Bantuan Buku Tasikmalaya Sebesar Rp4,6 Miliar Disorot, Ada Dugaan Pengkondisian Penyedia

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Program bantuan pemerintah untuk pengadaan buku dan alat tulis bagi siswa sekolah dasar di Kabupaten Tasikmalaya mulai mendapat sorotan.

Nilainya tidak kecil. Dengan sasaran sekitar 51 ribu siswa kelas 1 dan 2 SD serta alokasi sekitar Rp91 ribu per siswa, total bantuan di Kabupaten Tasikmalaya diperkirakan mencapai Rp4,6 miliar.

Program tersebut merupakan bagian dari Bantuan Sarana Keterampilan Menulis pada Sekolah Dasar Tahun Anggaran 2026 yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Secara nasional, program ini memang menyasar siswa kelas awal SD. Data pada laman resmi program menyebut penerima manfaat mencapai 8.016.308 siswa dari 147.743 sekolah dasar. Sekolah penerima ditetapkan berdasarkan sejumlah persyaratan, termasuk data Dapodik dan keberadaan siswa kelas 1 dan/atau kelas 2.

Namun, di Kabupaten Tasikmalaya, perhatian kini bukan hanya tertuju pada manfaat bantuan tersebut.

Organisasi kepemudaan dan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Tasikmalaya Bersatu (FORTABES) mempertanyakan transparansi pelaksanaan pengadaan, khususnya terkait kemungkinan adanya pengarahan kepada penyedia tertentu.

FORTABES Minta Proses Pengadaan Dibuka

Ketua FORTABES Ryan Nurfalah mengatakan besarnya anggaran harus diikuti dengan pengawasan yang ketat.

Menurutnya, sekolah harus diberikan ruang untuk menjalankan proses pengadaan sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis program.

“Dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan juklak dan juknis, karena kami yakin setiap bantuan dari pemerintah pusat tentunya dibarengi dengan juklak, juknis atau regulasi yang sudah ditetapkan,” ujar Ryan.

Ia juga menyoroti informasi mengenai kemungkinan adanya pihak tertentu yang mengarahkan sekolah untuk memilih penyedia buku dan alat tulis tertentu.

Ryan meminta Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan program tersebut untuk mengarahkan sekolah kepada satu penyedia.

“Jangan sampai ada oknum dinas, kelompok kerja kepala sekolah atau PGRI yang mengarahkan sekolah untuk memilih satu pihak penyedia,” katanya.

Menurut Ryan, apabila benar terjadi pengarahan kepada penyedia tertentu, hal tersebut dapat menimbulkan persoalan dalam pelaksanaan program.

Ia bahkan meminta Disdikbud melakukan pengawasan langsung ke sekolah-sekolah.

“Kalau pun ada indikasi penunjukan langsung atau pengarahan terhadap salah satu penyedia pengadaan buku dan alat tulis bagi SD di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, baik oleh oknum dinas, kepala sekolah atau PGRI, itu tidak sehat,” ujarnya.

Disdikbud: Dana Langsung ke Sekolah

Kepala Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Wandi Hervandi membenarkan adanya bantuan pemerintah pusat untuk pengadaan buku dan alat tulis tersebut.

Namun, Wandi menegaskan dana bantuan disalurkan kepada sekolah penerima dan penggunaannya dilakukan melalui mekanisme yang telah ditentukan.

“Itu diserahkan pembelanjaannya ke masing-masing penerima atau sekolah melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLAH),” kata Wandi.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena SIPLah merupakan sistem yang digunakan sekolah dalam proses pengadaan barang dan jasa satuan pendidikan.

Dengan mekanisme tersebut, Wandi menegaskan pihak sekolah harus mengikuti ketentuan program dan tidak boleh sembarangan menggunakan anggaran.

Dugaan Pengarahan Penyedia Akan Dikroscek

Terkait tudingan adanya pihak yang mengarahkan sekolah kepada penyedia tertentu, Wandi mengatakan Disdikbud akan melakukan pengawasan.

Ia menyebut pihaknya akan mengingatkan sekolah agar menggunakan dana sesuai prosedur.

“Kami akan mengingatkan sekolah untuk menggunakan anggaran sesuai prosedur dan mengingatkan akan konsekuensinya,” ujar Wandi.

Jika pengarahan tersebut dilakukan oleh oknum internal maupun pihak lain, menurut Wandi, pihaknya akan melakukan pengecekan ke sekolah.

“Kalau yang mengarahkannya oknum dinas atau lainnya tentu kami akan memanggil dan mengingatkannya, dan tentunya kami akan kroscek ke sekolah-sekolah langsung kebenarannya,” tegasnya.

Wandi menambahkan, tanggung jawab penggunaan anggaran tetap berada pada sekolah sebagai penerima bantuan.

Karena itu, apabila ditemukan pelanggaran, sanksi akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan.

“Untuk sanksi kita akan melihat tingkat pelanggaran hasil pemeriksaan Inspektorat atau BPK. Intinya bantuan pemerintah pusat untuk pengadaan buku dan alat tulis bagi SD di Kabupaten Tasikmalaya harus sesuai juklak juknis,” katanya.

Kepala Sekolah Bisa Dikenai Sanksi

Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya juga mengingatkan bahwa pelanggaran dalam penggunaan bantuan pemerintah dapat membawa konsekuensi bagi pengelola di tingkat sekolah.

Wandi mengatakan, apabila terbukti terjadi pengkondisian atau pelaksanaan tidak sesuai petunjuk teknis, tindakan dapat diberikan sesuai tingkat pelanggaran.

“Jika terbukti melakukan pengkondisian atau tidak sesuai juklak dan juknis, secara integritas dan dedikasi, Disdikbud akan memberikan mulai dari teguran, rotasi bahkan mungkin pemberhentian sebagai kepala sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan uang negara harus dapat dipertanggungjawabkan.

Termasuk bantuan buku dan alat tulis yang diperuntukkan bagi siswa kelas 1 dan 2 SD di Kabupaten Tasikmalaya.

Nilainya Miliaran, Pengawasannya Jangan Setengah-Setengah

Program bantuan sarana keterampilan menulis tersebut bukan sekadar pembagian buku.

Pemerintah pusat secara resmi menyebut program ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan menulis dan literasi awal siswa sekolah dasar.

Karena itu, persoalan transparansi pengadaan menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Dengan nilai bantuan yang diperkirakan mencapai Rp4,6 miliar di Kabupaten Tasikmalaya, publik berhak mengetahui bagaimana mekanisme pembelanjaannya dijalankan.

Siapa pun penyedianya harus mengikuti mekanisme yang berlaku.

Sekolah juga harus memiliki ruang untuk menentukan kebutuhan dan melakukan pembelian sesuai ketentuan, bukan berdasarkan tekanan atau arahan pihak tertentu.

Di sisi lain, tudingan mengenai adanya pengkondisian penyedia juga perlu dibuktikan melalui pemeriksaan, bukan berhenti sebagai dugaan.

Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya telah menyatakan akan melakukan pengecekan apabila ditemukan laporan atau indikasi pengarahan.

Kini, publik tinggal menunggu sejauh mana pengawasan tersebut benar-benar dilakukan di lapangan.

Sebab, yang dipertaruhkan bukan hanya uang negara senilai miliaran rupiah, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan pendidikan yang seharusnya langsung dirasakan manfaatnya oleh siswa. (HS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Beras Bantuan di Ciamis Dikeluhkan Bau dan Kusam, Bulog Klaim Kualitas Baik

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Keluhan soal kualitas beras bantuan pangan...

Jajal Becak Listrik Bantuan Presiden, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Titip Pesan untuk Penerima

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim ikut...

BPN Pangandaran Tak Bisa Batalkan SHM Pantai Madasari, Begini Alasannya

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Polemik sertifikat hak milik (SHM) di...

Rekonstruksi Pembunuhan Banjar Jadi 49 Adegan, Polisi Dalami Unsur Perencanaan

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Rekonstruksi pembunuhan Banjar yang digelar Satreskrim Polres...

Profiling ASN Tasikmalaya Diikuti 400 Pegawai hingga 11 September

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya menjalankan Profiling ASN Tasikmalaya...

JAWA BARAT

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Sampai Bandung, Pemkot Siapkan Mitigasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan langkah...

Surat Edaran Gubernur Jabar, Siaga Abu Vulkanik

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan...

Bandara Husein Sastranegara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau, Estimasi hingga Pukul 16.00 WIB

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Operasional Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung...

200 Becak Listrik Cirebon Dibagikan, Pemkot Siapkan Dukungan Pengisian Daya

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Sebanyak 200 unit becak listrik Cirebon telah...

Kebakaran Lahan Jawa Barat Capai 228,07 Hektare, Sukabumi Terluas

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Luas kebakaran lahan Jawa Barat mencapai 228,07...

Persib vs PSM di GBLA, 2.505 Personel Disiagakan dan Tiga Titik Disekat

lintaspriangan.com, BERITA PERSIB. Sebanyak 2.505 personel disiagakan untuk mengamankan pertandingan...

Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Mulai 6 September untuk Cegah Karhutla

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai di wilayah...

Dentuman Misterius Bandung, Badan Geologi Kaitkan Anak Krakatau, BMKG Sebut Skyquake

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Misteri suara dentuman misterius Bandung yang...

Olahraga

Popular Categories