lintaspriangan.com, REFERENSI PRIANGAN. Jumlah penduduk Kota Tasikmalaya berdasarkan publikasi Kota Tasikmalaya Dalam Angka 2026 tercatat sebanyak 759.370 jiwa pada 2025. Angka ini menjadi salah satu data dasar penting untuk membaca wajah Kota Tasikmalaya, mulai dari sebaran penduduk, kepadatan wilayah, hingga kebutuhan layanan publik di setiap kecamatan.
Meski publikasinya terbit pada 2026, data kependudukan yang disajikan merujuk pada kondisi tahun 2025. Karena itu, data ini paling aman disebut sebagai data penduduk Kota Tasikmalaya 2025 berdasarkan publikasi BPS 2026. Bedanya tipis, tapi penting. Dalam statistik, salah menaruh tahun bisa bikin angka ikut pusing.
Sebaran Penduduk Kota Tasikmalaya per Kecamatan
Kota Tasikmalaya terdiri dari 10 kecamatan, yakni Kawalu, Tamansari, Cibeureum, Purbaratu, Tawang, Cihideung, Mangkubumi, Indihiang, Bungursari, dan Cipedes. Dari seluruh kecamatan tersebut, Mangkubumi menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak pada 2025, yaitu 102.976 jiwa.
Posisi berikutnya ditempati Kawalu dengan 101.370 jiwa. Dua kecamatan ini menjadi penyumbang penduduk terbesar di Kota Tasikmalaya. Mangkubumi menyumbang 13,56 persen dari total penduduk kota, sedangkan Kawalu menyumbang 13,35 persen.
Setelah itu ada Cipedes dengan 83.546 jiwa dan Tamansari dengan 83.505 jiwa. Keduanya sama-sama menyumbang sekitar 11 persen terhadap total penduduk Kota Tasikmalaya.
Sementara itu, kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit adalah Purbaratu, yakni 46.970 jiwa. Namun jumlah penduduk yang lebih kecil tidak otomatis berarti wilayahnya kurang penting. Dalam membaca data wilayah, jumlah penduduk perlu dilihat bersama luas daerah, kepadatan, fungsi kawasan, dan perkembangan permukiman.
Berikut data jumlah penduduk Kota Tasikmalaya menurut kecamatan pada 2025:
| Kecamatan | Jumlah Penduduk | Kepadatan Penduduk per km² |
|---|---|---|
| Kawalu | 101.370 jiwa | 2.437 |
| Tamansari | 83.505 jiwa | 2.272 |
| Cibeureum | 71.262 jiwa | 3.829 |
| Purbaratu | 46.970 jiwa | 3.863 |
| Tawang | 63.774 jiwa | 9.243 |
| Cihideung | 76.272 jiwa | 13.995 |
| Mangkubumi | 102.976 jiwa | 4.260 |
| Indihiang | 62.089 jiwa | 5.701 |
| Bungursari | 67.606 jiwa | 3.848 |
| Cipedes | 83.546 jiwa | 9.242 |
| Kota Tasikmalaya | 759.370 jiwa | 4.146 |
Dari data tersebut, terlihat bahwa jumlah penduduk dan kepadatan penduduk tidak selalu berjalan searah. Mangkubumi memang memiliki penduduk terbanyak, tetapi bukan kecamatan terpadat. Sebaliknya, Cihideung bukan kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak, tetapi menjadi wilayah dengan kepadatan penduduk paling tinggi.
Cihideung Paling Padat, Tamansari Paling Longgar
Kecamatan Cihideung tercatat sebagai kecamatan terpadat di Kota Tasikmalaya pada 2025, dengan kepadatan 13.995 jiwa per km². Kondisi ini wajar karena Cihideung merupakan salah satu kawasan perkotaan yang aktivitas permukiman, perdagangan, dan layanan publiknya sangat padat.
Tawang berada di posisi berikutnya dengan kepadatan 9.243 jiwa per km². Angkanya hanya sedikit lebih tinggi dibanding Cipedes yang memiliki kepadatan 9.242 jiwa per km². Tiga kecamatan ini dapat dibaca sebagai wilayah dengan konsentrasi penduduk tinggi di Kota Tasikmalaya.
Di sisi lain, Tamansari menjadi kecamatan dengan kepadatan penduduk paling rendah, yaitu 2.272 jiwa per km². Setelah Tamansari, Kawalu tercatat memiliki kepadatan 2.437 jiwa per km². Hal ini bisa dipahami karena wilayah seperti Tamansari dan Kawalu memiliki luasan yang relatif besar dibanding kecamatan pusat kota.
Secara keseluruhan, kepadatan penduduk Kota Tasikmalaya pada 2025 mencapai 4.146 jiwa per km². Angka ini menunjukkan bahwa Kota Tasikmalaya merupakan wilayah perkotaan dengan tekanan kependudukan yang perlu dibaca secara serius dalam perencanaan pembangunan.
Data jumlah penduduk Kota Tasikmalaya penting bukan hanya untuk mengetahui berapa banyak warga yang tinggal di kota ini. Lebih jauh, data tersebut bisa menjadi dasar untuk membaca kebutuhan sekolah, fasilitas kesehatan, transportasi, permukiman, ruang terbuka, hingga pelayanan administrasi pemerintahan.
Bagi pemerintah daerah, data penduduk menjadi bahan penting dalam menyusun kebijakan. Bagi masyarakat, data ini membantu memahami perubahan kota dari tahun ke tahun. Sementara bagi media, data penduduk dapat menjadi pintu masuk untuk membaca isu lain, seperti kemiskinan, pengangguran, pendidikan, kesehatan, dan kualitas layanan publik.
Dengan total 759.370 jiwa pada 2025, Kota Tasikmalaya terus menunjukkan karakter sebagai salah satu pusat pertumbuhan penting di Priangan Timur. Pertumbuhan penduduk, kepadatan kawasan tengah kota, dan sebaran warga antar kecamatan akan menjadi data dasar yang terus relevan untuk dibaca dalam beberapa tahun ke depan.






















