lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penanganan kebakaran Ciumbuleuit di kawasan Cihanja, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, memasuki Rabu, 16 September 2026, setelah kebakaran terjadi sejak Senin malam. Berdasarkan pembaruan terakhir pada Selasa, petugas masih menangani tiga titik panas, sementara 19 warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Kebakaran terjadi di lahan yang dipenuhi timbunan sampah dan material barangkal di RT 001/RW 010, Kelurahan Ciumbuleuit. Kobaran utama telah dapat dikendalikan, tetapi bara di bawah timbunan masih menghasilkan asap sehingga petugas melanjutkan pendinginan dan penyisiran titik api tersembunyi.
Mayoritas Warga Mengalami Gangguan Pernapasan
Sebanyak 19 warga terdampak asap kebakaran Ciumbuleuit. Mayoritas mengalami gangguan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sementara terdapat pula warga dengan keluhan kesehatan lain, termasuk asma. Warga yang diperiksa di pos kesehatan dilaporkan telah diperbolehkan kembali ke rumah.
Asap dari lokasi kebakaran juga mencapai fasilitas pendidikan di sekitar kawasan. Tiga sekolah dilaporkan terdampak, tetapi kegiatan belajar tetap berlangsung dengan penyesuaian. Pemerintah daerah bersama petugas kesehatan membagikan masker dan mengimbau warga serta pelajar menggunakannya saat beraktivitas di sekitar kawasan yang masih terpapar asap.
Lahan yang menjadi lokasi kebakaran dipetakan memiliki luas sekitar 2,2 hektare. Penanganan tidak hanya dilakukan dari permukaan karena sebagian bara berada di bawah tumpukan sampah dan barangkal serta berada pada medan tebing. Petugas menggunakan personel dengan kemampuan vertical rescue untuk mendekati sejumlah titik yang sulit dijangkau.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Penyebab kebakaran Ciumbuleuit belum dipastikan. Pemerintah Kota Bandung menyebut salah satu dugaan berkaitan dengan timbunan sampah yang menghasilkan gas metana, tetapi penyebab kejadian masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Karena itu, dugaan tersebut belum dapat diperlakukan sebagai penyebab final kebakaran.
Pemkot Bandung juga menyoroti dugaan penggunaan lahan swasta tersebut untuk penimbunan sampah secara ilegal. Data mengenai aktivitas di lokasi akan dikumpulkan untuk proses penanganan lebih lanjut, sementara pemilik lahan disebut akan dimintai pertanggungjawaban terkait kondisi lahan.
Pada Selasa, petugas masih menemukan tiga titik panas. Pemerintah kota menargetkan proses pemadaman dan pendinginan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga hari dengan metode penanganan yang diterapkan petugas. Target itu merupakan perkiraan penanganan, bukan pernyataan bahwa seluruh titik api telah padam.
Selama proses tersebut berlangsung, perhatian utama diarahkan pada pemadaman bara yang tersisa, pengurangan paparan asap terhadap warga, serta pemeriksaan lebih lanjut terhadap aktivitas penimbunan material di lokasi kebakaran. (NS/AS)







