lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Ferran Torres muncul sebagai tokoh penentu ketika Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, Minggu, 19 Juli 2026. Masuk dari bangku cadangan, penyerang Barcelona itu mencetak gol pada menit ke-106 dan menurunkan Argentina dari takhta juara dunia.
Gol tersebut membuat banyak orang mencari jawaban atas pertanyaan: siapakah Ferran Torres? Ia bukan pemain yang baru muncul dalam satu malam. Ferran telah melewati perjalanan 19 tahun dari akademi Valencia, mengalami transformasi posisi bersama Pep Guardiola, menghadapi krisis kepercayaan diri di Barcelona, lalu berkembang menjadi penyerang yang berulang kali menentukan pertandingan besar.
Siapakah Ferran Torres?
Ferran Torres García lahir di Foios, Valencia, Spanyol, pada 29 Februari 2000. Ia berusia 26 tahun ketika mencetak gol kemenangan pada final Piala Dunia 2026.
Barcelona mencatat tinggi badannya 182 sentimeter dengan berat 80 kilogram. Posisi resminya adalah penyerang, tetapi Ferran dapat dimainkan sebagai sayap kanan, sayap kiri, maupun penyerang tengah.
Kemampuan menempati tiga posisi tersebut menjadi ciri penting permainannya. Ferran bukan penyerang nomor sembilan klasik yang terus-menerus berdiri di antara dua bek tengah. Ia bergerak dari sisi lapangan, menyerang ruang kosong, dan berusaha tiba di kotak penalti ketika bola dilepaskan.
Ferran saat ini bermain untuk Barcelona dengan nomor punggung tujuh. Ia bergabung dari Manchester City pada Desember 2021 dengan kontrak hingga 30 Juni 2027. Barcelona memasukkan klausul pelepasan sebesar €1 miliar dalam kontrak tersebut.
Di tim nasional, ia menjalani debut senior pada 3 September 2020 dalam pertandingan melawan Jerman. Sebelum final Piala Dunia 2026, laman RFEF mencatat 63 penampilan dan 24 gol. Tambahan satu penampilan dan satu gol di final secara matematis membawa jumlahnya menjadi 64 pertandingan dan 25 gol, meski pembaruan pascafinal pada basis data federasi perlu menjadi rujukan terakhir.
Bermula dari Lapangan Sekolah di Foios
Perjalanan Ferran dimulai pada 2007. Seorang pencari bakat melihatnya bermain futsal di sekolah EPLA, kemudian mengundangnya mengikuti seleksi akademi Valencia.
Ia bergabung dengan kelompok pre-benjamín Valencia pada Agustus 2007 ketika baru berusia tujuh tahun. Ferran melewati setiap kelompok umur sebelum beralih ke sepak bola 11 lawan 11 pada 2012.
Pada 15 Oktober 2016, ia menjalani debut senior bersama Valencia Mestalla menghadapi Mallorca B. Ferran masih berusia 16 tahun ketika masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-75.
Kesempatan bersama tim utama tiba setahun kemudian. Ferran menjalani debut resmi melawan Real Zaragoza dalam Copa del Rey pada 30 November 2017. Pada 16 Desember 2017, ia tampil menghadapi Eibar dan menjadi pemain kelahiran abad ke-21 pertama yang bermain di La Liga.
Kecepatan, keberanian membawa bola, dan kemampuannya bermain di kedua sayap menjadikannya salah satu talenta utama Valencia. Ia menutup periode tersebut dengan 97 penampilan dan sembilan gol di seluruh kompetisi.
Jumlah golnya memang belum besar. Ferran pada masa itu lebih banyak berfungsi sebagai pemain sayap yang menciptakan progresi serangan. Namun, pengalamannya membantu Valencia menjuarai Copa del Rey 2018/2019 dan menarik perhatian Manchester City.
Di level kelompok umur, naluri penentunya sudah terlihat. Ferran memborong dua gol ketika Spanyol mengalahkan Portugal 2-0 pada final Euro U-19 2019. UEFA juga memasukkannya ke dalam tim terbaik turnamen.
Guardiola Mengubah Winger Menjadi Penyerang
Manchester City mendatangkan Ferran pada Agustus 2020. Di Inggris, Pep Guardiola mulai menggesernya dari sayap menuju pusat serangan.
Guardiola melihat kemampuan Ferran melakukan lari di belakang pertahanan, menyerang sisi buta bek, dan menyelesaikan peluang dengan sedikit sentuhan. Perubahan itu membuat produktivitasnya meningkat meski waktu bermainnya tidak selalu penuh.
Salah satu penampilan terbaiknya hadir ketika Manchester City mengalahkan Newcastle United 4-3 pada 14 Mei 2021. Ferran mencetak hat-trick dalam rentang 22 menit. Gol pertamanya, berupa sontekan tumit dari umpan tendangan bebas Ilkay Gündogan, terpilih sebagai gol terbaik klub musim 2020/2021.
Ia menyelesaikan perjalanannya di Manchester dengan 16 gol dalam 43 pertandingan di seluruh kompetisi. Ferran turut memenangi Premier League dan Piala Liga Inggris pada musim 2020/2021.
Perjalanannya terhenti oleh retak tulang metatarsal yang dialami ketika membela Spanyol pada Oktober 2021. Saat masih menjalani pemulihan, Barcelona datang dengan tawaran untuk membawanya kembali ke La Liga.
Pengalaman bersama Guardiola mengubah cara Ferran memandang posisinya. Dalam wawancara dengan El País pada Mei 2025, ia mengatakan sebelumnya tidak pernah membayangkan dapat bermain sebagai nomor sembilan. Guardiola membuka kemungkinan tersebut, sedangkan Hansi Flick kemudian membantunya mengembangkan peran itu di Barcelona.
Angka Menunjukkan Evolusi Ferran Torres
Perbandingan produksi gol Ferran di tiga klub memperlihatkan perubahan nyata. Ia berkembang dari winger dengan rasio gol rendah di Valencia menjadi penyerang yang lebih produktif bersama Manchester City dan Barcelona.
Perbandingan produktivitas Ferran Torres di level klub
| Klub | Penampilan resmi | Gol | Gol per pertandingan |
|---|---|---|---|
| Valencia | 97 | 9 | 0,09 |
| Manchester City | 43 | 16 | 0,37 |
| Barcelona | 206 | 65 | 0,32 |
Sumber: FC Barcelona Players dan Manchester City.
Catatan: Rasio merupakan perhitungan redaksi dari jumlah gol dibagi penampilan resmi di seluruh kompetisi, dibulatkan menjadi dua desimal.
Angka tersebut harus dibaca sesuai konteks. Di Valencia, Ferran masih berada dalam tahap perkembangan dan dominan bermain sebagai winger. Di Manchester City, ia mulai memperoleh kesempatan sebagai penyerang tengah. Di Barcelona, jumlah pertandingannya jauh lebih besar dan melewati periode pergantian pelatih, persaingan posisi, serta naik-turun performa.
Basis data sejarah Barcelona mencatat Ferran menghasilkan 65 gol dalam 206 pertandingan resmi hingga akhir musim 2025/2026. Pada musim terakhir tersebut, ia membukukan 21 gol dalam 49 pertandingan di seluruh laga resmi.
Sebanyak 16 gol tercipta di La Liga. Jumlah itu membuat Ferran berbagi Trofi Zarra bersama Lamine Yamal sebagai pemain berkewarganegaraan Spanyol dengan gol terbanyak pada La Liga 2025/2026.
Peningkatan ini menjelaskan mengapa menyebutnya hanya sebagai pemain sayap sudah tidak memadai. Ferran telah berkembang menjadi penyerang multifungsi yang bisa membuka ruang, menekan lawan, dan menjadi penyelesai serangan.
Mengapa Ferran Sering Menentukan Pertandingan Besar?
Gol final Piala Dunia bukan kejadian yang berdiri sendiri. Ferran memiliki riwayat mencetak gol ketika tingkat tekanan meningkat.
Setelah memborong dua gol dalam final Euro U-19 2019, ia mencetak hat-trick ketika Spanyol menghancurkan Jerman 6-0 pada UEFA Nations League, 17 November 2020. Itu merupakan hat-trick profesional pertamanya.
Pada 6 Oktober 2021, Ferran mencetak dua gol kemenangan Spanyol atas Italia dalam semifinal Nations League. Hasil tersebut menghentikan rekor 37 pertandingan tanpa kekalahan milik Italia.
Bersama Barcelona, Ferran mencetak gol dalam El Clasico pertamanya pada Maret 2022. Ia juga menjadi top skor Copa del Rey 2024/2025 dengan enam gol dari lima pertandingan.
Dalam final Copa del Rey melawan Real Madrid pada 26 April 2025, Barcelona tertinggal 1-2 hingga menit ke-84. Ferran memanfaatkan umpan Lamine Yamal, mendahului Thibaut Courtois, dan menyamakan kedudukan. Barcelona akhirnya menang 3-2 setelah perpanjangan waktu, sedangkan Ferran terpilih sebagai pemain terbaik final.
Pola permainannya menjelaskan kemunculan itu. Ferran tidak membutuhkan banyak sentuhan untuk menjadi berbahaya. Ia mengandalkan pembacaan ruang, waktu berlari, serta kemampuan menyelesaikan bola sebelum pertahanan kembali terbentuk.
Dalam final Piala Dunia 2026, pola serupa kembali terlihat. Pedro Porro mengirimkan umpan silang, Nico Williams meneruskan bola, dan Ferran tiba di ruang yang tepat untuk menaklukkan Emiliano Martínez dengan kaki kiri.
Dari Krisis Kepercayaan Diri Menjadi Juara Dunia
Perjalanan Ferran di Barcelona tidak selalu bergerak naik. Setelah datang dengan biaya transfer besar, ia menghadapi tuntutan untuk segera mencetak gol. Kesalahan penyelesaian peluang mulai memengaruhi pikirannya.
Pada Februari 2023, Ferran mengungkapkan bahwa dirinya pernah merasa berada dalam “lubang tanpa dasar”. Ia kehilangan kepercayaan diri dan menjadi terlalu terobsesi pada gol. Kondisi tersebut membuatnya memutuskan bekerja bersama psikolog.
Terapi membantunya memisahkan nilai dirinya dari hasil satu pertandingan. Dalam wawancara berikutnya, Ferran menjelaskan bahwa frekuensi pertemuannya dengan psikolog dapat berubah sesuai kebutuhan. Pembicaraan mereka juga tidak selalu mengenai sepak bola.
Pengalaman tersebut penting untuk memahami karier Ferran. Kebangkitannya tidak semata-mata ditentukan perubahan taktik atau posisi. Ia juga belajar mengelola tekanan, menerima peran sebagai pemain cadangan, dan menjaga kesiapan ketika kesempatan datang.
Hal itu terlihat di New Jersey. Ferran tidak menjadi starter dalam final, tetapi masuk pada menit ke-62 dalam pertandingan yang masih terkunci. Empat puluh empat menit kemudian, ia mencetak gol terbesar dalam kariernya.
Argentina datang sebagai juara bertahan Piala Dunia 2022. Satu penyelesaian Ferran mengakhiri masa kekuasaan tersebut sekaligus memberikan Spanyol gelar dunia kedua setelah 2010.
Karena itu, jawaban atas pertanyaan siapakah Ferran Torres tidak berhenti pada identitasnya sebagai penyerang Barcelona. Ia merupakan produk akademi Valencia, winger yang diubah Guardiola menjadi nomor sembilan, pemain yang bangkit melalui bantuan psikolog, dan pencetak gol yang menemukan momen terbesarnya di final Piala Dunia. (AS)







