Krisis Air Bersih Kabupaten Tasikmalaya Meluas, 16.869 Warga Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Krisis air bersih di Kabupaten Tasikmalaya meluas seiring banyaknya sumur warga yang mengering selama musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 16.869 jiwa di delapan kecamatan telah membutuhkan pasokan air bersih hingga Senin, 20 Juli 2026.

Jumlah penerima bantuan mencapai lebih dari 3.100 kepala keluarga. Penulisan angka tersebut digunakan karena terdapat perbedaan data dalam publikasi hasil keterangan BPBD: sebanyak 3.115 KK disebut pada ringkasan laporan, sedangkan 3.155 KK tercantum dalam kutipan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya Roni AKS.

BPBD Memasok Air Bersih ke Delapan Kecamatan

Roni mengatakan musim kemarau yang berlangsung selama lebih dari tiga bulan menyebabkan sumur warga di sejumlah pelosok mengering. Bahkan, sumur dengan kedalaman sekitar 20 hingga 25 meter tidak lagi mampu menyediakan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Air bersih yang didistribusikan BPBD diprioritaskan untuk memasak, minum, mencuci peralatan makan, dan kebutuhan pokok lainnya. Penyaluran dilakukan bersama Perumda Air Minum Tirta Sukapura dengan menyasar daerah yang mengajukan permintaan dan dinilai paling membutuhkan bantuan.

“Petugas memasok air ke delapan kecamatan yang paling membutuhkan, dibantu Perumda Tirta Sukapura Tasikmalaya,” kata Roni, sebagaimana diberitakan Media Indonesia, Senin, 20 Juli 2026.

Wilayah yang telah memperoleh pasokan air antara lain Desa Cijulang di Kecamatan Cineam, Desa Kertanegla dan Desa Pedangkamulyan di Kecamatan Bojonggambir, Desa Puteran di Kecamatan Pageurageung, Desa Kujang di Kecamatan Karangnunggal, serta Desa Kalapagenep di Kecamatan Cikalong.

Krisis air bersih sebelumnya terdeteksi di Desa Pedangkamulyan pada awal Juli 2026. Berdasarkan laporan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, kekeringan di desa tersebut telah berdampak terhadap 850 KK. BPBD mulai mendistribusikan air pada 1 Juli 2026.

Pada 16 Juli 2026, BPBD juga memasok 8.000 liter air untuk 430 KK atau 1.415 jiwa di Kampung Sukajaya dan Kampung Sirnagalih, Desa Kalapagenep, Kecamatan Cikalong. Dua armada tangki dikerahkan untuk menjangkau warga yang mengantre menggunakan ember, jeriken, galon, dan tempat penampungan lainnya.

BPBD: Krisis Tidak Hanya Dipicu Musim Kemarau

BPBD Kabupaten Tasikmalaya menilai krisis air bersih tidak semata-mata dipicu oleh berkurangnya hujan selama musim kemarau. Roni menyebut kerusakan lingkungan dan perubahan fungsi kawasan resapan turut memperburuk kemampuan tanah menyimpan air.

BPBD juga menyoroti pencemaran sumber air baku, perubahan iklim, serta belum tersedianya program penyediaan air seperti Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) maupun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah wilayah.

Pernyataan tersebut merupakan penilaian BPBD berdasarkan kondisi lapangan. Publikasi yang tersedia belum menyertakan kajian teknis terperinci untuk mengukur besarnya pengaruh setiap faktor terhadap kekeringan di masing-masing kecamatan.

Dampak musim kemarau juga mulai menjalar ke sektor pertanian. BPBD mencatat sekitar 1.376 hektare lahan mengalami gagal tanam maupun gagal panen dalam kategori ringan dan sedang. Lahan tersebut tersebar antara lain di Kecamatan Cikalong, Salawu, Sukaraja, Manonjaya, Jamanis, dan Cipatujah.

Kondisi itu memperlihatkan bahwa kekeringan tidak hanya menyentuh kebutuhan rumah tangga. Jika berlangsung lebih lama, berkurangnya ketersediaan air berpotensi memengaruhi produksi pangan dan penghidupan masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.

Kabupaten Tasikmalaya Berstatus Siaga Darurat

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan sejak 1 Juli hingga 30 September 2026.

Status tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Tasikmalaya Nomor 3002.2.1/KEP.421-BPBD/2026. Penetapan status menjadi dasar mobilisasi sumber daya, koordinasi lintas instansi, pemetaan daerah rawan, dan pendistribusian bantuan air bersih.

BPBD bersama pemerintah kecamatan masih memantau perkembangan di 39 kecamatan. Pemantauan diperlukan karena permintaan pasokan air dapat bertambah apabila kemarau berlanjut dan debit sumber air terus menurun.

Masyarakat diminta menghemat penggunaan air dan mengutamakan ketersediaannya untuk kebutuhan pokok serta sanitasi. Wilayah yang mulai kesulitan memperoleh air juga diminta segera menyampaikan laporan kepada pemerintah desa, kecamatan, atau BPBD agar dapat dilakukan asesmen.

Laman resmi BPBD Kabupaten Tasikmalaya mencantumkan nomor layanan 0821-2059-4513. Laporan masyarakat tetap perlu dilengkapi dengan lokasi, jumlah warga terdampak, kondisi sumber air, dan kebutuhan penampungan agar penyaluran bantuan dapat dilakukan tepat sasaran. (NS/AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

KONAMI Tasikmalaya Siapkan Pengaduan ke Polda Jabar, Tuntut Evaluasi Kapolres Tasikmalaya Kota

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Komite Nasional Mahasiswa Indonesia (KONAMI) Tasikmalaya...

Santri Tarbiyatul Ummah Tasikmalaya Ditempa Jadi Pemilih Cerdas

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. “Mengapa dalam setiap pemilu sering terjadi bagi-bagi uang...

Sumur Bor Setiamulya Mulai Dikerjakan untuk Pasok Air Bersih Warga

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sumur bor Setiamulya mulai dikerjakan di Kelurahan...

Persikotas Nusantara Belum Tentukan Kandang Liga 3, Banjar-Ciamis Dijajaki

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Persikotas Nusantara belum menentukan stadion kandang untuk...

Garut Plaza Diaktifkan Kembali, Pemkab Bidik Perdagangan dan UMKM

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Garut Plaza kembali didorong menjadi pusat aktivitas...

JAWA BARAT

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Sampai Bandung, Pemkot Siapkan Mitigasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan langkah...

Surat Edaran Gubernur Jabar, Siaga Abu Vulkanik

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan...

Bandara Husein Sastranegara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau, Estimasi hingga Pukul 16.00 WIB

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Operasional Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung...

200 Becak Listrik Cirebon Dibagikan, Pemkot Siapkan Dukungan Pengisian Daya

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Sebanyak 200 unit becak listrik Cirebon telah...

Kebakaran Lahan Jawa Barat Capai 228,07 Hektare, Sukabumi Terluas

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Luas kebakaran lahan Jawa Barat mencapai 228,07...

Persib vs PSM di GBLA, 2.505 Personel Disiagakan dan Tiga Titik Disekat

lintaspriangan.com, BERITA PERSIB. Sebanyak 2.505 personel disiagakan untuk mengamankan pertandingan...

Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Mulai 6 September untuk Cegah Karhutla

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai di wilayah...

Dentuman Misterius Bandung, Badan Geologi Kaitkan Anak Krakatau, BMKG Sebut Skyquake

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Misteri suara dentuman misterius Bandung yang...

Olahraga

Popular Categories