lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Turnamen Piala PSSI Kota Tasikmalaya Antarkecamatan U-40 2026 dihentikan setelah seorang pemain Kecamatan Cibeureum, Ahid Ali Hasbi (43), meninggal dunia seusai mengalami kondisi darurat saat bertanding. Keputusan penghentian kompetisi disampaikan pada Senin, 21 September 2026, sehari setelah kejadian di Stadion Wiradadaha, Kota Tasikmalaya.
Ahid mengalami kondisi darurat saat laga babak delapan besar antara Kecamatan Cibeureum dan Kecamatan Kawalu, Minggu, 20 September 2026. Ia mendapatkan pertolongan medis di lapangan sebelum dibawa ke RSUD dr. Soekardjo dan kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Turnamen Tidak Dilanjutkan, Laga Amal Disiapkan
Penghentian Piala PSSI Kota Tasikmalaya diputuskan setelah pengurus Askot PSSI Kota Tasikmalaya dan perwakilan tim yang masih bertahan membahas kelanjutan kompetisi. Para pihak sepakat pertandingan tidak diteruskan sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum.
Kompetisi ketika itu masih berada pada fase delapan besar. Sejumlah pertandingan lanjutan yang sebelumnya dijadwalkan tidak dilaksanakan setelah keputusan penghentian diambil.
Sebagai pengganti penutupan kompetisi, PSSI Kota Tasikmalaya merencanakan pertandingan amal atau charity match. Kegiatan tersebut direncanakan sekitar tujuh hari setelah wafatnya Ahid dengan penggalangan dana yang akan diberikan kepada keluarga almarhum. Jadwal rinci pertandingan amal belum disebutkan dalam informasi yang tersedia pada 21 September.
PSSI Kota Tasikmalaya juga telah menyerahkan santunan awal kepada keluarga. Jajaran pengurus mendampingi proses setelah kejadian hingga takziah dan pelepasan jenazah.
Pemain Mendapat Pertolongan di Lapangan
Peristiwa yang mendahului penghentian Piala PSSI Kota Tasikmalaya terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Pertandingan Cibeureum melawan Kawalu baru memasuki beberapa menit awal babak kedua ketika Ahid tiba-tiba terjatuh setelah melepaskan umpan. Sejumlah laporan yang memuat keterangan Ketua PSSI Kota Tasikmalaya menyebut tidak terjadi benturan dengan pemain lawan saat kejadian.
Tim medis kemudian memberikan pertolongan pertama sebelum Ahid dibawa menggunakan ambulans ke IGD RSUD dr. Soekardjo. Ia masih mendapatkan penanganan di rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Belum terdapat keterangan medis resmi yang menetapkan penyebab kematian dalam informasi yang diperoleh. Karena itu, dugaan mengenai kondisi yang menyebabkan Ahid terjatuh tidak dapat dinyatakan sebagai penyebab kematian.
Keputusan menghentikan turnamen membuat rangkaian kompetisi U-40 2026 berakhir sebelum seluruh pertandingan fase delapan besar selesai. Agenda berikutnya bergeser dari pertandingan kompetitif menjadi laga amal untuk keluarga almarhum. (NS/AS)







