lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR – Misteri kematian Imas Maska, perempuan yang ditemukan meninggal dunia di sebuah mes peternakan ayam di Kabupaten Cianjur, mulai menemui titik terang.
Polisi akhirnya menangkap Asep Saepul yang diduga sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Asep diringkus Unit 1 Satreskrim Polres Cianjur di tempat persembunyiannya di wilayah Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Penangkapan ini menjadi perkembangan terbaru setelah sebelumnya kematian Imas di mes peternakan ayam kawasan Cisampih, Desa Cikancana, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, menyisakan misteri.
Berita sebelumnya: Misteri Kematian Perempuan di Mes Peternakan Ayam Cianjur
Asep Saepul Sempat Berpindah-pindah Tempat
Pasca kejadian, Asep diduga beberapa kali berpindah lokasi untuk menghindari kejaran polisi.
Tersangka sempat berada di mes peternakan ayam kampung Cisampih, Desa Cikancana, Kecamatan Warungkondang. Setelah itu, ia berpindah ke rumah kakaknya di Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi.
Persembunyian Asep akhirnya berakhir di Kecamatan Kalibunder, Sukabumi. Di lokasi tersebut, Unit 1 Satreskrim Polres Cianjur berhasil menangkapnya.
Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan sepeda motor milik korban yang diduga digunakan Asep untuk melarikan diri dari lokasi kejadian.
Penangkapan tersebut sekaligus membuka sejumlah fakta baru terkait kematian Imas.
Imas Diduga Dihantam Balok Kayu
Kapolres Cianjur AKBP Ahmad Alexander Yuriko mengungkapkan, korban diduga dihabisi dengan cara dihantam menggunakan balok kayu atau stik baseball berbahan kayu.
Hantaman tersebut mengenai bagian belakang kepala korban.
Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam penyidikan polisi untuk mengungkap rangkaian kejadian yang menyebabkan Imas meninggal dunia.
Sebelumnya, kematian Imas di mes peternakan ayam memang menimbulkan sejumlah pertanyaan. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengarah kepada Asep Saepul.
Tersangka Diduga Sempat Berniat Menguburkan Jasad
Fakta lain yang terungkap dalam penyidikan yakni adanya dugaan rencana tersangka untuk menghilangkan jasad korban.
Asep diduga sempat berencana menguburkan jasad Imas di belakang mes peternakan ayam.
Namun, rencana tersebut tidak terlaksana.
Tersangka disebut keburu panik setelah kejadian dan memilih meninggalkan lokasi. Dalam pelariannya, Asep diduga menggunakan sepeda motor milik korban.
Ia kemudian berpindah-pindah tempat hingga akhirnya bersembunyi di wilayah Kalibunder, Sukabumi.
Misteri Kematian Imas Mulai Terungkap
Penangkapan Asep menjadi babak baru dalam kasus kematian Imas Maska.
Sebelumnya, keberadaan korban menjadi perhatian setelah Imas ditemukan meninggal dunia di sebuah mes peternakan ayam di wilayah Cianjur.
Dengan tertangkapnya Asep, penyidik kini dapat menggali lebih jauh mengenai hubungan antara tersangka dan korban, motif pembunuhan, hingga rangkaian peristiwa sebelum dan sesudah korban meninggal dunia.
Polisi juga masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah barang bukti yang telah diamankan.
Proses penyidikan diperlukan untuk memastikan secara utuh bagaimana peristiwa tersebut terjadi serta mengungkap motif di balik dugaan pembunuhan terhadap Imas.
Asep Dijerat Pasal Pembunuhan
Atas kasus tersebut, penyidik menjerat Asep Saepul dengan Pasal 459 KUHP dan/atau Pasal 458 KUHP terkait tindak pidana pembunuhan.
Saat ini, tersangka masih menjalani proses hukum lebih lanjut di Polres Cianjur.
Penangkapan Asep sekaligus menjawab sebagian misteri yang sebelumnya menyelimuti kematian Imas Maska di mes peternakan ayam Cianjur.
Meski demikian, seluruh dugaan terhadap tersangka masih harus dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. (HS)







