lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Data bencana Jawa Barat hingga Rabu, 9 September 2026, mencatat 863.009 jiwa terdampak dari 405 kejadian sejak awal tahun. Jumlah warga terdampak bertambah 5.107 orang dibanding pembaruan data sehari sebelumnya, sementara total kejadian bencana tetap 405.
Berdasarkan sistem informasi BPBD Provinsi Jawa Barat, 405 kejadian tersebut terdiri atas 112 cuaca ekstrem, 105 banjir, 84 kebakaran lahan, 78 tanah longsor, 25 kekeringan, dan satu gempa bumi. Tidak ada kejadian tsunami maupun erupsi gunung api yang tercatat dalam rekapitulasi tersebut.
Cuaca Ekstrem Paling Banyak Tercatat
Cuaca ekstrem menjadi jenis bencana Jawa Barat dengan jumlah kejadian terbanyak sepanjang 1 Januari hingga 9 September 2026, yakni 112 kejadian. Banjir berada di posisi berikutnya dengan 105 kejadian, disusul kebakaran lahan sebanyak 84 kejadian dan tanah longsor 78 kejadian.
Data BPBD juga menunjukkan kejadian bencana tersebar pada 1.261 titik terdampak di tingkat kecamatan. Rekapitulasi tersebut merupakan data akumulatif sepanjang tahun dan dapat berubah mengikuti proses pendataan serta pembaruan laporan dari daerah.
Dari sisi dampak terhadap bangunan, sebanyak 364 tercatat rusak berat, 684 rusak sedang, dan 1.996 rusak ringan. Selain itu, sebanyak 118.333 rumah tercatat terendam dalam rangkaian kejadian yang dilaporkan selama periode tersebut.
Dampak juga tercatat pada fasilitas publik. BPBD mencatat 105 rumah ibadah, 69 fasilitas pendidikan, dan tujuh fasilitas kesehatan terdampak. Lahan terdampak mencapai 2.150 hektare.
100 Orang Meninggal, 11.812 Mengungsi
Rekapitulasi bencana Jawa Barat hingga 9 September juga mencatat 100 orang meninggal dunia dan satu orang masih hilang atau dalam pencarian. Sementara jumlah pengungsi secara akumulatif tercatat 11.812 orang.
Angka jiwa terdampak pada pembaruan 9 September mencapai 863.009 orang. Pada tampilan data BPBD untuk 8 September, jumlahnya masih tercatat 857.902 orang. Dengan demikian, terdapat penambahan pencatatan sebanyak 5.107 jiwa, meski jumlah kejadian bencana pada kedua pembaruan tersebut sama-sama 405.
Perbedaan itu tidak otomatis berarti seluruh penambahan warga terdampak berasal dari kejadian baru pada 9 September. Data yang ditampilkan BPBD merupakan rekapitulasi yang dapat diperbarui seiring masuknya hasil pendataan dari lapangan.
Pada periode yang sama, volume distribusi air tercatat mencapai 13.835.200 liter. Sehari sebelumnya, angka pada sistem BPBD tercatat 13.738.200 liter, atau bertambah 97.000 liter dalam pembaruan data. Distribusi tersebut berkaitan dengan penanganan kebutuhan air pada wilayah terdampak kekeringan yang masuk dalam rekapitulasi bencana Jawa Barat. (NS/AS)







