KDM Rombak Besar-Besaran OPD Jabar, 6 Dinas Bakal Digabung: Benarkah Anggaran Bisa Lebih Hemat?

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan perombakan besar-besaran struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Jumlah perangkat daerah diusulkan dipangkas dari 38 menjadi 32.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari efisiensi anggaran. Sejumlah organisasi pemerintahan yang selama ini berdiri sendiri akan digabung atau disesuaikan fungsinya.

Pertanyaannya, seberapa besar anggaran yang benar-benar bisa dihemat?

Pertanyaan itu menjadi penting karena perampingan struktur pemerintahan tidak otomatis berarti penghematan dalam jumlah besar. Efisiensi baru bisa terlihat jika penggabungan OPD benar-benar menekan belanja rutin tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Rencana tersebut saat ini masih berada dalam proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Jawa Barat.

Dari 38 menjadi 32 perangkat daerah

Dalam rancangan yang disampaikan Pemprov Jabar, jumlah perangkat daerah akan berkurang enam organisasi.

Komposisinya, Sekretariat Daerah tetap satu, Sekretariat DPRD satu, dan Inspektorat satu. Sementara jumlah badan direncanakan turun dari sembilan menjadi delapan.

Jumlah dinas menjadi bagian yang paling banyak mengalami rasionalisasi, yakni dari 26 menjadi 21.

Pemprov Jabar juga merencanakan pembentukan satu badan baru yang menangani pengelolaan aset daerah serta badan usaha milik daerah.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan penataan kelembagaan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah dan kebutuhan untuk membuat struktur pemerintahan lebih rasional.

Desain baru tersebut diarahkan agar organisasi pemerintahan tetap mampu menjalankan fungsi pelayanan dengan struktur yang lebih sederhana.

Enam kelompok OPD akan disatukan

Dedi Mulyadi mengungkap enam kelompok perangkat daerah yang masuk dalam rencana penggabungan atau penataan.

Pertama, Bappeda akan disatukan dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah.

Kedua, Dinas Lingkungan Hidup akan ditambah unsur Tata Ruang.

Ketiga, Dinas Koperasi akan disatukan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Keempat, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) akan disatukan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Kelima, Dinas Sumber Daya Air akan digabungkan dengan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang.

Keenam, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan digabungkan dengan Dinas Pemuda dan Olahraga.

Menurut Dedi, tujuan utamanya bukan semata-mata mengurangi jumlah organisasi.

“Efisiensi. Agar strukturnya sedikit tapi fungsinya banyak,” kata Dedi.

Benarkah anggaran otomatis lebih hemat?

Dedi menyebut penggabungan OPD diharapkan berdampak terhadap berbagai biaya rutin pemerintahan, mulai dari kebutuhan kantor, perjalanan dinas hingga alat tulis kantor.

Dengan organisasi yang lebih ramping, Pemprov Jabar berharap ruang anggaran untuk pembangunan dapat diperbesar, terutama untuk sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

Namun, sampai saat ini belum ada angka resmi mengenai berapa rupiah penghematan yang ditargetkan dari restrukturisasi tersebut.

Di sinilah ukuran keberhasilan kebijakan tersebut nantinya akan diuji.

Sebab, penggabungan organisasi belum tentu langsung menghapus seluruh biaya. Pemerintah tetap membutuhkan pegawai, fasilitas, sistem kerja, anggaran program, serta perangkat pelayanan untuk menjalankan fungsi yang sebelumnya ditangani oleh organisasi berbeda.

Karena itu, publik perlu melihat bukan hanya berapa jumlah dinas yang berkurang, tetapi juga berapa belanja rutin yang benar-benar dapat ditekan setelah struktur baru berjalan.

Jangan sampai hanya berganti nama dan struktur

Tantangan lainnya adalah memastikan penggabungan tidak justru membuat rentang kerja organisasi semakin luas dan koordinasi menjadi lebih rumit.

Misalnya, penggabungan sektor koperasi dengan perindustrian dan perdagangan membutuhkan pembagian fungsi yang jelas. Begitu pula penggabungan sektor perempuan, perlindungan anak dan keluarga berencana dengan administrasi kependudukan.

Efisiensi akan sulit tercapai jika struktur baru hanya memindahkan fungsi, jabatan dan anggaran ke organisasi baru tanpa perubahan cara kerja.

Sebaliknya, jika penggabungan mampu mengurangi duplikasi pekerjaan, menyederhanakan koordinasi dan memangkas belanja operasional, kebijakan tersebut berpotensi memberikan ruang fiskal baru bagi pemerintah daerah.

Berlaku mulai tahun anggaran berikutnya

Dedi menyebut perubahan struktur tersebut ditargetkan mulai berlaku pada tahun anggaran berikutnya.

Namun, prosesnya belum selesai. Rancangan Perda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah masih harus dibahas bersama DPRD Jawa Barat.

DPRD Jabar telah menjadwalkan pembahasan oleh fraksi-fraksi mulai 15 September 2026. Pandangan umum fraksi dijadwalkan pada 28 September, kemudian jawaban gubernur atas pandangan umum tersebut pada 30 September 2026.

Artinya, susunan akhir OPD Jawa Barat masih dapat mengalami perubahan selama proses pembahasan.

Pada akhirnya, keberhasilan perombakan besar-besaran OPD Jabar bukan hanya akan diukur dari angka 38 yang menjadi 32.

Ukuran sebenarnya adalah apakah biaya birokrasi benar-benar turun, apakah anggaran pembangunan bertambah, dan apakah masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, mudah dan berkualitas.

Jika tiga hal tersebut tercapai, perampingan OPD bisa menjadi reformasi birokrasi yang nyata. Tetapi jika hanya jumlah organisasinya yang berkurang sementara beban anggaran dan birokrasi tetap sama, pertanyaan soal efektivitas kebijakan ini tentu akan kembali muncul. (HS)

Jalan Kolonel Masturi

Jalan Kolonel Masturi Ditutup Total Mulai 14 September, Ini Jalur Alternatifnya

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Jalan Kolonel Masturi di Kabupaten Bandung Barat ditutup total mulai Senin, 14 September 2026, karena pekerjaan pelebaran dan rehabilitasi jembatan di dekat kawasan...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Hari Kunjung Perpustakaan, Tasikmalaya Buka Bimtek Naskah Lokal 2026

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Momentum Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati Senin,...

Pendaftaran Magang Jepang Tasikmalaya Ditutup 14 September 2026

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pendaftaran magang Jepang Tasikmalaya melalui program IM...

Domba Garut Dikembangkan Jadi Penggerak Ekonomi, 631 Ternak Ikuti Dua Kompetisi

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Sebanyak 631 ternak mengikuti dua kompetisi Domba...

Karhutla Ciamis Capai 34 Kejadian, Terbanyak Kedua di Jawa Barat

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Karhutla Ciamis tercatat mencapai 34 kejadian sepanjang...

Kekeringan Priangan Timur, Tiga Daerah Masuk Lima Besar Distribusi Air Bersih Jabar

lintaspriangan.com, BERITA PRIANGAN TIMUR. Kekeringan Priangan Timur menempatkan Kabupaten Pangandaran, Kabupaten...

JAWA BARAT

Jalan Kolonel Masturi Ditutup Total Mulai 14 September, Ini Jalur Alternatifnya

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Jalan Kolonel Masturi di Kabupaten Bandung Barat ditutup...

Vonis Ade Kuswara Dijadwalkan Dibacakan Hari Ini di Tipikor Bandung

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Sidang vonis Ade Kuswara Kunang dan ayahnya,...

Festival Tari Tradisional Jawa Barat Dijadwalkan Berlangsung 9 Jam Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Festival Tari Tradisional Jawa Barat dijadwalkan...

Jambore Relawan Kebencanaan 2026 Dijadwalkan Dibuka di Cimenyan Pagi Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Jambore Relawan Kebencanaan 2026 dijadwalkan dibuka di...

KPK Geledah Rumah Anggota Polri, Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Suap Bupati Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penyidikan...

GIIAS Education Day di Bandung Masuki Hari Kedua, Pelajar Diajak Kenali Industri Otomotif

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. GIIAS Education Day memasuki hari kedua di...

PPAN Jawa Barat 2026 Dijadwalkan Umumkan Peserta Lolos Tahap Provinsi Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT.  Peserta PPAN Jawa Barat 2026 dijadwalkan...

1,96 Ton Beras Bantuan Pangan Cirebon Malah Menumpuk di Rumah Warga, Bantuan buat Siapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Beras bantuan pangan yang seharusnya berada...

Olahraga

Popular Categories