lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong sekolah, dinas ketenagakerjaan, dan perusahaan membangun jalur penyerapan kerja bagi lulusan SMK Jabar. Dorongan terbaru disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan saat meresmikan bangunan SMK Fajar Mandala di Kabupaten Sumedang pada 17 September 2026 dan dipublikasikan Pemprov pada 21 September.
Erwan meminta Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumedang berkoordinasi dengan sekolah dan perusahaan di daerah tersebut. Kerja sama diarahkan agar siswa tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi memiliki akses menuju pekerjaan setelah lulus.
Sekolah dan Perusahaan Didorong Bangun Jalur Penyerapan
Menurut Erwan, sekolah kejuruan perlu menyiapkan keterampilan siswa sesuai kebutuhan industri. Ia bahkan mendorong sekolah membuat kerja sama dengan perusahaan sehingga kesempatan kerja dapat disiapkan sejak siswa masih menjalani pendidikan.
Dorongan terhadap akses kerja lulusan SMK Jabar tersebut tidak berdiri sendiri. Pada 1 September 2026, sebanyak 32 SMK negeri di Jawa Barat telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan 64 perusahaan dari berbagai sektor. Kerja sama itu difasilitasi Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Bidang yang masuk dalam kerja sama meliputi bisnis dan manajemen, pariwisata, teknologi manufaktur dan rekayasa, teknologi informasi, seni dan ekonomi kreatif, serta otomotif. Pemprov menyebut kolaborasi tersebut ditujukan untuk menyelaraskan pembelajaran vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Jawa Barat juga memperpanjang masa praktik kerja lapangan bagi siswa SMK menjadi satu tahun. Kebijakan itu disosialisasikan kepada kepala SMK negeri pada April 2026 sebagai bagian dari upaya menyinkronkan kompetensi siswa dengan kebutuhan dunia kerja.
Akses Lowongan Juga Diperluas
Selain menjembatani sekolah dan perusahaan, Pemprov Jawa Barat pada September mulai menjalankan bursa kerja daring yang disiarkan langsung setiap Rabu pukul 09.30 WIB. Informasi yang disampaikan meliputi perusahaan yang membuka lowongan, posisi, jumlah kebutuhan, dan kualifikasi pelamar.
Pencari kerja juga diarahkan menggunakan layanan Nyarigawe milik Pemprov Jawa Barat untuk mengakses informasi dan melamar pekerjaan. Pada pelaksanaan di Kabupaten Bekasi pada 16 September, lowongan yang ditampilkan mencakup sejumlah posisi dengan kualifikasi pendidikan SMA dan SMK.
Kebijakan menghubungkan lulusan SMK Jabar dengan industri juga disebut Pemprov sebagai bagian dari penguatan integrasi pendidikan dan dunia kerja. Pada awal September, Pemprov menyatakan pembelajaran SMA dan SMK akan semakin dikaitkan dengan kebutuhan keahlian teknis perusahaan.
Namun, dorongan kerja sama sekolah dan perusahaan tersebut masih merupakan upaya memperluas akses kerja. Informasi resmi yang tersedia belum menunjukkan bahwa seluruh lulusan SMK otomatis memperoleh pekerjaan setelah lulus. Realisasi penyerapan tetap bergantung pada kebutuhan perusahaan, kompetensi pelamar, proses seleksi, dan lowongan yang tersedia. (NS/AS)







