lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Jembatan Pemkot Cimahi di Jalan Raden Demang Hardjakusumah ditargetkan mulai dapat dilalui kendaraan roda dua pada Sabtu, 5 September 2026. Namun, pembukaan akses belum otomatis dilakukan karena masih bergantung pada hasil pemeriksaan teknis dan persetujuan pihak berwenang.
Pemerintah Kota Cimahi sebelumnya menetapkan 5 September sebagai target pembukaan sebagian akses setelah jembatan menjalani pemeliharaan. Hingga informasi resmi terbaru yang tersedia menjelang tanggal tersebut, pemerintah masih menempatkan keselamatan dan kelayakan jembatan sebagai syarat sebelum kendaraan diperbolehkan melintas.
Pembukaan Jembatan Pemkot Cimahi Bergantung Hasil Pemeriksaan
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi Endang mengatakan Jembatan Pemkot Cimahi secara teknis ditargetkan mulai dapat digunakan sepeda motor pada 5 September. Menurut dia, target waktu bukan satu-satunya pertimbangan karena kualitas pekerjaan serta keamanan pengguna jalan tetap harus dipastikan.
“Sebelum jembatan dibuka untuk umum, perlu dipastikan seluruh aspek teknis, keselamatan dan kelayakan jalan telah memenuhi ketentuan sehingga masyarakat dapat menggunakan akses tersebut dengan aman,” kata Endang sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Pemkot Cimahi.
Perbaikan jembatan dilakukan karena pemerintah menemukan kondisi struktur yang mengalami penurunan dan dinilai perlu segera ditangani. Pemkot menyatakan pekerjaan tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira sebelumnya menyebut masa pekerjaan yang semula ditargetkan sekitar 90 hari didorong agar dapat dipercepat sehingga jembatan bisa kembali digunakan dalam waktu sekitar satu bulan, sepanjang kondisi teknis memungkinkan. Pemkot menggunakan metode hydraulic static dynamic pile dalam pekerjaan perbaikan tersebut.
Penutupan Jembatan Ikut Berdampak pada Arus Lalu Lintas
Pemeliharaan Jembatan Pemkot Cimahi berlangsung bersamaan dengan pembangunan Underpass Gatot Subroto. Dua pekerjaan infrastruktur tersebut ikut memengaruhi pola lalu lintas di sejumlah ruas Kota Cimahi dan menyebabkan kepadatan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.
Pemkot mencatat penumpukan kendaraan antara lain terjadi di Jalan Amir Mahmud. Arus kendaraan datang bersamaan dari arah Jalan Amir Mahmud bagian barat, Kolmas, Babakan, Margamulya, dan Jalan Daeng. Pemerintah bersama kepolisian kemudian mengevaluasi rekayasa lalu lintas dan menambah personel di sejumlah titik.
Salah satu rekayasa yang telah diterapkan sejak 19 Agustus adalah sistem dua arah atau counterflow pada underpass di kawasan tersebut. Pengaturan lalu lintas masih dievaluasi mengikuti kondisi di lapangan.
Karena itu, target pembukaan Jembatan Pemkot Cimahi pada 5 September berpotensi mengembalikan sebagian akses bagi pengguna sepeda motor. Namun, masyarakat masih perlu menunggu keputusan resmi hasil pemeriksaan sebelum menganggap jembatan tersebut sudah dapat dilalui. (NS/AS)







