lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Stadion Galuh akhirnya menjadi panggung kebangkitan PSGC Ciamis dalam laga seru pekan kedua Grup A pukul 15.30 WIB sore tadi antara PSGC Vs Sumsel United.
Menjamu Sumsel United pada lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship 2026/2027, Sabtu (19/9/2026), Laskar Galuh tampil efektif dan mengamankan kemenangan 2-0.
Dua gol PSGC seluruhnya diborong Ezechiel N’Douassel.
Namun kemenangan ini tidak datang begitu saja. Ada satu momen yang nyaris mengubah jalannya pertandingan: penalti Sumsel United pada penghujung babak pertama yang justru berhasil dimentahkan kiper PSGC, Muhammad Taufan.
Penyelamatan itu menjadi salah satu titik penting yang membuat keunggulan PSGC tetap terjaga hingga turun minum.
PSGC menekan, Ezechiel membuka jalan
Sejak pertandingan dimulai, PSGC langsung berusaha mengambil kendali permainan.
Serangan dibangun dari kedua sisi lapangan. Bola beberapa kali diarahkan kepada Ezechiel yang menjadi tumpuan di lini depan.

Pada menit ke-13, PSGC kembali mendapatkan peluang melalui serangan dari sisi kanan. Namun bola masih mampu diamankan penjaga gawang Sumsel United.
Memasuki pertengahan babak pertama, permainan PSGC semakin terorganisir. Pergerakan Bonila juga beberapa kali merepotkan pertahanan tim tamu melalui aksi individu dan umpan kepada rekan setim.
Tekanan tersebut akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-37.
Berawal dari pelanggaran pemain Sumsel United, PSGC memperoleh tendangan bebas.
Bonila mengambil eksekusi dan mengirim bola ke dalam kotak penalti.
Ezechiel berada di posisi yang tepat.
Penyerang PSGC itu menyambut bola dengan sundulan yang kemudian meluncur ke gawang Sumsel United.
Gol.
Stadion Galuh bergemuruh. PSGC unggul 1-0.
Penalti Sumsel United dimentahkan Taufan
Keunggulan PSGC ternyata belum membuat pertandingan aman.
Memasuki menit-menit akhir babak pertama, Sumsel United mulai meningkatkan tekanan. Tim tamu lebih banyak menguasai bola dan mencoba mencari celah di pertahanan PSGC.
Kesempatan terbesar datang pada menit ke-45.
Setelah terjadi pelanggaran di area pertahanan PSGC dan dilakukan pengecekan VAR, wasit menunjuk titik putih.
Sumsel United mendapat penalti.
Inilah momen ketika PSGC berada dalam tekanan paling besar.
Namun Muhammad Taufan tampil sebagai penyelamat.
Tendangan penalti pemain Sumsel United berhasil ditepis oleh kiper PSGC.
Peluang emas untuk menyamakan kedudukan pun sirna.
Tambahan waktu tiga menit tidak mengubah keadaan. PSGC tetap membawa keunggulan 1-0 ke ruang ganti.
Ezechiel kembali menghukum Sumsel
Memasuki babak kedua, PSGC tidak memilih bermain pasif.
Laskar Galuh tetap berusaha menekan dan mencari gol kedua untuk memperlebar jarak.

Sumsel United mencoba membangun serangan, tetapi PSGC mampu menjaga intensitas permainan.
Kesalahan pemain Sumsel United dalam mengamankan bola kemudian menjadi petaka.
Ezechiel memanfaatkan situasi tersebut dengan baik.
Penyerang asal Chad itu kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menyelesaikan peluang menjadi gol.
Skor berubah menjadi 2-0.
Brace Ezechiel membuat PSGC berada dalam posisi yang jauh lebih nyaman.
Dua kali mendapat kesempatan, dua kali pula Ezechiel menjadi pembeda.
Tiga poin pertama di Stadion Galuh
Setelah unggul dua gol, PSGC berusaha menjaga ritme pertandingan.
Sumsel United terus mencari celah untuk memperkecil ketertinggalan. Namun barisan pertahanan PSGC mampu meredam sejumlah tekanan yang datang.
Keunggulan 2-0 bertahan hingga pertandingan berakhir.
PSGC pun mengamankan tiga poin di kandang.
Kemenangan tersebut menjadi respons penting setelah pada laga pembuka PSGC harus mengakui keunggulan Persikad Depok dengan skor 2-1. Kini, bermain di hadapan pendukung sendiri, Laskar Galuh berhasil menjawabnya dengan kemenangan.
Dua gol Ezechiel menjadi sorotan utama, tetapi penyelamatan Muhammad Taufan dari titik penalti juga tidak kalah penting.
Sebab, jika penalti Sumsel United masuk pada penghujung babak pertama, cerita pertandingan bisa saja berjalan berbeda.
Di Stadion Galuh, PSGC akhirnya tidak hanya menang.
Mereka menunjukkan bahwa ketika peluang datang, Laskar Galuh mampu mengubahnya menjadi gol. (HS)







