lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebanyak 155 pengayuh becak di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menerima becak listrik secara gratis melalui program bantuan Presiden Prabowo Subianto.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) dalam kegiatan di Aula Gedung PKK Kabupaten Ciamis, Minggu (6/9/2026).
Program ini terutama menyasar pengayuh becak lanjut usia yang masih mengandalkan tenaga fisik untuk mencari nafkah. Becak listrik diharapkan dapat mengurangi beban saat bekerja sekaligus membantu mempertahankan pendapatan mereka.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, mengatakan program tersebut berangkat dari perhatian Presiden Prabowo terhadap kondisi pengayuh becak berusia lanjut.
“Jauh sebelum beliau menjabat presiden, beliau melihat bagaimana kesulitan masyarakat atau warga yang 60 tahun ke atas masih mengayuh becak secara manual. Beliau merasa sedih melihat kondisi tersebut,” kata Firman.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengurangi beban fisik para pengayuh, tetapi juga diharapkan berdampak terhadap pendapatan keluarga.
“Yang pertama bisa meringankan beban para bapak sekalian yang selama ini mengayuh secara manual. Kemudian yang kedua bisa meningkatkan perekonomian dan pendapatan bapak-bapak semua,” ujarnya.
Banjarsari Dapat Jatah Terbanyak
Dari total 155 unit yang disalurkan, Kecamatan Banjarsari mendapatkan alokasi paling banyak, yakni 94 unit.
Selanjutnya Kecamatan Ciamis menerima 42 unit, Pamarican 14 unit, Lakbok 3 unit, dan Purwadadi 2 unit.
Firman menyebut setiap unit becak listrik memiliki nilai sekitar Rp22 juta. Karena berstatus bantuan, penerima diminta menggunakan kendaraan tersebut sesuai peruntukannya.
Para penerima juga diingatkan agar tidak menjual, menyewakan, menggadaikan, maupun memindahtangankan becak listrik tersebut kepada pihak lain.
“Jangan dijual, jangan direntalkan, jangan dipindahtangankan dan jangan digadaikan. Mudah-mudahan ini bisa digunakan untuk meningkatkan penghasilan dan membantu perekonomian keluarga,” tegasnya.
Pemkab Diminta Dukung Pengisian Baterai
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan keberadaan becak listrik diharapkan dapat membuat pekerjaan para pengayuh menjadi lebih ringan.
Herdiat mengaku telah mencoba langsung kendaraan tersebut dan menilai pengoperasiannya relatif mudah.
“Kemarin saya mencoba, ternyata sangat mudah dan sangat ringan. Mudah-mudahan Bapak-Ibu penerima manfaat bisa lebih menghemat tenaga,” katanya.
Ia meminta para penerima menjaga kendaraan tersebut dan memanfaatkannya untuk menunjang pekerjaan sehari-hari.
Bupati Herdiat juga mengingatkan agar bantuan tidak dialihkan kepada orang lain.
“Saya kira ini harus betul-betul ditaati, sehingga Bapak-Ibu bisa memanfaatkannya untuk membantu kehidupan dan kesejahteraan keluarga masing-masing,” ujarnya.
Selain bantuan kendaraan, Yayasan GSN berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis dapat mendukung keberlanjutan program dengan menyediakan lokasi pengisian baterai yang dapat digunakan secara gratis oleh para penerima.
Dukungan tersebut menjadi penting karena becak listrik kini menjadi alat kerja utama penerima bantuan. Ketersediaan fasilitas pengisian baterai akan menentukan seberapa mudah kendaraan tersebut digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Bagi para pengayuh yang selama ini mengandalkan kekuatan kaki, bantuan 155 becak listrik tersebut bukan sekadar pergantian kendaraan. Program ini diharapkan dapat membuat pekerjaan tetap berjalan ketika faktor usia mulai membatasi kemampuan fisik.
Pemerintah daerah pun berharap bantuan tersebut benar-benar digunakan untuk menunjang aktivitas ekonomi dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan keluarga penerima. (FSL/HS)







