PPPK Kementerian PU Tanam Ganja, Alasannya Bikin Geleng Kepala

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sulit mendapatkan ganja membuat seorang pegawai PPPK Kementerian PU di Bandung memilih jalan yang justru membawanya berhadapan dengan hukum.

AS (49), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang berdinas di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), ditangkap polisi setelah diduga membudidayakan ganja di rumahnya di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Bukan hanya satu atau dua tanaman.

Polisi menemukan kebun kecil di bagian belakang rumah AS. Di sana terdapat delapan tanaman ganja yang telah berusia sekitar 4,5 bulan, ditambah 28 bibit yang masih berusia sekitar 10 hari.

Yang membuat pengungkapan ini semakin mencolok, tanaman tersebut tidak dibiarkan tumbuh begitu saja.

AS menyiapkan sejumlah perlengkapan untuk menunjang pertumbuhannya, termasuk lampu ultraviolet.

Awalnya karena sulit mendapatkan ganja

Di hadapan penyidik, AS mengaku mulai menanam ganja sejak Mei 2026.

Alasannya sederhana, tetapi konsekuensinya justru panjang.

Ia mengaku kesulitan mendapatkan ganja untuk dikonsumsi. Dari situ, muncul ketertarikannya untuk mencoba menanam sendiri.

“Awalnya sebelumnya konsumsinya tuh beli susah, saya kan susah juga, susah juga takut juga. Terus saya penasaran juga gimana cara nanamnya,” kata AS saat diperiksa polisi.

Rasa penasaran itu kemudian berlanjut menjadi praktik budidaya di rumah.

AS mengaku belajar mengenai cara menanam dan merawat ganja secara otodidak melalui video di YouTube.

Dengan kata lain, tanaman yang ditemukan polisi bukan tumbuh secara kebetulan.

Ada proses yang dipelajari, dicoba, kemudian dikembangkan di lingkungan rumah.

Bibit disebut diberikan teman

Pertanyaan berikutnya adalah dari mana AS mendapatkan bibit ganja tersebut.

Dalam pemeriksaan, AS menyebut bibit itu diperoleh dari seorang teman lama.

Ia mengaku tidak mengetahui dari mana temannya mendapatkan bibit tersebut.

Saat ditanya apakah dirinya meminta bibit, AS membantah.

“Dia yang ngasih,” ucapnya.

Polisi masih mendalami keterangan tersebut, termasuk asal-usul bibit yang digunakan untuk membudidayakan tanaman terlarang itu.

Sebab, asal bibit menjadi salah satu bagian penting untuk mengurai bagaimana tanaman ganja tersebut bisa sampai berada di rumah AS.

Pernah konsumsi bersama teman

AS juga mengakui pernah mengonsumsi ganja bersama teman tersebut ketika masih tinggal di Cimahi.

Pengakuan itu muncul ketika penyidik menggali lebih jauh hubungan AS dengan ganja dan orang yang disebut memberikan bibit.

“Waktu pas zaman di rumah saya di Cimahi. Di rumah itu gitu,” kata AS.

Polisi kemudian membawa AS untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Satresnarkoba Polrestabes Bandung.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami tidak hanya aktivitas budidaya, tetapi juga penggunaan narkotika yang dilakukan AS.

Kebun kecil dengan perlengkapan khusus

Saat menggeledah rumah AS di kawasan Cileunyi, polisi menemukan delapan tanaman ganja dewasa dengan tinggi sekitar 91 sentimeter hingga 1,8 meter.

Selain itu terdapat 28 bibit berukuran sekitar 3 hingga 9 sentimeter dan dua plastik klip berisi biji ganja.

Polisi juga mengamankan lima lampu ultraviolet, pestisida, cairan booster tanaman, gunting dahan, serta sebuah telepon genggam.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa budidaya ganja dilakukan dengan perlengkapan yang memang disiapkan untuk menunjang pertumbuhan tanaman.

Polisi menyebut AS mempelajari teknik pembibitan dan perawatan tanaman secara otodidak melalui YouTube.

Ditangkap setelah dibuntuti dari kantor

Pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan narkotika.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan terhadap AS.

Pada 16 September 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, polisi memantau AS saat masih berada di kawasan Kota Bandung. Setelah itu, petugas membuntutinya hingga ke rumah di Cileunyi.

Sekitar pukul 18.30 WIB, penggeledahan dilakukan.

Di bagian belakang rumah itulah polisi menemukan kebun ganja yang selama ini dibudidayakan AS.

Mengaku untuk konsumsi sendiri

Kepada penyidik, AS mengaku tanaman ganja tersebut ditujukan untuk konsumsi pribadi.

Ia juga menyebut sebagian hasilnya diberikan secara cuma-cuma kepada sejumlah teman yang meminta.

Namun, polisi tidak berhenti pada pengakuan tersebut.

Kemungkinan adanya aktivitas penjualan atau jaringan distribusi masih didalami.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Bandung Kompol Oliesta Ageng Wicaksana mengatakan apabila penyidik menemukan petunjuk adanya penjualan, pihaknya akan melakukan pendalaman dan menerapkan pasal lain yang sesuai.

Berakhir di balik jeruji

Kini, aktivitas yang bermula dari rasa penasaran dan pengakuan sulit mendapatkan ganja itu berujung pada proses hukum.

AS telah ditahan di Mapolrestabes Bandung.

Ia dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Polisi menyebut pasal tersebut memiliki ancaman pidana maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.

Penyidikan masih berjalan.

Di balik temuan puluhan tanaman ganja di halaman rumah itu, polisi kini masih harus menjawab pertanyaan lain: sejauh mana budidaya tersebut berjalan, dari mana seluruh bibit diperoleh, dan apakah tanaman itu benar-benar hanya untuk konsumsi pribadi seperti pengakuan AS. (HS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Haornas ke-43 di Ciamis, Warga Diajak Tidak ‘Mager’

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Olahraga tidak harus selalu identik dengan...

Logo Hari Jadi Tasikmalaya Dipilih dari 55 Karya, Abdul Hasim Jadi Pemenang

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Logo Hari Jadi Tasikmalaya ke-25 resmi menggunakan karya...

Kebakaran Bojonggambir Hanguskan Tiga Rumah, Kerugian Ditaksir Rp185 Juta

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kebakaran Bojonggambir menghanguskan tiga rumah panggung di Kampung...

Kejurda Drag Bike Masuk Hari Kedua di Tasikmalaya, Empat Kelas Jadi Perebutan Poin

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kejurda Drag Bike Jawa Barat 2026 Putaran 2...

Penanaman Pohon Pangandaran Tertinggi di Priangan Timur, Capai 117 Ribu Bulan Ini

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Penanaman pohon Pangandaran tercatat mencapai 117.259 pohon...

JAWA BARAT

Gara-gara Pilkades, Ruang Bupati Bekasi Digembok Massa

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Suasana menjelang pelaksanaan Pilkades Kabupaten Bekasi...

Danny Setiawan Berpulang, Dedi Mulyadi Kenang Jejaknya di Jabar

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Kabar duka datang dari Jawa...

Tambang Karawang Ditutup setelah Tiga Peringatan, Empat Syarat Harus Dipenuhi

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup operasional tambang Karawang...

Kebakaran Pabrik Losarang Padam Setelah Penanganan Berjam-jam, Penyebab Belum Dipastikan

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Kebakaran pabrik Losarang melanda Gedung 3 PT Food...

Pendakian Gunung Gede Pangrango Masih Ditutup, Belum Ada Jadwal Pembukaan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Pendakian Gunung Gede Pangrango masih berada...

Rute Medan-Bandung Dibuka, 140 Penumpang Turun di Bandara Husein

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Rute Medan-Bandung yang dilayani Super Air Jet...

Pocari Run Bandung Diikuti 15 Ribu Pelari, Jalan Buka-Tutup Mulai Pukul 05.00 WIB

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pocari Run Bandung mulai digelar Sabtu, 19...

Ruang Kerja Jadi Lokasi, 3 Siswi PKL Diduga Dicabuli Pejabat Dishub Sukabumi

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Ruang kerja yang semestinya menjadi tempat...

Olahraga

Popular Categories