Waspada, Prakiraan Angin Kencang di Jawa Barat Mulai Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memasukkan Jawa Barat dalam daftar wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang mulai Jumat, 24 Juli 2026. Potensi tersebut berlaku hingga Senin, 27 Juli 2026, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan.

Informasi itu tercantum dalam prospek cuaca sepekan yang diterbitkan Direktorat Meteorologi Publik BMKG pada 20 Juli 2026 dan diperbarui pukul 16.00 WIB pada hari yang sama.

Secara umum, cuaca Indonesia selama periode 24–27 Juli 2026 diprakirakan didominasi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, Jawa Barat bersama sejumlah provinsi lain masuk dalam wilayah yang berpotensi dilanda angin kencang.

Prakiraan tersebut bersifat regional. Artinya, angin kencang tidak dipastikan terjadi secara serentak di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Lokasi dan waktu kejadian dapat berkembang secara lokal mengikuti dinamika atmosfer.

Potensi Angin Kencang Berlaku hingga 27 Juli

Selain Jawa Barat, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Wilayah lain yang masuk daftar BMKG meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, sejumlah provinsi di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Sementara itu, peningkatan hujan dengan intensitas sedang selama periode yang sama diprakirakan terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

Kendati Jawa Barat tidak masuk daftar wilayah peningkatan hujan sedang pada periode tersebut, hujan lokal tetap dapat terjadi. BMKG menegaskan bahwa dominasi cuaca kering tidak sepenuhnya meniadakan peluang hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Informasi prospek beberapa hari juga berbeda dari peringatan dini cuaca atau nowcasting. Peringatan dini jangka pendek disusun berdasarkan perkembangan cuaca terbaru dan berlaku dalam rentang sangat singkat, yakni sekitar nol hingga enam jam.

Angin Kencang di Jawa Barat Terjadi saat Kemarau Menguat

Potensi angin kencang di Jawa Barat muncul ketika sebagian besar wilayah Indonesia memasuki periode kemarau yang semakin dominan. BMKG memperkirakan sekitar 76,54 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah pada Dasarian III Juli 2026.

Adapun wilayah dengan curah hujan kategori menengah diprediksi mencapai sekitar 23,36 persen. Curah hujan kategori tinggi hanya diprakirakan meliputi sekitar 0,09 persen wilayah Indonesia.

BMKG juga mencatat El Niño masih aktif. Nilai anomali suhu permukaan laut di wilayah Niño 3.4 berada pada angka positif 1,47, sementara rata-rata berjalan Southern Oscillation Index atau SOI selama 30 hari tercatat negatif 29,6.

Indikator tersebut menunjukkan El Niño masih signifikan dan memperkuat kecenderungan atmosfer kering selama musim kemarau. Meski demikian, dinamika atmosfer regional masih memungkinkan terbentuknya awan hujan secara lokal.

Situasi ini membuat masyarakat tidak cukup hanya mewaspadai panas dan kekeringan. Perubahan cuaca setempat, termasuk kemunculan angin kencang dalam waktu singkat, tetap perlu diperhitungkan.

Waspadai Pohon dan Baliho Roboh

BMKG meminta masyarakat mewaspadai dampak yang dapat ditimbulkan angin kencang, antara lain pohon atau dahan tumbang, papan reklame roboh, serta kerusakan pada bangunan yang kondisinya rapuh.

Saat cuaca memburuk, masyarakat disarankan tidak berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, tiang yang tidak kokoh, maupun bangunan rapuh. Kendaraan juga sebaiknya tidak diparkir terlalu dekat dengan pohon tua atau baliho berukuran besar.

Pemerintah daerah dan pengelola fasilitas publik dapat melakukan pemeriksaan terhadap pohon rawan tumbang, papan reklame, atap bangunan, serta benda-benda yang mudah terlepas ketika diterpa angin.

Di tengah menguatnya musim kemarau, BMKG turut mengingatkan risiko cuaca panas, dehidrasi, titik panas, serta kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan pembakaran, terutama di kawasan semak, hutan, dan lahan kering.

Prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer. Masyarakat dianjurkan memantau pembaruan melalui situs BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta kanal resmi BMKG sebelum melakukan perjalanan atau kegiatan di luar ruangan. (AS)

Demo aksi geng motor Tasikmalaya - lintas priangan

Geng Motor Kembali Makan Korban, Mahasiswa Tasikmalaya Sodorkan 10 Tuntutan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kota Tasikmalaya kembali diguncang persoalan kekerasan jalanan yang dikaitkan dengan geng motor. Setelah aksi kekerasan terbaru merenggut nyawa seorang warga, mahasiswa...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Pohon Tumbang Rusak Rumah Warga di Sukadana Ciamis, Kerugian Capai Rp5 Juta

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Angin cukup kencang memicu pohon tumbang...

Geng Motor Kembali Makan Korban, Mahasiswa Tasikmalaya Sodorkan 10 Tuntutan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kota Tasikmalaya kembali diguncang persoalan kekerasan...

Milangkala ke-17 Gong Perdamaian Dunia Digelar di Ciamis Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Milangkala ke-17 Gong Perdamaian Dunia dijadwalkan berlangsung...

PSGC Ciamis Bawa 29 Pemain, Tiga Asing Jelang Debut Liga 2

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. PSGC Ciamis memasuki tiga hari terakhir menuju...

Abu Anak Krakatau, Pemkot Tasikmalaya Siapkan PJJ jika Kualitas Udara Memburuk

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Rabu,...

JAWA BARAT

Dugaan Pencabulan oleh Guru SMAN 1 Pamanukan Subang, Siswa Sempat Gelar Aksi

lintaspriangan.com, BERITA SUBANG. Kasus dugaan pencabulan oleh guru...

Kebakaran TPA Galuga Terkendali, Pendinginan Jadi Fokus Penanganan

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Penanganan kebakaran TPA Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten...

Data Bencana Jawa Barat: 863 Ribu Jiwa Terdampak hingga 9 September 2026

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Data bencana Jawa Barat hingga Rabu,...

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Sampai Bandung, Pemkot Siapkan Mitigasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan langkah...

Surat Edaran Gubernur Jabar, Siaga Abu Vulkanik

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan...

Bandara Husein Sastranegara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau, Estimasi hingga Pukul 16.00 WIB

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Operasional Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung...

200 Becak Listrik Cirebon Dibagikan, Pemkot Siapkan Dukungan Pengisian Daya

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Sebanyak 200 unit becak listrik Cirebon telah...

Kebakaran Lahan Jawa Barat Capai 228,07 Hektare, Sukabumi Terluas

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Luas kebakaran lahan Jawa Barat mencapai 228,07...

Olahraga

Popular Categories