lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim ikut menjajal becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto seusai penyerahan kepada para penerima di halaman Bale Kota Tasikmalaya, Selasa, 8 September 2026.
Duduk di kursi penumpang dengan jempol terangkat, Aslim menyambut positif hadirnya 220 unit becak listrik bagi para pengayuh becak di Kota Tasikmalaya. Baginya, bantuan tersebut bukan sekadar menghadirkan kendaraan baru, tetapi meringankan perjuangan para pencari nafkah yang selama bertahun-tahun mengandalkan kekuatan fisik.
Negara Hadir Meringankan Kayuhan Rakyat
Aslim menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian yang diberikan kepada para pengayuh becak, terutama mereka yang telah memasuki usia lanjut tetapi masih gigih mencari nafkah bagi keluarga.
“Becak listrik ini bukan sekadar kendaraan baru, tetapi alat perjuangan bagi para pengayuh becak untuk mencari nafkah dengan lebih ringan dan manusiawi,” kata Aslim.
Menurut dia, bantuan yang paling bermakna bukan selalu yang terlihat megah, melainkan yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Bagi pengayuh becak lansia, tenaga listrik akan mengurangi beban ketika membawa penumpang, menempuh perjalanan jauh, atau menghadapi jalan menanjak.
“Di usia yang tidak lagi muda, mereka tetap memilih bekerja dengan keringat sendiri. Semangat seperti itulah yang harus dihormati. Bantuan Presiden ini menjadi bukti bahwa perhatian kepada rakyat kecil diwujudkan dalam sesuatu yang nyata dan langsung menyentuh kehidupan mereka,” ujarnya.
Program tersebut disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional. Sebelum menerima unit, para calon penerima telah melewati proses verifikasi dan mendapat pelatihan mengenai cara mengoperasikan serta merawat becak listrik.
Sebanyak 220 penerima tercatat dalam program tersebut. Mayoritas merupakan pengayuh becak berusia 55 tahun ke atas, baik yang sebelumnya memiliki becak sendiri maupun bekerja menggunakan becak sewaan. Satu unit becak listrik diperkirakan bernilai sekitar Rp23 juta, sehingga keseluruhan bantuan mencapai kurang lebih Rp5,06 miliar.
Aslim: Jaga, Rawat, dan Gunakan untuk Mencari Nafkah
Kepada para penerima, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya menitipkan tiga pesan: menjaga, merawat, dan menggunakan becak listrik untuk memperkuat ekonomi keluarga.
Ia mengingatkan agar bantuan tersebut tidak dijual, dipindahtangankan, ataupun digadaikan. Setiap unit diharapkan benar-benar menjadi alat kerja yang mendatangkan penghasilan secara berkelanjutan.
“Jangan melihat becak ini hanya sebagai barang bantuan. Rawatlah sebagai jalan rezeki. Gunakan sebaik-baiknya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang panjang oleh penerima dan keluarganya,” tutur Aslim.
Aslim juga mendorong Pemerintah Kota Tasikmalaya memastikan program tidak berhenti setelah seremoni penyerahan. Pendampingan, perawatan kendaraan, ketersediaan tempat pengisian daya, dan pembukaan akses penumpang perlu dipikirkan agar para penerima tidak berjalan sendirian.
“Bantuannya sudah tiba, tetapi tanggung jawab kita belum selesai. Becaknya harus terus bergerak, pengayuhnya harus memperoleh penumpang, dan keluarganya harus merasakan perbaikan penghasilan,” tegasnya.
Bagi Aslim, modernisasi becak tetap harus menempatkan manusia sebagai tujuan utama. Teknologi boleh mengubah tenaga penggeraknya, tetapi denyut kehidupan di balik kemudinya tetap sama: ikhtiar seorang kepala keluarga untuk pulang membawa rezeki. (NS/AS)







