lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Hasil ONIC vs Entity7 berakhir dengan kemenangan 2-0 bagi wakil Indonesia pada pertandingan pembuka Grup B Mobile Legends: Bang Bang Mid Season Cup dalam Esports World Cup atau MSC EWC 2026 di Paris, Prancis, Kamis, 23 Juli 2026. ONIC bahkan menutup gim kedua hanya dalam waktu sekitar 11 menit.
Kemenangan sapu bersih tersebut membawa ONIC ke semifinal upper bracket fase grup. Jalan menuju babak gugur memang belum sepenuhnya terbuka, tetapi Landak Kuning kini terhindar dari tekanan laga hidup-mati di lower bracket. Lebih dari sekadar skor, cara ONIC meredam Entity7 memperlihatkan kesiapan mereka beradaptasi dengan panggung internasional.
Hasil ONIC vs Entity7 Ditentukan Savage Kairi
ONIC segera mengambil kendali sejak awal gim pertama. Rotasi agresif membuat Entity7 kesulitan memperoleh ruang untuk membangun permainan, sementara penguasaan objektif secara konsisten menjaga tempo tetap berada di tangan wakil Indonesia.
Sanz menggunakan Eudora untuk menghambat mobilitas barisan Entity7. Kehadiran hero dengan kemampuan serangan eksplosif itu membuat pemain lawan harus lebih berhati-hati ketika bergerak tanpa perlindungan rekan setim.
Tekanan ONIC kemudian mencapai titik puncak pada pertengahan gim. Kairi menjadi pusat momen penentu setelah membantu tim menciptakan wipe out—seluruh pemain lawan tereliminasi—sebelum mencatatkan savage. Dalam istilah Mobile Legends, savage diberikan ketika seorang pemain menghabisi lima hero lawan secara beruntun dalam satu momentum.
Aksi tersebut bukan hanya menjadi pemanis kemenangan. Entity7 kehilangan kesempatan mempertahankan area permainan, sedangkan ONIC memperoleh ruang untuk menuntaskan gim pertama tanpa memberi lawan peluang membangun serangan balik.
ONIC Menang Kilat dalam 11 Menit
Alih-alih mengendur setelah unggul 1-0, ONIC meningkatkan tekanan pada gim kedua. Kiboy memainkan perannya dengan disiplin untuk membuka ruang, lalu pergerakannya disambut rotasi Sanz, Kairi, dan Lutpi.
Entity7 kembali terdesak sejak fase awal. Perbedaan perolehan gold dan level terus melebar, membatasi pilihan wakil Amerika Latin tersebut ketika harus mempertahankan objektif maupun menghadapi pertarungan tim.
ONIC tidak membiarkan keunggulan itu terbuang dalam permainan panjang. Serangan mereka langsung diarahkan untuk mempersempit wilayah pertahanan Entity7 hingga gim kedua berakhir dalam waktu sekitar 11 menit.
Kemenangan tersebut memastikan skor akhir 2-0 dalam seri berformat best of three atau Bo3. ONIC hanya membutuhkan dua gim untuk menuntaskan pertandingan, sekaligus memperoleh modal psikologis penting setelah datang ke MSC EWC 2026 dengan status runner-up MPL Indonesia Season 17.
Upper Bracket, Adaptasi Tetap Menjadi Ujian
Meski menang dominan, Sanz memilih tidak melontarkan sasaran yang kelewat jauh. “Kita selalu ingin improve di setiap match, di setiap turnamen,” ujar Sanz dalam wawancara virtual dengan ANTARA setelah pertandingan.
Menurut Sanz, pertandingan internasional menghadirkan pola rotasi dan pilihan hero yang berbeda dibandingkan kompetisi domestik. Perubahan patch juga membuat tim harus cepat menyelaraskan strategi sejak fase awal hingga pertengahan gim.
Pendekatan itu penting karena kemenangan atas Entity7 belum otomatis mengantar ONIC ke babak gugur. Fase grup MSC EWC 2026 menggunakan sistem double elimination. Empat tim terbaik dari setiap grup berhak melaju ke Knockout Stage, sedangkan empat tim terbawah tersingkir.
Namun, posisi di upper bracket memberi ONIC jalur yang lebih lapang. Satu kemenangan berikutnya dapat memperkuat langkah mereka menuju fase gugur tanpa harus melewati rangkaian pertandingan penentuan di jalur bawah.
Start melawan Entity7 telah dilalui dengan nyaris tanpa cela: skor bersih, savage dari Kairi, dan penutupan gim kedua dalam 11 menit. Ujian berikutnya tentu lebih berat. Setidaknya, ONIC sudah menyalakan mesinnya—dan kali ini tidak perlu dipanaskan terlalu lama. (NS/AS)
