lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Nyiar Lumar 2026 kembali digelar di Kawali, Kabupaten Ciamis, Sabtu, 5 September 2026, setelah jeda empat tahun sejak penyelenggaraan sebelumnya pada 2022. Agenda tersebut masuk dalam daftar kegiatan unggulan Jawa Barat sepanjang September 2026 yang dipublikasikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Gelaran seni budaya itu berpusat di kawasan Situs Astana Gede Kawali. Kembalinya Nyiar Lumar menjadi salah satu agenda budaya Ciamis pada awal September, sebelum Upacara Adat Nyangku di Panjalu pada 7 September dan Milangkala Gong Perdamaian Dunia di Karangkamulyan pada 9 September.
Berawal dari 1998, Berpusat di Astana Gede Kawali
Nyiar Lumar 2026 melanjutkan kegiatan seni budaya yang menurut laman kebudayaan Pemerintah Kabupaten Ciamis telah berlangsung sejak 1998. Kegiatan tersebut dirancang oleh sejumlah seniman Ciamis dan sejak awal mengambil kawasan Situs Astana Gede Kawali sebagai pusat penyelenggaraan.
Nama Nyiar Lumar secara harfiah merujuk pada kegiatan mencari cendawan yang bercahaya. Dalam perkembangannya, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara seniman, pertunjukan seni, masyarakat, serta kawasan bersejarah Kawali. Pemerintah Kabupaten Ciamis mencatat seniman dari berbagai daerah di Indonesia pernah terlibat dalam penyelenggaraannya.
Dalam pola penyelenggaraan selama ini, peserta memulai rangkaian dari kawasan Kecamatan Kawali kemudian berjalan menuju Astana Gede dengan membawa obor. Di kawasan situs, kegiatan dilanjutkan dengan beragam pertunjukan, antara lain tari, pembacaan puisi, teater, dan bentuk ekspresi seni lainnya. Rangkaian tersebut merupakan gambaran penyelenggaraan Nyiar Lumar sebelumnya, bukan rincian jadwal seluruh pertunjukan pada edisi 2026.
Catatan agenda kebudayaan Kabupaten Ciamis juga mencantumkan Nyiar Lumar pada Juli 2022. Sejumlah laporan menjelang penyelenggaraan tahun ini menyebut edisi 2026 menjadi pelaksanaan kembali setelah kegiatan terakhir empat tahun lalu.
Jadi Salah Satu Agenda Budaya Ciamis September 2026
Pelaksanaan Nyiar Lumar 2026 pada 5 September menempatkan Kawali sebagai pembuka rangkaian sejumlah agenda budaya Ciamis bulan ini. Setelah Nyiar Lumar, kalender resmi Jawa Barat mencatat Nyangku pada 7 September, Milangkala Gong Perdamaian Dunia pada 9 September, serta Festival Coffee Rajadesa Art and Culture pada 26–27 September.
Astana Gede sendiri bukan sekadar lokasi pertunjukan. Pemkab Ciamis menempatkan kawasan tersebut sebagai situs budaya yang menjadi bagian penting dari identitas sejarah Kawali. Karena itu, penyelenggaraan Nyiar Lumar sejak awal menggabungkan ruang bersejarah dengan aktivitas seni dan keterlibatan masyarakat.
Kembalinya Nyiar Lumar 2026 setelah jeda empat tahun sekaligus menandai hadirnya kembali salah satu agenda seni budaya yang telah berjalan sejak akhir 1990-an di Kabupaten Ciamis. (NS/AS)







