PANDAWA TASIK: Sebuah Ikhtiar Menjaga Pelajar

lintaspriangan.comBERITA TASIKMALAYA. Anak tidak serta-merta terjerumus ke dalam persoalan besar. Kerap kali semuanya bermula dari gelagat kecil yang luput dari pengamatan: meninggalkan pelajaran, mulai merokok, terlalu larut dengan gawai, atau berkumpul di lingkungan yang keliru.

Kesadaran itulah yang melatari Satpol PP Kota Tasikmalaya memperkuat PANDAWA TASIK. Program Penegak Disiplin Siswa Kota Tasikmalaya ini disiapkan bukan sekadar untuk menertibkan pelajar, melainkan membangun jejaring perlindungan yang mempertautkan pemerintah, sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial anak.

Dari Sosialisasi Menuju Pembinaan

Di bawah kepemimpinan Kepala Satpol PP Kota Tasikmalaya Yogi Subarkah, PANDAWA TASIK tengah diarahkan menuju tahap yang lebih kukuh. Program pembinaan lapangan itu mulai dipersiapkan menjadi sistem yang memiliki basis data, pembagian kewenangan, prosedur penanganan siswa, dan evaluasi berkala.

Sebuah inovasi memang tidak cukup hanya menarik ketika diluncurkan. Ia memerlukan pijakan dan kesinambungan agar manfaatnya tidak lekas menguap setelah kegiatan berakhir.

“Disiplin bukan sekadar aturan, tetapi kebiasaan yang membentuk karakter,” kata Yogi saat dihubungi Lintas Priangan melalui telepon, Minggu (26/7/2026).

Pesan itu menggambarkan pendekatan yang dipilih. Disiplin tidak diletakkan sebagai ancaman hukuman, melainkan sebagai laku yang perlu ditanamkan hingga tumbuh menjadi tabiat.

Satpol PP pun tidak hanya hadir setelah ketertiban terusik. Melalui program ini, institusi tersebut berikhtiar mengenali penyebab dan mencegah persoalan sebelum berkembang semakin pelik.

Lima Kerawanan Pelajar

Rancangan program tertanggal 17 Juli 2026 memperlihatkan luasnya jangkauan PANDAWA TASIK. Sedikitnya terdapat lima bidang yang akan dipetakan secara terpadu.

Pertama, penerapan Kawasan Tanpa Rokok, termasuk pengawasan terhadap penjualan rokok kepada anak yang masih mengenakan seragam sekolah.

Kedua, pembatasan plastik sekali pakai di kantin dan lingkungan sekolah. Pembinaan disiplin dengan demikian turut dipertautkan dengan kebersihan dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Ketiga, aktivitas digital. Aspek ini meliputi penggunaan gawai ketika pembelajaran, kecanduan, perundungan siber, pornografi, dan judi daring.

Keempat, perilaku sosial pelajar, seperti bolos, tawuran, geng motor, minuman keras, penyalahgunaan obat terlarang, kekerasan, hingga membawa benda berbahaya.

Kelima, ketertiban bertransportasi. Penggunaan sepeda motor oleh siswa yang belum memiliki SIM, parkir di luar sekolah, serta kemacetan pada jam masuk dan pulang turut menjadi perhatian.

Kelima bidang tersebut selama ini kerap dipandang sebagai persoalan yang berdiri sendiri. PANDAWA TASIK mencoba membaca kelindan di antaranya.

Anak yang berkeliaran ketika jam pelajaran, misalnya, belum tentu semata-mata malas belajar. Bisa jadi terdapat persoalan keluarga, tekanan pergaulan, atau perundungan yang belum terungkap.

Penertiban akhirnya menjadi pintu masuk untuk menemukan persoalan, bukan palu yang serta-merta dijatuhkan kepada anak.

Mendengar Guru dan Siswa

Kekuatan lain PANDAWA TASIK terletak pada upaya membangun kebijakan berdasarkan keadaan di lapangan. Satpol PP telah menyiapkan kuesioner terpadu untuk guru dan siswa.

Setiap kelompok responden akan menjawab 45 pertanyaan. Total 90 butir instrumen itu digunakan untuk memotret penerapan Kawasan Tanpa Rokok, pembatasan plastik, aktivitas digital, perilaku sosial, dan ketertiban bertransportasi.

Di balik deretan pertanyaan tersebut terdapat kehendak untuk mendengar sebelum bertindak.

Guru dapat memberikan gambaran mengenai perubahan perilaku siswa. Sementara itu, pelajar mengetahui kenyataan yang tidak selalu tampak di hadapan orang dewasa, seperti grup percakapan berisi perundungan, teman yang mengakses judi daring, atau lokasi berkumpul ketika membolos.

Data tersebut dapat membantu pemerintah dan sekolah memilih pola pembinaan yang lebih tepat. Sekolah yang menghadapi kecanduan gawai tentu tidak dapat diperlakukan sama dengan sekolah yang bergulat dengan rokok, tawuran, atau parkir liar.

Pendekatan ini memperlihatkan perubahan wajah Satpol PP Kota Tasikmalaya. Institusi tersebut tidak tergesa-gesa menganggap semua sekolah mempunyai persoalan seragam. Setiap lingkungan pendidikan diberi ruang untuk menunjukkan keadaan yang sebenarnya.

Arah tersebut selaras dengan komitmen Satpol PP membangun program yang terukur, responsif, dan berorientasi pelayanan sebagaimana ditegaskan dalam Forum Perangkat Daerah Satpol PP.

Pada titik inilah kepemimpinan Yogi Subarkah memperoleh maknanya. Gagasan yang bersemi dari jajaran internal diberi ruang untuk tumbuh, lalu dirapikan menjadi rancangan kelembagaan yang dapat menjangkau sekolah secara lebih luas.

Pelajar Dibina, Bukan Dipermalukan

PANDAWA TASIK juga menyiapkan mekanisme penanganan siswa yang ditemukan berada di luar sekolah tanpa izin pada jam pelajaran.

Petugas Satpol PP akan mendata dan memberikan pembinaan secara edukatif di lokasi. Siswa kemudian diantarkan kepada guru bimbingan konseling, guru piket, atau kepala sekolah dengan dilengkapi berita acara penyerahan.

Sekolah selanjutnya melakukan pembinaan internal dan memanggil orang tua atau wali. Keluarga tetap ditempatkan sebagai bagian penting dalam penyelesaian persoalan anak.

Siswa tidak diposisikan sebagai objek yang harus dipermalukan. Satpol PP menjaga ketertiban di ruang publik, sedangkan proses pendidikan dikembalikan kepada sekolah dan keluarga.

Batas kewenangan setiap lembaga juga dipagari. Kekerasan atau perundungan yang mengandung unsur pidana akan dikoordinasikan dengan kepolisian dan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak. Persoalan parkir dan lalu lintas diteruskan kepada Dinas Perhubungan atau Satlantas.

Rancangan kerja sama PANDAWA TASIK direncanakan berlaku selama satu tahun dan dievaluasi sekurang-kurangnya setiap enam bulan.

Dokumen tersebut memang masih berupa rancangan. Namun, arah kebijakannya sudah terbaca. Satpol PP tidak hanya berdiri di hilir untuk menertibkan akibat, tetapi mulai bergerak ke hulu untuk mencegah penyebab.

Bila dijalankan secara ajek, PANDAWA TASIK berpeluang menjadi model pembinaan pelajar yang tegas terhadap pelanggaran, tetapi tetap teduh dalam memperlakukan anak.

Sebab, keberhasilan menjaga ketertiban tidak selalu ditandai oleh banyaknya siswa yang terjaring. Ukurannya justru terlihat ketika semakin sedikit anak yang harus dijemput dari jalanan karena sekolah, keluarga, dan pemerintah telah lebih dahulu hadir menjaga mereka. (NS/AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Korban Jiwa Bertambah, Seberapa Serius Penanganan Geng Motor di Kota Tasikmalaya?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Catatan keresahan warga akibat gangguan kelompok bermotor...

Yatin Nursodiq, Satpol PP Kota Tasikmalaya yang Menempa Diri di Latsarmil Komcad

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Seragam Satpol PP selama ini identik...

Forkopimcam Pataruman Satukan Langkah Hadapi Persoalan Wilayah

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Persoalan di tingkat kecamatan kerap muncul...

Demo Driver Maxim Tasikmalaya Buka Pertanyaan Besar, Apa itu?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Aksi ratusan driver Maxim di Kota...

Pertukaran Akademik UPI Tasikmalaya–UiTM Dijadwalkan Berakhir 16 September

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Program pertukaran akademik UPI Kampus Tasikmalaya bersama...

JAWA BARAT

Sekdis Dishub Sukabumi Dijemput Polisi, Dugaan Pelecehan Siswi PKL

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Penanganan dugaan pelecehan siswi PKL di...

Kebakaran Ciumbuleuit Berdampak pada 19 Warga, Tiga Titik Panas Masih Ditangani

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penanganan kebakaran Ciumbuleuit di kawasan Cihanja, Kecamatan...

KDM Rombak Besar-Besaran OPD Jabar, 6 Dinas Bakal Digabung: Benarkah Anggaran Bisa Lebih Hemat?

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan...

Jalan Kolonel Masturi Ditutup Total Mulai 14 September, Ini Jalur Alternatifnya

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Jalan Kolonel Masturi di Kabupaten Bandung Barat ditutup...

Vonis Ade Kuswara Dijadwalkan Dibacakan Hari Ini di Tipikor Bandung

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Sidang vonis Ade Kuswara Kunang dan ayahnya,...

Festival Tari Tradisional Jawa Barat Dijadwalkan Berlangsung 9 Jam Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Festival Tari Tradisional Jawa Barat dijadwalkan...

Jambore Relawan Kebencanaan 2026 Dijadwalkan Dibuka di Cimenyan Pagi Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Jambore Relawan Kebencanaan 2026 dijadwalkan dibuka di...

KPK Geledah Rumah Anggota Polri, Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Suap Bupati Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penyidikan...

Olahraga

Popular Categories