lintaspriangan.com, BERITA BULU TANGKIS. Empat wakil Indonesia akan berebut tiket semifinal China Open 2026 di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China, Jumat, 24 Juli 2026. Berdasarkan jadwal China Open 2026, rangkaian perempat final dimulai pukul 09.00 WIB, sedangkan pertandingan pertama wakil Merah Putih dijadwalkan pukul 10.40 WIB.
Indonesia masih memiliki kekuatan di empat nomor melalui Jonatan Christie, Putri Kusuma Wardani, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, serta Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum. Dua laga membawa misi revans, sementara dua lainnya menguji konsistensi wakil Indonesia di turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut.
Jadwal China Open 2026 untuk Wakil Indonesia
Jonatan, unggulan keempat tunggal putra, dijadwalkan menghadapi unggulan kedelapan asal Kanada, Victor Lai, di lapangan dua pukul 10.40 WIB. Jonatan mencapai delapan besar setelah bangkit dari kehilangan gim pertama untuk mengalahkan Loh Kean Yew 12-21, 21-6, 21-13.
Putri KW kemudian bertemu Tomoka Miyazaki dari Jepang di lapangan satu pukul 16.50 WIB. Unggulan keenam itu lolos berkat kemenangan dua gim atas Busanan Ongbamrungphan, 21-17, 21-14.
Dua pasangan Indonesia dijadwalkan tampil bersamaan mulai pukul 18.30 WIB. Rachel/Febi menantang unggulan kedelapan tuan rumah Li Yi Jing/Luo Xu Min di lapangan satu. Pada lapangan dua, unggulan kedua Fajar/Fikri melawan Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju dari Korea Selatan.
Waktu pertandingan mengikuti order of play dan dapat bergeser karena durasi partai sebelumnya atau keputusan referee. Dokumen resmi turnamen membagi perempat final dalam dua sesi, mulai pukul 10.00 dan 17.00 waktu Changzhou, setara pukul 09.00 dan 16.00 WIB.
Untuk penonton Indonesia, Vidio menayangkan perempat final lapangan satu dan dua mulai pukul 09.00 WIB. Ketersediaan tayangan serta paket akses mengikuti ketentuan platform.
Jonatan dan Fajar/Fikri Membawa Misi Revans
Pertemuan Jonatan dengan Lai menjadi kesempatan membalas kekalahan pada final Indonesia Open 2026. Dalam duel di Istora pada Juni lalu, Jonatan takluk dua gim 19-21, 8-21. Hasil itu sekaligus mengantar Lai merebut gelar Super 1000.
Namun, Jonatan tiba di perempat final setelah menunjukkan respons kuat menghadapi Loh. Ia membalikkan pertandingan dengan membatasi lawan hanya enam poin pada gim kedua sebelum mengendalikan gim penentu. Tantangannya kini adalah menjaga ketenangan sejak awal agar tidak kembali memberikan momentum kepada lawan.
Misi serupa dibawa Fajar/Fikri. Mereka kalah 13-21, 21-14, 16-21 dari Kang/Ki pada semifinal Badminton Asia Championships 2026. Kali ini, pasangan Indonesia membawa status juara bertahan China Open sekaligus juara Japan Open 2026.
Modal tersebut tetap harus disertai konsentrasi. Fajar mengakui fokusnya belum sepenuhnya stabil ketika mereka menyingkirkan Takumi Nomura/Yuichi Shimogami 21-19, 21-11 pada babak 16 besar. Kondisi arena yang berangin juga menuntut perubahan pola sesuai sisi lapangan.
Putri dan Rachel/Febi Menghadapi Ujian Berbeda
Putri menilai bola atas dan keuletan Miyazaki sebagai dua hal yang harus diwaspadai. Ia juga menyoroti fokus setelah keunggulannya sempat terpangkas saat menghadapi Busanan. Duel melawan wakil Jepang itu bukan hanya adu kualitas pukulan, tetapi juga ujian menjaga pola permainan pada poin-poin penting.
Rachel/Febi menghadapi tekanan tuan rumah setelah menyingkirkan Lauren Lam/Allison Quynh Lee dari Amerika Serikat melalui pertarungan 17-21, 21-11, 21-19. Mereka sebelumnya membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan kedua Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian pada babak pertama.
Laga melawan Li/Luo menjadi pertemuan pertama kedua pasangan. Rachel menegaskan kondisi fisik dan evaluasi dari laga tiga gim harus dibawa ke perempat final. Jika mampu menekan kesalahan sendiri, pasangan Indonesia itu berpeluang memperpanjang perjalanan mengejutkan mereka di Changzhou. (NS/AS)
