lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sejumlah peristiwa Jawa Barat terjadi di berbagai daerah dalam rentang waktu yang berdekatan pada hari Minggu dan Senin, tanggal 20 dan 21 September 2026.
Di Kuningan, seorang lansia harus mendapat perawatan setelah dipatuk ular kobra di dalam rumah. Pada hari yang sama, polisi juga menangani penemuan kerangka manusia di area perkebunan.
Dari Ciamis, warga Panawangan sempat dibuat waswas setelah dua ekor king kobra masuk ke sekitar permukiman.
Sementara di Bogor, warga Gunung Sindur dibuat penasaran oleh perubahan warna air sebuah kolam yang mendadak merah. Di Tasikmalaya, pertandingan sepak bola antarkecamatan U-40 dihentikan setelah seorang pemain meninggal dunia ketika pertandingan berlangsung.
Berikut sejumlah peristiwa yang terjadi di Jawa Barat.
Kobra Masuk Rumah, Lansia dipatuk di Kuningan
Malam di Desa Legok, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, berubah menjadi kepanikan ketika seekor kobra ditemukan berada di dalam rumah warga.
Sanuhi (60), penghuni rumah tersebut, menjadi korban setelah kobra mematuk jempol kaki kirinya.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Saat itu Sanuhi hendak keluar rumah. Namun, di dekat pintu, ia justru berhadapan dengan ular kobra Jawa yang berada di dalam rumah.
Patukan ular membuat kaki korban mengalami pembengkakan. Keluarga kemudian membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan Andri Arga Kusuma mengatakan korban sempat menjalani penanganan di rumah sakit dan kondisinya berangsur membaik.
Sementara itu, warga meminta bantuan Damkar Kuningan untuk mengevakuasi ular tersebut.
Petugas mengerahkan tiga personel ke lokasi. Ular ternyata berpindah ke area gudang sehingga petugas harus lebih dulu memindahkan sejumlah barang sebelum melakukan evakuasi.
Setelah sekitar 10 menit, kobra Jawa sepanjang kurang lebih 50 sentimeter tersebut berhasil diamankan.
Damkar Kuningan mengimbau warga tidak mencoba menangkap sendiri ular berbisa. Jika menemukan ular, warga diminta menjauh dan segera menghubungi petugas.
Dua King Kobra masuk Permukiman Ciamis
Kejadian serupa terjadi di Dusun Cimanem, Desa Mekarbuana, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis.
Bedanya, warga di lokasi ini harus berhadapan dengan dua king kobra sekaligus.
Kedua ular tersebut ditemukan pada Minggu (20/9/2026) malam. Ukurannya juga tidak kecil, masing-masing diperkirakan memiliki panjang sekitar tiga meter.
Salah satu ular pertama kali diketahui Nana Kusmana (43) ketika berada di sekitar halaman rumahnya.
Ular tersebut kemudian bergerak masuk ke rumah tetangga dan bersembunyi di dalam toilet.
Saat warga masih berusaha mengamankan situasi, pengendara sepeda motor yang melintas memberi tahu bahwa ada ular lain di tepi jalan.
Setelah diperiksa, ular kedua ternyata juga king kobra dengan ukuran hampir sama.
Warga kemudian meminta bantuan Damkar Pos WMK Kawali.
Petugas datang dan mengevakuasi kedua ular tersebut tanpa ada warga yang terluka.
Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis Budi Rahmat mengatakan dua king kobra berhasil diamankan dengan selamat.
Ia meminta warga tidak mengambil risiko apabila menemukan ular berbisa di sekitar rumah.
Kerangka Manusia ditemukan di Perkebunan Kuningan
Masih dari Kuningan, warga Desa Sukamukti digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di area perkebunan.
Kerangka tersebut ditemukan di Blok Cimanceng pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Petani bernama Kurned (45) menemukan kerangka tersebut ketika sedang mencari burung.
Lokasinya cukup jauh dari permukiman, sekitar dua kilometer.
Polisi yang datang ke lokasi menemukan sejumlah barang di sekitar kerangka, termasuk pakaian, topi, celana dan rokok.
Petugas juga menemukan kartu identitas berinisial YS, warga Desa Sidamulya, Kuningan, yang diketahui tinggal di Bekasi.
Di sekitar lokasi terdapat pula tali yang terikat pada dahan pohon.
Kapolsek Jalaksana AKP Imam Rubianto mengatakan berdasarkan kondisi kerangka, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga bulan sebelumnya.
Polisi menduga korban merupakan YS. Dugaan tersebut masih didasarkan pada temuan identitas dan barang di lokasi.
Dari keterangan keluarga, YS diketahui meninggalkan rumah sejak Mei setelah berpamitan untuk menyelesaikan persoalan ekonomi dan keuangan rumah tangga.
Keluarga kemudian menyatakan tidak meminta dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Kolam di Gunung Sindur mendadak merah
Peristiwa lain terjadi di Kabupaten Bogor.
Sebuah video yang memperlihatkan kolam di Gunung Sindur berubah warna menjadi merah beredar di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan sejumlah orang berada di sekitar kolam. Beberapa di antaranya bahkan terlihat mengambil air yang berwarna merah.
Polisi kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Saat petugas tiba, warna air sudah kembali seperti biasa.
Kapolsek Gunung Sindur AKP Ucup Supriyatna mengatakan perubahan warna tersebut berdasarkan keterangan warga berlangsung sekitar 30 menit hingga satu jam pada Minggu (20/9/2026).
Kepala Desa Cibadung Badri juga telah mendatangi lokasi dan mengambil sampel air untuk diperiksa di laboratorium.
Pemerintah desa memilih menunggu hasil pemeriksaan ilmiah sebelum menyimpulkan penyebab perubahan warna air tersebut.
Turnamen sepak bola U-40 di Tasikmalaya dihentikan
Duka datang dari Stadion Wiradadaha, Kota Tasikmalaya.
Pemain Kecamatan Cibeureum, Ahid Ali Hasbi (43), meninggal dunia setelah tiba-tiba jatuh ketika pertandingan Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya Antarkecamatan U-40 berlangsung pada Minggu (20/9/2026).
Peristiwa terjadi saat laga Kecamatan Cibeureum melawan Kecamatan Kawalu memasuki babak kedua.
Ahid sempat mengoper bola. Beberapa langkah kemudian ia jatuh tanpa mengalami benturan dengan pemain lawan.
Tim medis yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan sebelum korban dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD dr. Soekardjo.
Namun nyawanya tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Ketua DPD Askot PSSI Kota Tasikmalaya H. Wahid mengatakan informasi dari keluarga menyebut korban sebelumnya beraktivitas hingga larut malam.
Atas kejadian tersebut, seluruh peserta turnamen sepakat menghentikan kompetisi.
Sebagai pengganti, panitia berencana menggelar pertandingan amal untuk menggalang bantuan dan santunan bagi keluarga almarhum.
5 peristiwa Jawa Barat tersebut terjadi dalam rentang waktu yang hampir bersamaan di sejumlah wilayah Jawa Barat. Mulai dari persoalan satwa liar yang masuk permukiman, penemuan kerangka manusia, fenomena perubahan warna air, hingga kejadian di lapangan sepak bola.
Sebagian peristiwa masih dalam penanganan dan pemeriksaan pihak terkait. (HS)







