lintaspriangan.com, BERITA PRIANGAN TIMUR. Kekeringan Priangan Timur menempatkan Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, dan Kota Tasikmalaya dalam lima daerah dengan volume distribusi air bersih terbesar di Jawa Barat hingga Minggu, 13 September 2026. Rekap data BPBD Jawa Barat per pukul 07.00 WIB mencatat ketiga daerah telah menerima distribusi lebih dari satu juta liter air.
Pangandaran tercatat menerima 1.380.000 liter, disusul Ciamis sebanyak 1.283.000 liter dan Kota Tasikmalaya 1.033.000 liter. Dalam rekap tersebut, hanya Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor yang mencatat volume distribusi lebih besar.
Tiga Daerah Priangan Timur Tembus Satu Juta Liter
Secara keseluruhan, BPBD Jawa Barat mencatat 25.002.900 liter air bersih telah didistribusikan untuk penanganan kekeringan di provinsi tersebut. Distribusi dilakukan oleh berbagai unsur, antara lain BPBD, PMI, perusahaan air minum, pemerintah daerah, Kementerian Pekerjaan Umum, Tagana, komunitas, dunia usaha, TNI dan kepolisian.
Data yang sama mencatat kekeringan sepanjang 2026 telah berdampak terhadap 291.607 kepala keluarga atau 943.492 jiwa di Jawa Barat. Wilayah terdampak tersebar di 660 desa dan kelurahan pada 246 kecamatan.
Besarnya distribusi pada tiga daerah menunjukkan kekeringan Priangan Timur masih membutuhkan suplai air untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Kabupaten Tasikmalaya juga masuk dalam daftar daerah penerima dengan volume 640.000 liter, sedangkan Kabupaten Garut tercatat 447.000 liter.
Khusus Kota Tasikmalaya, data BPBD setempat hingga 9 September menunjukkan 1.033.000 liter air telah disalurkan melalui 231 rit pengiriman ke 123 titik. Bantuan itu menjangkau 15.670 keluarga atau 50.673 jiwa. Sebanyak 37 dari total 69 kelurahan tercatat membutuhkan pasokan air bersih.
Kondisi Kering Masih Berpotensi Berlanjut
Ancaman kekeringan Priangan Timur belum sepenuhnya mereda memasuki pertengahan September. BMKG dalam peringatan dini kekeringan meteorologis Dasarian I September 2026 menempatkan Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Tasikmalaya pada kategori siaga. Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, serta Kota Banjar masuk kategori awas.
BMKG juga memprakirakan curah hujan rendah, kurang dari 50 milimeter per dasarian, masih mendominasi Pulau Jawa pada Dasarian II September 2026 atau periode 11–20 September. Kabupaten Pangandaran, Ciamis, Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Garut, dan Kota Banjar termasuk wilayah Jawa Barat yang tercakup dalam prediksi tersebut.
Prakiraan cuaca nasional untuk 14–17 September 2026 juga menunjukkan cuaca Indonesia secara umum didominasi cerah berawan hingga hujan sedang. Jawa Barat tidak termasuk wilayah yang disebut mengalami peningkatan hujan sedang pada periode tersebut, meski hujan lokal tetap dapat terjadi.
Kondisi itu membuat kebutuhan distribusi air bersih di wilayah terdampak perlu terus dipantau berdasarkan perkembangan sumber air dan permintaan warga. (NS/AS)







