kelurahan One Hafidz) di Kota Tasikmalaya, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta para hafidz dan hafidzah yang mengikuti prosesi wisuda.

Kepada Lintas Priangan, H. Aslim menyampaikan bahwa Wisuda OHAN merupakan bagian dari program prioritas Wali Kota Tasikmalaya melalui gagasan One Kelurahan One Hafidz.

- Advertisement -

“Ini Wisuda Hafidz dan Hafidzah dari program prioritas Pak Wali, One Kelurahan One Hafidz,” ujar H. Aslim.

Namun bagi H. Aslim, makna program tersebut jauh lebih besar daripada sekadar sebuah prosesi wisuda.

Di balik seorang anak yang mampu menghafal Al-Qur’an terdapat proses panjang yang membentuk ketekunan, kedisiplinan, kesabaran, dan kemampuan menjaga komitmen.

Ada ayat yang harus terus diulang.

Ada hafalan yang harus terus dijaga.

Ada waktu yang dikorbankan.

Dan ada karakter yang perlahan dibentuk melalui seluruh proses tersebut.

Wisuda OHAN dan Investasi Generasi

H. Aslim melihat Wisuda OHAN sebagai bagian dari investasi pembangunan manusia di Kota Tasikmalaya.

Sebab pembangunan sebuah kota tidak cukup hanya diukur dari seberapa banyak jalan yang diperbaiki, gedung yang dibangun, atau fasilitas publik yang tersedia.

Di balik seluruh pembangunan fisik itu ada satu hal yang jauh lebih menentukan masa depan sebuah daerah: kualitas manusianya.

Generasi yang memiliki pengetahuan tetapi tidak mempunyai karakter akan menghadapi tantangan tersendiri.

Sebaliknya, generasi yang memiliki ilmu sekaligus pegangan nilai akan memiliki fondasi lebih kuat ketika memasuki kehidupan masyarakat.

Di titik itulah H. Aslim melihat program One Kelurahan One Hafidz memiliki nilai strategis.

Program tersebut bukan hanya melahirkan anak-anak yang mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya generasi yang terbiasa dengan disiplin, kesabaran dan nilai-nilai keagamaan sejak usia muda.

Kota boleh berkembang.

Teknologi boleh semakin maju.

Ekonomi harus terus bergerak.

Infrastruktur harus dibangun.

Tetapi generasi yang kelak mengelola seluruh kemajuan tersebut juga membutuhkan arah dan fondasi moral.

Satu Kelurahan, Satu Penjaga Nilai

Gagasan One Kelurahan One Hafidz terdengar sederhana.

Namun ketika diterapkan secara konsisten, cita-cita di baliknya tidak sederhana sama sekali.

Dari setiap kelurahan diharapkan lahir generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.

Mereka bukan hanya diharapkan mampu menjaga hafalan, tetapi juga membawa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya ke kehidupan sehari-hari.

Kejujuran.

Tanggung jawab.

Kedisiplinan.

Penghormatan kepada orang tua dan guru.

Serta kepedulian terhadap sesama.

Nilai-nilai seperti itulah yang kelak menentukan bagaimana seorang anak menggunakan ilmu dan kemampuan yang dimilikinya.

H. Aslim memandang pembangunan karakter semacam ini sebagai investasi yang hasilnya memang tidak selalu dapat dilihat dalam waktu singkat.

Membangun gedung mungkin bisa diselesaikan dalam hitungan bulan.

Tetapi membangun manusia membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Dan ketika berhasil, dampaknya dapat dirasakan jauh melampaui satu periode pemerintahan.

Bukan Sekadar Menghafal Ayat

Menurut H. Aslim, keberhasilan program hafidz dan hafidzah juga tidak seharusnya hanya dilihat dari jumlah ayat atau juz yang mampu dihafalkan peserta.

Ada tujuan yang lebih besar.

Al-Qur’an yang berada dalam hafalan harus perlahan hadir dalam perilaku.

Karena seorang hafidz dan hafidzah pada akhirnya tidak hanya membawa hafalan untuk dirinya sendiri.

Mereka akan kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

Mereka akan melanjutkan pendidikan.

Mereka akan memasuki dunia kerja.

Sebagian mungkin kelak menjadi guru, pengusaha, profesional, aparatur pemerintahan, tokoh masyarakat, bahkan pemimpin.

Di mana pun mereka berada, fondasi nilai yang dibangun sejak muda itulah yang diharapkan menjadi pegangan.

Karena itu, Wisuda OHAN tidak boleh hanya menghasilkan kebanggaan pada hari ketika medali dikalungkan.

Program tersebut harus mampu meninggalkan bekal yang dibawa jauh setelah panggung wisuda selesai.

Menjaga Identitas Tasikmalaya di Tengah Perubahan

Bagi Kota Tasikmalaya, program One Kelurahan One Hafidz juga memiliki makna tersendiri.

Tasikmalaya sejak lama memiliki hubungan kuat dengan kehidupan pesantren, ulama, madrasah, serta pendidikan keagamaan.

Namun sebuah identitas tidak cukup hanya diwariskan melalui cerita masa lalu.

Identitas harus terus dihidupkan oleh generasi baru.

Di tengah perubahan zaman yang sangat cepat, tantangan itu menjadi semakin penting.

Generasi muda hari ini tumbuh bersama teknologi.

Informasi tersedia dalam hitungan detik.

Pengetahuan dapat diperoleh dari layar telepon genggam.

Tetapi ada sesuatu yang tidak bisa diperoleh hanya dengan menekan tombol pencarian: karakter.

Karakter membutuhkan proses.

Membutuhkan pendidikan.

Membutuhkan keteladanan.

Dan membutuhkan lingkungan yang terus menanamkan nilai.

Karena itu, pembangunan generasi Qurani tidak berarti menjauhkan anak-anak dari perkembangan zaman.

Justru mereka harus dipersiapkan untuk menguasai perkembangan tersebut tanpa kehilangan kompas moral.

Tasikmalaya tidak harus memilih antara menjadi kota maju atau mempertahankan identitas religiusnya.

Keduanya dapat berjalan bersama.

Kemajuan dikejar.

Teknologi dikuasai.

Ekonomi dikembangkan.

Pendidikan diperkuat.

Tetapi akar nilai tetap dijaga.

Wisuda Bukan Garis Akhir

Bagi H. Aslim, Wisuda OHAN seharusnya menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang.

Para hafidz dan hafidzah harus terus mendapatkan ruang untuk tumbuh, menjaga hafalan, melanjutkan pendidikan, memperluas wawasan, serta menghadirkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata.

Jika proses itu terus dijaga, maka One Kelurahan One Hafidz tidak hanya akan menghasilkan deretan nama penghafal Al-Qur’an.

Program tersebut dapat melahirkan sebuah ekosistem generasi Qurani yang tumbuh dari kelurahan-kelurahan di Kota Tasikmalaya.

Dan pada akhirnya, keberhasilan pembangunan sebuah kota tidak hanya akan ditentukan oleh apa yang berhasil didirikan hari ini.

Lebih jauh dari itu, keberhasilannya akan ditentukan oleh generasi seperti apa yang dipersiapkan untuk menjalankan kota tersebut di masa depan.

“Wisuda OHAN boleh selesai dalam sehari, tetapi generasi yang dibangun melalui program ini akan membawa masa depan Tasikmalaya jauh lebih lama,” pungkas H. Aslim. (NS/AS)

[abiba_quick_ads id="38307"]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Santri Ciamis Didorong Gerakkan Ekonomi, Dukungan Konkret Apa yang Disiapkan?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Santri Ciamis diajak ikut menggerakkan ekonomi...

Pajak Garut Tembus 81,1 Persen, PBB Masih Tertahan di 60,9 Persen

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Penerimaan pajak Garut mencapai Rp141,20 miliar...

Ciamis Bidik Juara Umum Porsadin Jabar 2026, 28 Peserta Turun di 14 Lomba

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kabupaten Ciamis membidik gelar juara umum...

PEPATAH MANIS Ciamis Hadirkan 58 Layanan di Sukamantri, Warga Bisa Urus Dokumen hingga Beli Pangan Murah

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis menghadirkan 58 jenis...

Hari Santri 2026 Pangandaran, PCNU dan Pemkab Rencanakan Upacara Bersama serta Berbagai Perlombaan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten...

JAWA BARAT

Tangisan Anak Surili di Tengah Karhutla Ciremai, Petugas Selamatkan Primata Langka

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Di tengah kebakaran hutan dan...

Perizinan Dapur MBG di Depok, Data PBG dan Pengawasan SPPG Perlu Dibuka

lintaspriangan.com, BERITA DEPOK. DEPOK — Perizinan bangunan dapur program...

BMKG Peringatkan Banjir Rob Jawa Barat hingga Awal November 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Motor Trail di Lahan Kosong Bekasi Bikin Heboh, Siapa Pemilik Sebenarnya?

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Deretan sepeda motor trail yang terparkir...

103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan, Orang Tua Menanti Kepastian Penyebabnya

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kekhawatiran menyelimuti keluarga siswa SMP Negeri...

BPKH Bahas Dana Haji di Bandung, Kelolaan Capai Rp185,72 Triliun

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membahas...

Angkot Bandung Diusulkan Tanpa Setoran, Sopir Didorong Jadi Pemilik Kendaraan Sendiri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan...

Wakil Bupati Indramayu Ditahan, Terungkap Dugaan Rekayasa Tunjangan DPRD Rp18,79 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. BANDUNG – Wakil Bupati Indramayu ditahan...

Olahraga

Kategori Populer