lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Panen sorgum Panjalu dijadwalkan berlangsung di Agrowisata Pasir Haur, Dusun Simpar, Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Sabtu, 5 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB. Panen perdana ini berasal dari demplot sorgum seluas 5 hektare yang ditanam sejak 2 Mei lalu.
Demplot tersebut menjadi tahap awal sebelum Pemerintah Desa Panjalu mempertimbangkan perluasan budidaya sorgum ke tujuh desa lain di Kecamatan Panjalu. Pemerintah desa menyebut potensi lahan yang disiapkan untuk rencana pengembangan itu mencapai 160 hektare, tetapi perluasan masih bergantung pada hasil evaluasi demplot pertama.
Demplot Sorgum Ditanam Sejak Mei
Program panen sorgum Panjalu bermula dari penanaman perdana pada 2 Mei 2026. Pemerintah Desa Panjalu bersama Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis menanam sorgum di kawasan Pasir Haur, yang sebelumnya dikembangkan sebagai kawasan pertanian dan agrowisata desa.
Lahan Pasir Haur memiliki luas sekitar 20 hektare. Dari kawasan tersebut, 5 hektare digunakan untuk demplot sorgum dan sekitar 5 hektare lainnya dikembangkan untuk tanaman alpukat, sementara bagian lain dimanfaatkan untuk komoditas pertanian lain. Pengelolaan kawasan dilakukan Pemerintah Desa Panjalu bersama BUMDes Rahayu Waluya.
Sorgum yang ditanam merupakan varietas Bioguma. Pemdes Panjalu menyebut tanaman tersebut dipilih sebagai bagian dari diversifikasi pangan dan pemanfaatan lahan yang relatif kering. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis Ape Ruswanda juga disebut terlibat dalam penanaman perdana pada Mei 2026.
Sebelum panen, perkembangan tanaman dipantau oleh pemerintah desa dan pengelola BUMDes. Pemantauan antara lain dilakukan pada 30 Juni untuk melihat pertumbuhan sorgum serta kondisi pengelolaan kawasan Pasir Haur.
Perluasan 160 Hektare Masih Bergantung Evaluasi
Pemerintah Desa Panjalu menempatkan hasil demplot 5 hektare sebagai dasar untuk menentukan pengembangan berikutnya. Jika hasilnya dinilai sesuai target, penanaman sorgum direncanakan diperluas ke tujuh desa lain di Kecamatan Panjalu dengan potensi lahan mencapai 160 hektare.
Dengan demikian, target 160 hektare belum merupakan luas lahan yang sudah ditanami. Luasan yang terkonfirmasi pada tahap pertama panen sorgum Panjalu adalah demplot 5 hektare di Pasir Haur. Rencana perluasan masih merupakan tahap berikutnya setelah evaluasi budidaya perdana.
Pemdes juga merencanakan pemanfaatan hasil sorgum melalui BUMDes Rahayu Waluya. Sebagian hasil disebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan, termasuk program yang dikelola desa, sedangkan pengembangan pasar ke sektor pengolahan pangan masih menjadi bagian dari rencana pemanfaatan komoditas tersebut.
Agenda panen pada 5 September dijadwalkan meliputi panen simbolis, peninjauan kawasan dan dialog dengan petani. Hingga informasi resmi yang tersedia sebelum kegiatan, belum diumumkan angka produksi sorgum dari demplot tersebut, baik dalam kilogram maupun ton per hektare. Karena itu, hasil produktivitas lahan masih menunggu data setelah panen dan evaluasi selesai. (NS/AS)







