Gunung Anak Krakatau Level III Siaga, Aktivitas Dilarang dalam Radius 3 Kilometer

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Kewaspadaan terhadap Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian memasuki Minggu, 6 September 2026. Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi pada 5 September, gunung api di Selat Sunda itu berada pada Level III atau Siaga setelah mengalami erupsi menerus disertai suara gemuruh dan lontaran material pijar. Masyarakat maupun wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Aktivitas erupsi yang diamati pada awal 5 September memperlihatkan semburan merah menyala secara menerus. Badan Geologi menggambarkan fenomena tersebut menyerupai lava fountain atau air mancur lava yang dapat menghasilkan aliran lava. BNPB juga melaporkan aktivitas vulkanik berlangsung dalam periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB.

Radius 3 Kilometer Harus Dikosongkan

Pada status Level III, masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki wilayah dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas. Badan Geologi juga meminta peningkatan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.

- Advertisement -

Gunung Anak Krakatau telah berada pada Level III sejak 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB. Kenaikan status dari Level II atau Waspada dilakukan setelah pemantauan menunjukkan peningkatan aktivitas magmatik, termasuk emisi gas sulfur dioksida, anomali panas, dan munculnya titik api di kawasan kawah.

Sejak kenaikan status tersebut, aktivitas erupsi kembali berlangsung. Badan Geologi menyebut rangkaian erupsi tipe Strombolian yang menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik terus terjadi hingga awal September.

Kamera CCTV pengamatan di lapangan dilaporkan tidak beroperasi setelah terkena lontaran material vulkanik. Dari pemantauan kegempaan pada periode awal 5 September, BNPB mencatat satu kejadian letusan dengan amplitudo 70 milimeter dalam laporan aktivitas gunung tersebut.

Badan Geologi Sebut Tidak Ada Potensi Tsunami dari Keruntuhan Besar

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap Gunung Anak Krakatau, Badan Geologi menyatakan tubuh gunung yang tumbuh kembali setelah erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil. Berdasarkan evaluasi terkini, kondisi tersebut dinilai tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.

Pernyataan tersebut tidak menghilangkan potensi bahaya erupsi di sekitar gunung. Ancaman yang menjadi perhatian saat ini berasal dari aliran lava, lontaran batu pijar, awan panas, dan hujan abu sehingga pembatasan radius tetap diberlakukan.

Badan Geologi meminta masyarakat di wilayah pantai Banten dan Lampung tetap tenang dan dapat beraktivitas seperti biasa sambil mengikuti arahan BPBD setempat. Pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik dan perubahan morfologi Gunung Anak Krakatau juga terus dilakukan.

Masyarakat diminta menggunakan informasi dari Badan Geologi, PVMBG, MAGMA Indonesia, BNPB, maupun pemerintah daerah dan tidak menyebarkan rekaman atau informasi aktivitas vulkanik yang belum terverifikasi. Badan Geologi sebelumnya telah mengingatkan adanya video lama yang beredar dengan klaim keliru sebagai rekaman erupsi Anak Krakatau terbaru. (NS/AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Milangkala Pangandaran Meriah, UMKM Untung Berapa? Saatnya Uji Dampak Ekonomi

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pangandaran Icon Carnival 2026 menyedot perhatian...

Bupati Herdiat Pimpin Apel Resolusi Jihad NU Ciamis, Kobarkan Semangat Santri untuk Negeri

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Bupati Herdiat Sunarya memimpin Apel...

Hari Santri Nasional 2026, Bupati Dorong Santri Ciamis Kuasai Teknologi

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mendorong...

Niat Cari Kayu Bakar, Petani Lansia di Culamega Tasikmalaya Tewas di Kebun Sendiri

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Subana (65), seorang petani lanjut usia...

Wow! Anggaran Jamuan Makan Bupati dan Wakil Bupati Garut Tembus Rp1 Juta/Hari

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Anggaran jamuan makan Bupati dan Wakil...

JAWA BARAT

Motor Trail di Lahan Kosong Bekasi Bikin Heboh, Siapa Pemilik Sebenarnya?

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Deretan sepeda motor trail yang terparkir...

103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan, Orang Tua Menanti Kepastian Penyebabnya

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kekhawatiran menyelimuti keluarga siswa SMP Negeri...

BPKH Bahas Dana Haji di Bandung, Kelolaan Capai Rp185,72 Triliun

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membahas...

Angkot Bandung Diusulkan Tanpa Setoran, Sopir Didorong Jadi Pemilik Kendaraan Sendiri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan...

Wakil Bupati Indramayu Ditahan, Terungkap Dugaan Rekayasa Tunjangan DPRD Rp18,79 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. BANDUNG – Wakil Bupati Indramayu ditahan...

Pinjaman Pemprov Jabar Tak Direstui Kemendagri, Pemborong Pekerjaan 2026 Siap-Siap Gigit Jari

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Rencana pinjaman Pemprov Jabar sebesar Rp3,4...

Insentif Rp100 Ribu Sebulan, Ribuan Guru PAUD Indramayu Menanti

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Ribuan guru Pendidikan Anak Usia Dini...

Penyerangan Truk Dalmas di Bandung, Polisi Buru Pelaku di Simpang Dago

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penyerangan truk Dalmas di Bandung terjadi...

Olahraga

Kategori Populer